alexametrics
30.5 C
Malang
Sunday, 3 July 2022

Lampion Produk RW 01 Jodipan Tembus Pasar Ekspor

MALANG KOTA – Warga RW 01 Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, tak hanya mahir dalam membuat kerajinan lampion yang menjadi salah satu ikon kampung ini. Namun, mereka juga andal dalam menghijaukan kampung.

Di tengah keterbatasan ketersediaan lahan untuk bercocok tanam karena relatif padat penduduknya, kampung ini menerapkan urban farming untuk menghijaukan suasana. Dimana di gang-gang rumah dikasih tanaman. Bahkan, ada juga yang berkonsep vertikal garden.

“Kami mengkombinasikan urban farming dan kerajinan daur ulang,” kata Ketua RW 01 Kelurahan Jodipan Arief Andrijanto, Rabu (4/11).

Menurutnya, bagian bawah atau depan rumah warga diberi tanaman di dalam pot. Sedangkan, atasnya diberi lampion yang dibuat warga sendiri. “Kami hanya mengimbau saja untuk pengerjaan ini. Warga mengerjakan dengan swadaya,” terangnya.

Dia menambahkan, di RW 01 ada sekitar lima orang perajin lampion. Hasil produksinya juga sudah diekspor ke luar negeri. “Pasar luar negeri ke negara Belanda,” jelas dia.

Lebih lanjut, bahan baku lampion tersebut memanfaatkan bahan daur ulang. Hal ini dilakukan juga untuk menyelesaikan masalah persampahan. “Kami juga ingin bikin kampung lampion untuk jadi ikon di sini,” terangnya.

Pewarta: Imam Nasrodin

MALANG KOTA – Warga RW 01 Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, tak hanya mahir dalam membuat kerajinan lampion yang menjadi salah satu ikon kampung ini. Namun, mereka juga andal dalam menghijaukan kampung.

Di tengah keterbatasan ketersediaan lahan untuk bercocok tanam karena relatif padat penduduknya, kampung ini menerapkan urban farming untuk menghijaukan suasana. Dimana di gang-gang rumah dikasih tanaman. Bahkan, ada juga yang berkonsep vertikal garden.

“Kami mengkombinasikan urban farming dan kerajinan daur ulang,” kata Ketua RW 01 Kelurahan Jodipan Arief Andrijanto, Rabu (4/11).

Menurutnya, bagian bawah atau depan rumah warga diberi tanaman di dalam pot. Sedangkan, atasnya diberi lampion yang dibuat warga sendiri. “Kami hanya mengimbau saja untuk pengerjaan ini. Warga mengerjakan dengan swadaya,” terangnya.

Dia menambahkan, di RW 01 ada sekitar lima orang perajin lampion. Hasil produksinya juga sudah diekspor ke luar negeri. “Pasar luar negeri ke negara Belanda,” jelas dia.

Lebih lanjut, bahan baku lampion tersebut memanfaatkan bahan daur ulang. Hal ini dilakukan juga untuk menyelesaikan masalah persampahan. “Kami juga ingin bikin kampung lampion untuk jadi ikon di sini,” terangnya.

Pewarta: Imam Nasrodin

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/