alexametrics
22.1 C
Malang
Sunday, 14 August 2022

Malang Belum Punya Kawasan Cagar Budaya

MALANG KOTA – Ini patut menjadi perhatian besar. Sudah banyak ditemukan situs bersejarah, namun Kota Malang belum punya kawasan cagar budaya. Di Stasiun Kota Baru saja, sudah ditemukan benda-benda kuno, bangunan peninggalan masa kolonial, hingga situs-situs kebudayaan.

”Tapi Kota Malang belum memiliki kawasan cagar budaya,” ujar Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Malang Erlina Laksmiani Wahjutami, kemarin.

Oleh karena itu, pada 30 Juni lalu TACB mengunjungi Stasiun Kota Baru Malang. Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka melakukan survei untuk rencana penetapan kawasan Tugu sebagai kawasan cagar budaya Kota Malang. ”Survei ini kami lakukan bersama bidang kebudayaan Disdikbud Kota Malang,” kata Erlina.

Dalam survei tersebut, TACB bersama disdikbud mengelilingi Stasiun Kota Baru. Survei itu dipandu oleh Wakil Kepala Stasiun Kota Baru Edy Kurnianto. Hasilnya, terdapat beberapa benda yang usianya sudah melampaui 50 tahun. Di antaranya induktor genta, bel genta, corong air, meja putar, timbangan, dongkrak kayu, telepon, dan brankas. Dia menegaskan, semuanya masih berfungsi. “Namun ada pula yang tidak berfungsi seperti bogie SS dan trek por,” kata Erlina.

Sejumlah benda tersebut memiliki fungsinya masing-masing. Bel genta misalnya, berfungsi sebagai tanda bahwa kereta akan lewat. Kemudian meja putar untuk mengubah arah hadap lokomatif, dan corong air untuk menuang air dalam jumlah besar ke tangki dari lokomotif uap.

Erlina melanjutkan, kompleksitas Stasiun Kota Baru punya prospek untuk ditingkatkan statusnya menjadi cagar budaya. ”Stasiun ternyata bukan sekadar bangunan, tetapi juga memiliki peron tinggi yang terhubung dengan terowongan bawah tanah sebagai akses pejalan kaki dan benda-benda lama dari sistem perkeretaapian,” imbuhnya.

Di sisi lain, Kabid Kebudayaan Disdikbud Kota Malang Dian Kuntari mengatakan, Stasiun Kota Baru sudah ditetapkan sebagai cagar budaya. ”Kami meminta TACB untuk mencari lagi, barangkali ada penambahan ODCB, sehingga status stasiun meningkat jadi situs cagar budaya,” jelasnya sambil menunjukkan surat bahwa Stasiun Kota Baru ditetapkan sebagai cagar budaya pada 12 Desember 2018 dengan nomer SK. 185.45/369/35.73.112/2018.(mel/dan)

MALANG KOTA – Ini patut menjadi perhatian besar. Sudah banyak ditemukan situs bersejarah, namun Kota Malang belum punya kawasan cagar budaya. Di Stasiun Kota Baru saja, sudah ditemukan benda-benda kuno, bangunan peninggalan masa kolonial, hingga situs-situs kebudayaan.

”Tapi Kota Malang belum memiliki kawasan cagar budaya,” ujar Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Malang Erlina Laksmiani Wahjutami, kemarin.

Oleh karena itu, pada 30 Juni lalu TACB mengunjungi Stasiun Kota Baru Malang. Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka melakukan survei untuk rencana penetapan kawasan Tugu sebagai kawasan cagar budaya Kota Malang. ”Survei ini kami lakukan bersama bidang kebudayaan Disdikbud Kota Malang,” kata Erlina.

Dalam survei tersebut, TACB bersama disdikbud mengelilingi Stasiun Kota Baru. Survei itu dipandu oleh Wakil Kepala Stasiun Kota Baru Edy Kurnianto. Hasilnya, terdapat beberapa benda yang usianya sudah melampaui 50 tahun. Di antaranya induktor genta, bel genta, corong air, meja putar, timbangan, dongkrak kayu, telepon, dan brankas. Dia menegaskan, semuanya masih berfungsi. “Namun ada pula yang tidak berfungsi seperti bogie SS dan trek por,” kata Erlina.

Sejumlah benda tersebut memiliki fungsinya masing-masing. Bel genta misalnya, berfungsi sebagai tanda bahwa kereta akan lewat. Kemudian meja putar untuk mengubah arah hadap lokomatif, dan corong air untuk menuang air dalam jumlah besar ke tangki dari lokomotif uap.

Erlina melanjutkan, kompleksitas Stasiun Kota Baru punya prospek untuk ditingkatkan statusnya menjadi cagar budaya. ”Stasiun ternyata bukan sekadar bangunan, tetapi juga memiliki peron tinggi yang terhubung dengan terowongan bawah tanah sebagai akses pejalan kaki dan benda-benda lama dari sistem perkeretaapian,” imbuhnya.

Di sisi lain, Kabid Kebudayaan Disdikbud Kota Malang Dian Kuntari mengatakan, Stasiun Kota Baru sudah ditetapkan sebagai cagar budaya. ”Kami meminta TACB untuk mencari lagi, barangkali ada penambahan ODCB, sehingga status stasiun meningkat jadi situs cagar budaya,” jelasnya sambil menunjukkan surat bahwa Stasiun Kota Baru ditetapkan sebagai cagar budaya pada 12 Desember 2018 dengan nomer SK. 185.45/369/35.73.112/2018.(mel/dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/