alexametrics
21.9 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Jualan Online Dulu, Pasar Wisata Tugu Kota Malang Tutup 2 Minggu

MALANG KOTA – Kebijakan PPKM Darurat membuat sebagian pedagang menutup lapak-nya. Termasuk mereka yang tergabung dalam Ikatan Pedagang Wisata Belanja Tugu (IPWBT) Kota Malang.

Ketua IPWBT Mecky Abdurrahman menyatakan, pihaknya telah memutuskan untuk libur selama PPKM Darurat. “Ya, ini merupakan respon kami terhadap PPKM Darurat yang dilaksanakan oleh pemerintah. Sekaligus kesadaran moral kami untuk ikut memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” terangnya.

Hal itu juga untuk merespon kebingungan sejumlah anggota. “Iya, banyak anggota yang bertanya harus bagaimana, sementara belum ada edaran dari Pemkot Malang,” imbuhnya.

Akhirnya rapat pun diadakan dan keputusan pun dibuat. “Kami putuskan untuk tutup sementara selama PPKM Darurat berlangsung, dan kami sudah kirim surat ke Disporapar soal ini,” ucapnya.

Kini, dengan meliburkan kegiatan dagang, para anggota yang berjumlah 292 orang itu mesti memutar otak untuk terus bertahan. Namun demikian, Mecky menyebut separo anggotanya sudah punya lapak online. “Kurang lebih 50 persen dari anggota kami dagangnya sudah online,” ujarnya.

Pewarta: Biyan Mudzaky

MALANG KOTA – Kebijakan PPKM Darurat membuat sebagian pedagang menutup lapak-nya. Termasuk mereka yang tergabung dalam Ikatan Pedagang Wisata Belanja Tugu (IPWBT) Kota Malang.

Ketua IPWBT Mecky Abdurrahman menyatakan, pihaknya telah memutuskan untuk libur selama PPKM Darurat. “Ya, ini merupakan respon kami terhadap PPKM Darurat yang dilaksanakan oleh pemerintah. Sekaligus kesadaran moral kami untuk ikut memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” terangnya.

Hal itu juga untuk merespon kebingungan sejumlah anggota. “Iya, banyak anggota yang bertanya harus bagaimana, sementara belum ada edaran dari Pemkot Malang,” imbuhnya.

Akhirnya rapat pun diadakan dan keputusan pun dibuat. “Kami putuskan untuk tutup sementara selama PPKM Darurat berlangsung, dan kami sudah kirim surat ke Disporapar soal ini,” ucapnya.

Kini, dengan meliburkan kegiatan dagang, para anggota yang berjumlah 292 orang itu mesti memutar otak untuk terus bertahan. Namun demikian, Mecky menyebut separo anggotanya sudah punya lapak online. “Kurang lebih 50 persen dari anggota kami dagangnya sudah online,” ujarnya.

Pewarta: Biyan Mudzaky

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/