alexametrics
30.6 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Hujan 1,5 Jam, Sembilan Daerah di Kota Malang Kebanjiran

MALANG KOTA – Banjir sore kemarin (4/4) mungkin bisa menjadi pengingat pemkot Malang, agar mempercepat proses penggarapan masterplan drainase. Seperti diketahui, dokumen itu mulai digarap tahun ini. Tujuannya untuk mengurai problem-problem banjir, yang banyak disebabkan karena tidak berfungsinya drainase. Hal itu pula lah yang kemarin terjadi.

Dari pantauan koran ini, ada sembilan titik banjir sore kemarin. Tersebar di Jalan Cengger Ayam, Jalan Soekarno-Hatta (Soehat), Jalan Letjen Sutoyo, Jalan Borobudur, Kawasan Sudimoro, Jalan Gajayana, Jalan Raya Ijen, Taman Bunga Merjosari, dan Jalan Galunggung, Jalan Soehat dan Galunggung menjadi titik yang terparah. Sebab, di sana air menggenang cukup tinggi, sekitar 10 sentimeter.

Beberapa pengendara yang melintas bahkan memilih putar balik. Ada pula beberapa yang nekat menerjang banjir, namun harus menerima kenyataan bahwa kendaraannya mogok di tengah jalan. ”Sudah ada satu mobil dan tiga motor mogok, memang hujannya deras,” kata Rizky Pratama, salah satu pengendara yang melintas di Jalan Galunggung, Kelurahan Gadingkasri, Kecamatan Klojen. Dia menambahkan, hujan memang mengguyur dalam waktu yang relatif singkat. Hanya sekitar 1,5 jam. Namun efek dari derasnya guyuran hujan langsung mengakibatkan banjir. Dia yang hendak ke Jalan Veteran hanya bisa menunggu dan membantu pengendara yang kendaraannya mogok di tengah banjir.

Di tempat lain, Kepala BPBD Kota Malang Alie Mulyanto menjelaskan bila penyebab banjir di sembilan titik memang masih sama, yakni adanya sumbatan di saluran drainase. Sampah yang menumpuk serta sedimentasi lumpur lah yang menjadi biang banjir. ”Sebenarnya sudah dilakukan pembersihan, tapi namanya sampah kalau terbawa arus dari hulu ke hilir pasti bakal menyumbat saluran,” terangnya. Alie juga memprediksi bila hujan bakal terus mengguyur Kota Malang hingga akhir bulan April ini. Intensitas turunnya bakal meninggi pada sore hari. Kondisi itu bisa saja terjadi hingga pergantian musim penghujan ke kemarau, awal Mei nanti. ”Itu (perubahan musim) merupakan prediksi dari BMKG, maka ini bisa jadi acuan ke masyarakat untuk bisa berhatihati,” tandas Alie. (adn/by)

MALANG KOTA – Banjir sore kemarin (4/4) mungkin bisa menjadi pengingat pemkot Malang, agar mempercepat proses penggarapan masterplan drainase. Seperti diketahui, dokumen itu mulai digarap tahun ini. Tujuannya untuk mengurai problem-problem banjir, yang banyak disebabkan karena tidak berfungsinya drainase. Hal itu pula lah yang kemarin terjadi.

Dari pantauan koran ini, ada sembilan titik banjir sore kemarin. Tersebar di Jalan Cengger Ayam, Jalan Soekarno-Hatta (Soehat), Jalan Letjen Sutoyo, Jalan Borobudur, Kawasan Sudimoro, Jalan Gajayana, Jalan Raya Ijen, Taman Bunga Merjosari, dan Jalan Galunggung, Jalan Soehat dan Galunggung menjadi titik yang terparah. Sebab, di sana air menggenang cukup tinggi, sekitar 10 sentimeter.

Beberapa pengendara yang melintas bahkan memilih putar balik. Ada pula beberapa yang nekat menerjang banjir, namun harus menerima kenyataan bahwa kendaraannya mogok di tengah jalan. ”Sudah ada satu mobil dan tiga motor mogok, memang hujannya deras,” kata Rizky Pratama, salah satu pengendara yang melintas di Jalan Galunggung, Kelurahan Gadingkasri, Kecamatan Klojen. Dia menambahkan, hujan memang mengguyur dalam waktu yang relatif singkat. Hanya sekitar 1,5 jam. Namun efek dari derasnya guyuran hujan langsung mengakibatkan banjir. Dia yang hendak ke Jalan Veteran hanya bisa menunggu dan membantu pengendara yang kendaraannya mogok di tengah banjir.

Di tempat lain, Kepala BPBD Kota Malang Alie Mulyanto menjelaskan bila penyebab banjir di sembilan titik memang masih sama, yakni adanya sumbatan di saluran drainase. Sampah yang menumpuk serta sedimentasi lumpur lah yang menjadi biang banjir. ”Sebenarnya sudah dilakukan pembersihan, tapi namanya sampah kalau terbawa arus dari hulu ke hilir pasti bakal menyumbat saluran,” terangnya. Alie juga memprediksi bila hujan bakal terus mengguyur Kota Malang hingga akhir bulan April ini. Intensitas turunnya bakal meninggi pada sore hari. Kondisi itu bisa saja terjadi hingga pergantian musim penghujan ke kemarau, awal Mei nanti. ”Itu (perubahan musim) merupakan prediksi dari BMKG, maka ini bisa jadi acuan ke masyarakat untuk bisa berhatihati,” tandas Alie. (adn/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/