alexametrics
26.5 C
Malang
Wednesday, 18 May 2022

’Pulang Kampung’, Kajari Kota Malang Titip Perkara Yang Belum Selesai

MALANG KOTA – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Malang Andi Darmawangsa SH MH akhirnya bisa ’pulang kampung’ Kejati Sulawesi Selatan. Pria asal Sulawesi Selatan itu sendiri akan menjalani serah terima jabatan (sertijab) di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Surabaya besok (5/8).

“Tanggal 9 baru sertijab di Kejati Sulawesi Selatan, tempat saya yang baru,” terang dia setelah acara perpisahan di Kejari Kota Malang Rabu (4/8) siang.

Seperti diketahui Andi akan bertugas di Kejati Sulawesi Selatan sebagai Asisten Tindak Pidana Umum. Sementara posisinya di Malang digantikan oleh Zuhandi SH MH yang sebelumnya menjabat Asisten Intelejen Kejati Bali. “Selama setahun ini saya belum menikmati wisata di Malang Raya selama pandemi ini. Tapi saya akan kembali lagi ke sini untuk menikmatinya,” kelakarnya.

Selama satu tahun lebih di Malang, prestasi yang berkesan ialah penyelamatan aset Pemkot. “Itu suatu kebanggaan bagi saya, bisa ikut menyelamatkan aset Pemkot yang banyak dan dikuasai orang, kalau ditotal ada Rp 30 miliaran lebih nilai asetnya,” sebutnya. Sementara dalam enam bulan terakhir Kejari Kota Malang menyelamatkan aset Pemkot senilai Rp 4,7 miliar.

Namun demikian, kepergiannya ke Sulawesi meninggalkan beberapa perkara korupsi. “SMKN 10 masih pemberkasan, RPH juga masih ada yang belum selesai termasuk mencari Siti Endah. Harapannya pengganti saya bisa melanjutkan dengan baik,” ucapnya.

Untuk perkara RPH Kota Malang sendiri, jaksa masih mencari keberadaan Siti Endah, terduga yang menikmati aliran dana penggemukan sapi. Diketahui bahwa perkara ini sudah merugikan negara sebanyak Rp 1,5 miliar. “Aliran dana ini banyak lari ke Siti Endah lebih banyak dan dia yang menikmati,” ujar Andi.

Pewarta: Biyan Mudzaky

MALANG KOTA – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Malang Andi Darmawangsa SH MH akhirnya bisa ’pulang kampung’ Kejati Sulawesi Selatan. Pria asal Sulawesi Selatan itu sendiri akan menjalani serah terima jabatan (sertijab) di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Surabaya besok (5/8).

“Tanggal 9 baru sertijab di Kejati Sulawesi Selatan, tempat saya yang baru,” terang dia setelah acara perpisahan di Kejari Kota Malang Rabu (4/8) siang.

Seperti diketahui Andi akan bertugas di Kejati Sulawesi Selatan sebagai Asisten Tindak Pidana Umum. Sementara posisinya di Malang digantikan oleh Zuhandi SH MH yang sebelumnya menjabat Asisten Intelejen Kejati Bali. “Selama setahun ini saya belum menikmati wisata di Malang Raya selama pandemi ini. Tapi saya akan kembali lagi ke sini untuk menikmatinya,” kelakarnya.

Selama satu tahun lebih di Malang, prestasi yang berkesan ialah penyelamatan aset Pemkot. “Itu suatu kebanggaan bagi saya, bisa ikut menyelamatkan aset Pemkot yang banyak dan dikuasai orang, kalau ditotal ada Rp 30 miliaran lebih nilai asetnya,” sebutnya. Sementara dalam enam bulan terakhir Kejari Kota Malang menyelamatkan aset Pemkot senilai Rp 4,7 miliar.

Namun demikian, kepergiannya ke Sulawesi meninggalkan beberapa perkara korupsi. “SMKN 10 masih pemberkasan, RPH juga masih ada yang belum selesai termasuk mencari Siti Endah. Harapannya pengganti saya bisa melanjutkan dengan baik,” ucapnya.

Untuk perkara RPH Kota Malang sendiri, jaksa masih mencari keberadaan Siti Endah, terduga yang menikmati aliran dana penggemukan sapi. Diketahui bahwa perkara ini sudah merugikan negara sebanyak Rp 1,5 miliar. “Aliran dana ini banyak lari ke Siti Endah lebih banyak dan dia yang menikmati,” ujar Andi.

Pewarta: Biyan Mudzaky

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/