alexametrics
21.9 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Batik Invasi Lobi Gedung DPRD Kota Malang

MALANG KOTA – Di tengah pandemi ini, para seniman dan pengusaha batik melakukan berbagai cara agar semangatnya menyemai budaya tidak mati. Untuk itulah dalam rangka memeringati Hari Batik Nasional, digelarlah Pameran Batik Kucecwara 2020 di Lobby Gedung DPRD Kota Malang. Pameran yang diikuti oleh sekitar 40 Paguyuban itu digelar hingga 10 Oktober 2020 mendatang.

Selain pameran batik, kegiatan lain yang disertakan seperti workshop tata cara membatik yang baik hingga workshop mainan tradisional.
Masyarakat yang haus akan acara dan hiburan pun langsung mendatangi pameran tersebut. Namun para panitia dengan sigap membatasi pengunjung yang datang dan pergi. Sehingga sebanyak 200 orang yang hadir pada pembukaan Sabtu (3/10) kemarin dapat menikmati pameran dengan teratur tanpa terjadi kepadatan.

Ketua Pelaksana Pameran Batik, Maria Carmela Nur Indri Hariani menjelaskan, pameran tersebut merupakan agenda pertama yang digelar di DPRD Kota Malang. Gelaran tersebut sengaja dilaksanakan di lobby utama DPRD Kota Malang untuk memperkenalkan lebih jauh mengenai batik, khususnya batik khas Malang.

“Dan total ada 30 stand pameran, 20 persen diantaranya bukan batik, tapi produksi atau barang-barang berbau tradisi,” jelasnya. Batik yang dipamerkan pun beragam, menunjukkan ciri khas masing-masing daerah se-Malang Raya.

Adanya pameran ini menggeliatkan UMKM warga Malang Raya, sebab adanya pandemi ini membuat mereka kesulitan memasarkan produk.

Susiati misalnya, salah seorang peserta pameran mengatakan, selama adanya pandemi ini ia memasarkan produk mereka di media sosial.
“Kami biasanya memasarkan lewat Instagram, malah dari promosi di medsos banyak orang luar yang pesan secara pribadi. Kemarin ada orang Jepang yang memesan kain Eco Print kami untuk dibuat kimono,” ujar pemilik Ken Ken Craft ini.

Pewarta : Errica Vannie

MALANG KOTA – Di tengah pandemi ini, para seniman dan pengusaha batik melakukan berbagai cara agar semangatnya menyemai budaya tidak mati. Untuk itulah dalam rangka memeringati Hari Batik Nasional, digelarlah Pameran Batik Kucecwara 2020 di Lobby Gedung DPRD Kota Malang. Pameran yang diikuti oleh sekitar 40 Paguyuban itu digelar hingga 10 Oktober 2020 mendatang.

Selain pameran batik, kegiatan lain yang disertakan seperti workshop tata cara membatik yang baik hingga workshop mainan tradisional.
Masyarakat yang haus akan acara dan hiburan pun langsung mendatangi pameran tersebut. Namun para panitia dengan sigap membatasi pengunjung yang datang dan pergi. Sehingga sebanyak 200 orang yang hadir pada pembukaan Sabtu (3/10) kemarin dapat menikmati pameran dengan teratur tanpa terjadi kepadatan.

Ketua Pelaksana Pameran Batik, Maria Carmela Nur Indri Hariani menjelaskan, pameran tersebut merupakan agenda pertama yang digelar di DPRD Kota Malang. Gelaran tersebut sengaja dilaksanakan di lobby utama DPRD Kota Malang untuk memperkenalkan lebih jauh mengenai batik, khususnya batik khas Malang.

“Dan total ada 30 stand pameran, 20 persen diantaranya bukan batik, tapi produksi atau barang-barang berbau tradisi,” jelasnya. Batik yang dipamerkan pun beragam, menunjukkan ciri khas masing-masing daerah se-Malang Raya.

Adanya pameran ini menggeliatkan UMKM warga Malang Raya, sebab adanya pandemi ini membuat mereka kesulitan memasarkan produk.

Susiati misalnya, salah seorang peserta pameran mengatakan, selama adanya pandemi ini ia memasarkan produk mereka di media sosial.
“Kami biasanya memasarkan lewat Instagram, malah dari promosi di medsos banyak orang luar yang pesan secara pribadi. Kemarin ada orang Jepang yang memesan kain Eco Print kami untuk dibuat kimono,” ujar pemilik Ken Ken Craft ini.

Pewarta : Errica Vannie

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/