alexametrics
25.9 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Selama September, 5 Pohon Tumbang 3 Longsor

MALANG KOTA – BPBD Kota Malang telah merilis kejadian bencana yang terjadi di Kota Malang, selama bulan September lalu. Tercatat, kejadian bencana didominasi oleh pohon tumbang sebanyak lima kejadian, tanah longsor tiga kali kejadian, kebakaran lahan dua kali, kejadian banjir satu kali dan kejadian bencana non alam lainnya.

Ketua Pelaksana BPBD Kota Malang Alie Mulyanto menjelaskan, kejadian bencana itu tersebar di lima kecamatan Kota Malang. Wilayah yang paling banyak terjadi bencana yakni Kecamatan Klojen, dengan 7 kejadian bencana.

“Disusul Blimbing 5 kejadian, sementara Lowokwaru, Sukun dan Kedungkandang satu kali kejadian,” terangnya.

Dijelaskannya, kejadian bencana itu disebabkan intensitas hujan yang fluktuatif di Kota Malang. Sehingga menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor dan banjir. “Salah satu intensitas hujan yang sangat tinggi terjadi pada 26 September, menyebabkan tiga kejadian tanah longsor (plengsengan ambrol) dan banjir,” jelas Alie.

Sementara, penyebab pohon tumbang didominasi karena batang pohon yang sudah lapuk. Secara rinci, pohon tumbang terjadi di wilayah Kecamatan Klojen sebanyak empat kali dan Kecamatan Sawojajar satu kali.

“Bencana lainnya kebakaran lahan di Perum Joyo Grand dan kebakaran lahan sampah di TPU Supit Urang,” imbuhnya.

Lebih lanjut memasuki masa peralihan, BPBD Kota Malang menghimbau masyarakat untuk mewaspadai kejadian cuaca ekstrem seperti hujan intensitas tinggi dengan periode yang singkat dan angin kencang. “Masyarakat diharapkan terus memantau perkembangan iklim dan cuaca terkini dari web atau media sosial resmi BMKG & Informasi peringatan dini dari BPBD Kota Malang,” tutup Alie.

Pewarta: Andika Satria Perdana

MALANG KOTA – BPBD Kota Malang telah merilis kejadian bencana yang terjadi di Kota Malang, selama bulan September lalu. Tercatat, kejadian bencana didominasi oleh pohon tumbang sebanyak lima kejadian, tanah longsor tiga kali kejadian, kebakaran lahan dua kali, kejadian banjir satu kali dan kejadian bencana non alam lainnya.

Ketua Pelaksana BPBD Kota Malang Alie Mulyanto menjelaskan, kejadian bencana itu tersebar di lima kecamatan Kota Malang. Wilayah yang paling banyak terjadi bencana yakni Kecamatan Klojen, dengan 7 kejadian bencana.

“Disusul Blimbing 5 kejadian, sementara Lowokwaru, Sukun dan Kedungkandang satu kali kejadian,” terangnya.

Dijelaskannya, kejadian bencana itu disebabkan intensitas hujan yang fluktuatif di Kota Malang. Sehingga menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor dan banjir. “Salah satu intensitas hujan yang sangat tinggi terjadi pada 26 September, menyebabkan tiga kejadian tanah longsor (plengsengan ambrol) dan banjir,” jelas Alie.

Sementara, penyebab pohon tumbang didominasi karena batang pohon yang sudah lapuk. Secara rinci, pohon tumbang terjadi di wilayah Kecamatan Klojen sebanyak empat kali dan Kecamatan Sawojajar satu kali.

“Bencana lainnya kebakaran lahan di Perum Joyo Grand dan kebakaran lahan sampah di TPU Supit Urang,” imbuhnya.

Lebih lanjut memasuki masa peralihan, BPBD Kota Malang menghimbau masyarakat untuk mewaspadai kejadian cuaca ekstrem seperti hujan intensitas tinggi dengan periode yang singkat dan angin kencang. “Masyarakat diharapkan terus memantau perkembangan iklim dan cuaca terkini dari web atau media sosial resmi BMKG & Informasi peringatan dini dari BPBD Kota Malang,” tutup Alie.

Pewarta: Andika Satria Perdana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/