alexametrics
23.3 C
Malang
Monday, 15 August 2022

15 ABK Jalani Screening Kesehatan Gigi dan Mulut

MALANG KOTA – Pemeriksaan kesehatan terhadap Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) terkadang menjadi tantangan tersendiri. Gerak mereka yang aktif membuat tenaga kesehatan (nakes) harus berhati-hati jika tidak ingin salah mengambil tindakan medis.

Padahal, ABK juga memerlukan pemeriksaan kesehatan, termasuk mengidentifikasi penyakit gigi dan mulut alias PMK. Atas dasar itu, Yayasan Ananda Mutiara Indonesia (Y-AMI) Cabang Malang memfasilitasi pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut untuk ABK, beberapa waktu lalu.

“Dalam bakti sosial ini kami berharap anak-anak tidak takut ke dokter gigi. Karena mendengar kata pemeriksaan saja mereka bisa takut, tapi ternyata tidak se-menyeramkan itu,” ujar Ketua Pelaksana Bakti Sosial Dewi Andriani Tarigan di sela-sela kegiatan.

Wanita yang akrab disapa Nani itu mengungkapkan, ada 15 ABK yang mengikuti screening gigi dan mulut. Proses tersebut dilakukan langsung oleh drg Trining Widodorini MKes dari Departemen Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya (FKG UB). “Dari hasil screening, kondisi gigi dan mulut anak-anak sehat. Hanya ada beberapa yang perlu ditambal,” kata Nani.

Terpisah, drg Trining Widodorini MKes mengatakan, kondisi gigi dan mulut seluruh ABK bagus. Hanya saja, dari segi pertumbuhan gigi agak lambat. “Misalnya, anak-anak yang berusia 13-14 tahun masih banyak yang memiliki gigi susu atau gigi sulung. Padahal seharusnya kan gigi permanen,” tuturnya.

Jika dibiarkan, kata Trining, dikhawatirkan gigi permanen akan tumbuh berdesakan. Oleh karena itu, untuk tindak lanjutnya, orang tua harus membawa anaknya cabut gigi di fasilitas kesehatan terdekat. (mel/dan)

MALANG KOTA – Pemeriksaan kesehatan terhadap Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) terkadang menjadi tantangan tersendiri. Gerak mereka yang aktif membuat tenaga kesehatan (nakes) harus berhati-hati jika tidak ingin salah mengambil tindakan medis.

Padahal, ABK juga memerlukan pemeriksaan kesehatan, termasuk mengidentifikasi penyakit gigi dan mulut alias PMK. Atas dasar itu, Yayasan Ananda Mutiara Indonesia (Y-AMI) Cabang Malang memfasilitasi pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut untuk ABK, beberapa waktu lalu.

“Dalam bakti sosial ini kami berharap anak-anak tidak takut ke dokter gigi. Karena mendengar kata pemeriksaan saja mereka bisa takut, tapi ternyata tidak se-menyeramkan itu,” ujar Ketua Pelaksana Bakti Sosial Dewi Andriani Tarigan di sela-sela kegiatan.

Wanita yang akrab disapa Nani itu mengungkapkan, ada 15 ABK yang mengikuti screening gigi dan mulut. Proses tersebut dilakukan langsung oleh drg Trining Widodorini MKes dari Departemen Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya (FKG UB). “Dari hasil screening, kondisi gigi dan mulut anak-anak sehat. Hanya ada beberapa yang perlu ditambal,” kata Nani.

Terpisah, drg Trining Widodorini MKes mengatakan, kondisi gigi dan mulut seluruh ABK bagus. Hanya saja, dari segi pertumbuhan gigi agak lambat. “Misalnya, anak-anak yang berusia 13-14 tahun masih banyak yang memiliki gigi susu atau gigi sulung. Padahal seharusnya kan gigi permanen,” tuturnya.

Jika dibiarkan, kata Trining, dikhawatirkan gigi permanen akan tumbuh berdesakan. Oleh karena itu, untuk tindak lanjutnya, orang tua harus membawa anaknya cabut gigi di fasilitas kesehatan terdekat. (mel/dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/