alexametrics
21.8 C
Malang
Sunday, 14 August 2022

Tak Kurang Akal, Sistem Vertical Garden Hijaukan RW 03 Jodipan

MALANG KOTA – Tak punya lahan khusus untuk penghijauan, bukan menjadi masalah bagi warga RW 03 Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing. Untuk menghijaukan kampung dengan wilayah padat permukiman, sistem vertikal garden menjadi solusinya.

Di beberapa titik area kampung yang memiliki 8 RT tersebut, vertikal garden dibangun. Sehingga, meski di tengah perkotaan yang kawasannya padat penduduk masih tampak relatif asri. Inovasi ini pula yang ‘dipamerkan’ kepada tim juri Lomba Kampung Bersinar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang- Jawa Pos Radar Malang, hari ini (4/11).

“Kami bisa menanam dengan sistem vertical garden. Cara ini yang paling efektif karena tidak ada lagi lahan tersisa untuk bercocok tanam,” kata Ketua RW 03 Jodipan Bustomi, Rabu (4/11).

Menurutnya, taman berkonsep vertical garden tersebut juga hasil bantuan dari program kotaku. Sehingga, ke depan warga akan memperbanyak lagi area hijau berkonsep sistem tanam tersebut. “Kalau biopori ada beberapa titik yang tersebar di semua RT,” jelas dia.

Ibu-ibu PKK RW03 Jodipan diberdayakan membuat batik yang produksinya sudah dipasarkan ke luar kota. (Istimewa)

Tak hanya itu, Bustomi menjelaskan, di tempatnya juga ada pemberdayaan industri batik. Dimana produknya juga sudah dipasarkan ke luar kota. “Pemasarannya sudah sampai ke Jakarta. Yang membuat ibu-ibu PKK di sini,” ungkap dia.

Dia mengatakan, harga batik produksi RW 03 yang dijual beragam. Disesuaikan dengan motif dan tingkat kesulitan dalam proses produksinya. “Harganya di kisaran Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu per potong,” terangnya.

Pewarta: Imam Nasrodin

MALANG KOTA – Tak punya lahan khusus untuk penghijauan, bukan menjadi masalah bagi warga RW 03 Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing. Untuk menghijaukan kampung dengan wilayah padat permukiman, sistem vertikal garden menjadi solusinya.

Di beberapa titik area kampung yang memiliki 8 RT tersebut, vertikal garden dibangun. Sehingga, meski di tengah perkotaan yang kawasannya padat penduduk masih tampak relatif asri. Inovasi ini pula yang ‘dipamerkan’ kepada tim juri Lomba Kampung Bersinar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang- Jawa Pos Radar Malang, hari ini (4/11).

“Kami bisa menanam dengan sistem vertical garden. Cara ini yang paling efektif karena tidak ada lagi lahan tersisa untuk bercocok tanam,” kata Ketua RW 03 Jodipan Bustomi, Rabu (4/11).

Menurutnya, taman berkonsep vertical garden tersebut juga hasil bantuan dari program kotaku. Sehingga, ke depan warga akan memperbanyak lagi area hijau berkonsep sistem tanam tersebut. “Kalau biopori ada beberapa titik yang tersebar di semua RT,” jelas dia.

Ibu-ibu PKK RW03 Jodipan diberdayakan membuat batik yang produksinya sudah dipasarkan ke luar kota. (Istimewa)

Tak hanya itu, Bustomi menjelaskan, di tempatnya juga ada pemberdayaan industri batik. Dimana produknya juga sudah dipasarkan ke luar kota. “Pemasarannya sudah sampai ke Jakarta. Yang membuat ibu-ibu PKK di sini,” ungkap dia.

Dia mengatakan, harga batik produksi RW 03 yang dijual beragam. Disesuaikan dengan motif dan tingkat kesulitan dalam proses produksinya. “Harganya di kisaran Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu per potong,” terangnya.

Pewarta: Imam Nasrodin

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/