alexametrics
29 C
Malang
Saturday, 15 May 2021

450 Petugas Diturunkan di Operasi Ketupat Semeru 2021 Kota Malang

MALANG KOTA – Bersamaan dengan pemberlakuan larangan mudik Lebaran 2021 pada Kamis (6/5), kepolisian juga akan melaksanakan Operasi Ketupat Semeru 2021. Beberapa penekanan ditonjolkan dalam kegiatan ini.

“Operasi kali ini penekanannya adalah memberikan kenyamanan pelaksanaan puasa dan ibadah salat Idul Fitri,” terang Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata setelah pelaksanaan Rapat Koordinasi di Balai Kota Malang Selasa (4/5) sore.

Setidaknya, ada 450 personel gabungan yang akan diterjunkan dalam operasi ini. “Ini gabungan ya, ada yang dari Polresta, Kodim, Pemkot dan yang lain. Ini semua nanti ditempatkan di Pos Pengamanan, Pelayanan, dan Penyekatan,” tambahnya.

Dalam operasi itu sendiri, petugas akan menyebarluaskan himbauan ke warga, terutama terkait pelaksanaa ibadah dan kegiatan lain yang bersifat mengumpulkan warga.

“Ada nanti himbauan-himbauannya, seperti salatnya di komplek masing-masing, tidak satu tempat tertentu. Termasuk memantau aktifitas belanja di mall agar pengunjung tak membludak,” terang Leo.

Berkaitan dengan pusat perbelanjaan, ia tidak mau mengulangi apa yang terjadi di Surabaya dan Jakarta. “Jangan sampai ada seperti di Pakuwon, dan Tanahabang. Jangan sampai ada di wilayah kita,” pungkas Mantan Wakapolrestabes Surabaya itu.

Pewarta: Biyan Mudzaky

MALANG KOTA – Bersamaan dengan pemberlakuan larangan mudik Lebaran 2021 pada Kamis (6/5), kepolisian juga akan melaksanakan Operasi Ketupat Semeru 2021. Beberapa penekanan ditonjolkan dalam kegiatan ini.

“Operasi kali ini penekanannya adalah memberikan kenyamanan pelaksanaan puasa dan ibadah salat Idul Fitri,” terang Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata setelah pelaksanaan Rapat Koordinasi di Balai Kota Malang Selasa (4/5) sore.

Setidaknya, ada 450 personel gabungan yang akan diterjunkan dalam operasi ini. “Ini gabungan ya, ada yang dari Polresta, Kodim, Pemkot dan yang lain. Ini semua nanti ditempatkan di Pos Pengamanan, Pelayanan, dan Penyekatan,” tambahnya.

Dalam operasi itu sendiri, petugas akan menyebarluaskan himbauan ke warga, terutama terkait pelaksanaa ibadah dan kegiatan lain yang bersifat mengumpulkan warga.

“Ada nanti himbauan-himbauannya, seperti salatnya di komplek masing-masing, tidak satu tempat tertentu. Termasuk memantau aktifitas belanja di mall agar pengunjung tak membludak,” terang Leo.

Berkaitan dengan pusat perbelanjaan, ia tidak mau mengulangi apa yang terjadi di Surabaya dan Jakarta. “Jangan sampai ada seperti di Pakuwon, dan Tanahabang. Jangan sampai ada di wilayah kita,” pungkas Mantan Wakapolrestabes Surabaya itu.

Pewarta: Biyan Mudzaky

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru