alexametrics
20.8 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

14 Sertifikat Dibalik Sengketa Kepemilikan Sardo

MALANG KOTA- Kasus sengketa Swalayan Sardo menjadi salah satu kasus yang diperbincangkan, sengketa tersebut berbuntut pada beberapa aset yang berhubungan dengan Swalayan yang terletak di Jalan Gajayana Malang itu, salah satunya Toko Adika.

Toko Adika yang terletak di Jalan Mayjen Wiyono Nomor 15 Kelurahan Polehan, Kecamatan Kedungkandang, itu juga terseret sengketa tersebut. Padahal, menurut Tergugat, Tatik Suwartiatun, 57, mengatakan, dulu, yang membeli Toko Adika itu adalah Imron Rosyadi (mantan suaminya) sendiri. “Ya pakai rekening Pak Imron, dan yang merenovasi pertama ya, Pak Imron, namun setelah pisah, memang saya yang mengelola, tapi malah sekarang saudaranya Pak Imron (Choiri) menggugat saya dan menuduh saya,” urai Tatik.

Dia menjelaskan, hasil dari Sardo juga bukan hanya Adika, namun ada 18 sertifikat yang lainnya. “Yang empat sertifikat sudah dihibahkan ke anak-anak, nah, yang 14 sertifikat lainnya ini masuk harta gono gini (harta bersama),” ungkapnya.

Adapun 14 sertifikat tersebut di antaranya, Rumah Griyasanta D/301 serta bangunan di depan rumah tersebut (dipakai gudang barang), Tanah di Vinolia, Tanah di Bangil, Bangunan Adika (3 Sertifikat), Sardo Malang (4 Sertifikat), dan Sardo Pandaan. “Ini dulu kami sepakat untuk anak-anak, makanya kami belum pernah membicarakan,”jelas ibu dua anak itu.

Terkait gugatan Toko Adika oleh penggugat yang notabenenya mantan kakak ipar Tatik, dia mengatakan, tidak ada persiapan khusus untuk menghadapi gugatan itu. “Kita tunggu proses selanjutnya di persidangan, kita ikuti alur pengadilan,” tutupnya.

Sementara itu, kuasa hukum tergugat, Heli SH MH menambahkan, pihaknya akan mengikuti tahapan persidangan sesuai prosedur. “Semua agenda persidangan akan kami ikuti, termasuk selasa depan ini, untuk sidang lanjutannya, karena posisi kami sebagai tergugat,” ucapnya.

Begitupun dengan sudut pandang advokat, menurut dia, untuk kasus ini, nantinya semua bisa dilihat di pembuktian. Bukti dan saksi juga akan dipertimbangkan ketika majelis hakim mengambil keputusan.

Senada, kuasa hukum penggugat (Drs Choiri MS) Muhammad Rameli SH juga mengatakan hal yang demikian, pihaknya akan mengikuti prosedur agenda persidangan. “Intinya kami tetap mengawal sesuai gugatan klien kami, untuk keputusannya kan liat di fakta persidangan nanti,” tegas Rameli.

Pewarta: Ulfa Afrian

MALANG KOTA- Kasus sengketa Swalayan Sardo menjadi salah satu kasus yang diperbincangkan, sengketa tersebut berbuntut pada beberapa aset yang berhubungan dengan Swalayan yang terletak di Jalan Gajayana Malang itu, salah satunya Toko Adika.

Toko Adika yang terletak di Jalan Mayjen Wiyono Nomor 15 Kelurahan Polehan, Kecamatan Kedungkandang, itu juga terseret sengketa tersebut. Padahal, menurut Tergugat, Tatik Suwartiatun, 57, mengatakan, dulu, yang membeli Toko Adika itu adalah Imron Rosyadi (mantan suaminya) sendiri. “Ya pakai rekening Pak Imron, dan yang merenovasi pertama ya, Pak Imron, namun setelah pisah, memang saya yang mengelola, tapi malah sekarang saudaranya Pak Imron (Choiri) menggugat saya dan menuduh saya,” urai Tatik.

Dia menjelaskan, hasil dari Sardo juga bukan hanya Adika, namun ada 18 sertifikat yang lainnya. “Yang empat sertifikat sudah dihibahkan ke anak-anak, nah, yang 14 sertifikat lainnya ini masuk harta gono gini (harta bersama),” ungkapnya.

Adapun 14 sertifikat tersebut di antaranya, Rumah Griyasanta D/301 serta bangunan di depan rumah tersebut (dipakai gudang barang), Tanah di Vinolia, Tanah di Bangil, Bangunan Adika (3 Sertifikat), Sardo Malang (4 Sertifikat), dan Sardo Pandaan. “Ini dulu kami sepakat untuk anak-anak, makanya kami belum pernah membicarakan,”jelas ibu dua anak itu.

Terkait gugatan Toko Adika oleh penggugat yang notabenenya mantan kakak ipar Tatik, dia mengatakan, tidak ada persiapan khusus untuk menghadapi gugatan itu. “Kita tunggu proses selanjutnya di persidangan, kita ikuti alur pengadilan,” tutupnya.

Sementara itu, kuasa hukum tergugat, Heli SH MH menambahkan, pihaknya akan mengikuti tahapan persidangan sesuai prosedur. “Semua agenda persidangan akan kami ikuti, termasuk selasa depan ini, untuk sidang lanjutannya, karena posisi kami sebagai tergugat,” ucapnya.

Begitupun dengan sudut pandang advokat, menurut dia, untuk kasus ini, nantinya semua bisa dilihat di pembuktian. Bukti dan saksi juga akan dipertimbangkan ketika majelis hakim mengambil keputusan.

Senada, kuasa hukum penggugat (Drs Choiri MS) Muhammad Rameli SH juga mengatakan hal yang demikian, pihaknya akan mengikuti prosedur agenda persidangan. “Intinya kami tetap mengawal sesuai gugatan klien kami, untuk keputusannya kan liat di fakta persidangan nanti,” tegas Rameli.

Pewarta: Ulfa Afrian

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/