alexametrics
25.6 C
Malang
Thursday, 26 May 2022

Enam Bulan, 27 Kasus Kebakaran Terjadi di Kota Malang

MALANG KOTA – Kewaspadaan akan bahaya kebakaran patut menjadi perhatian warga Kota Malang. Terutama saat memasuki musim kemarau, risiko terjadinya kebakaran lebih besar.

UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang mencatat, selama 6 bulan atau pada semester pertama, sudah ada 27 kali kejadian kebakaran. Kasus kebakaran itu merata di lima kecamatan. Kebakaran tersebut terjadi di beberapa tempat. Seperti rumah dan permukiman, lahan dan pekarangan, pasar toko dan tempat usaha, instalasi listrik, dan industri perdagangan.

Kepala UPT Damkar Satpol PP Kota Malang M. Teguh Budi Wibowo SH mengatakan, di musim kemarau ini sangat rawan terjadi kebakaran. Karena sebagian besar penyebab kebakaran di Kota Malang dipicu oleh kelalaian manusia atau human eror. Misalnya, Teguh membeberkan, selama ini sumber kebakaran mayoritas didominasi instalasi listrik rumah. ”Walaupun itu tidak jelas apa dari milik PLN apa kesalahan dari pemilik bangunan,” terangnya.

Menurut dia, untuk menekan terjadinya kebakaran di Kota Malang, pihaknya intens memberikan edukasi pada masyarakat baik formal maupun non-formal. ”Sebab, ini menjadi tanggung jawab bersama, terutama kesadaran masyarakat,” terangnya.

Sehingga, pihaknya mengimbau, jika masyarakat akan keluar rumah dalam jangka waktu lama, hendaknya peralatan listrik yang tidak dibutuhkan dimatikan. Terlebih, dia menambahkan, untuk elpiji hendaknya selalu diperiksa regulator dan selangnya.

Selain itu, Teguh juga mengimbau agar masyarakat tidak membakar sampah sembarangan. ”Apabila membakar sampah agar ditunggu sampai bahan yang dibakar habis, agar tidak menimbulkan kejadian-kejadian yang tidak diinginkan,” terangnya.

Misalnya, dia mencontohkan, pada 18 Juni lalu terjadi kebakaran di rumah warga di Jalan Sumbersari Gang V B, Kecamatan Lowokwaru. Peristiwa yang terjadi pada pukul 05.30 WIB itu menyebabkan dua lansia mengalami luka-luka. Diduga bahwa sumber api berasal dari gudang yang berada di lantai dua.

Contoh yang lainnya, pada 13 Juni lalu juga terjadi kebakaran di Toko Kelontong Damai Jalan Ki Ageng Gribig, Kelurahan Kedungkandang, Kota Malang. Toko milik Suliyanti, 54, warga Jalan Ki Ageng Gribig No 26 RT 01/RW 01 Kelurahan/Kecamatan Kedungkandang, itu terbakar dalam keadaan toko belum buka. (rmc/ulf/c1/abm)

MALANG KOTA – Kewaspadaan akan bahaya kebakaran patut menjadi perhatian warga Kota Malang. Terutama saat memasuki musim kemarau, risiko terjadinya kebakaran lebih besar.

UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang mencatat, selama 6 bulan atau pada semester pertama, sudah ada 27 kali kejadian kebakaran. Kasus kebakaran itu merata di lima kecamatan. Kebakaran tersebut terjadi di beberapa tempat. Seperti rumah dan permukiman, lahan dan pekarangan, pasar toko dan tempat usaha, instalasi listrik, dan industri perdagangan.

Kepala UPT Damkar Satpol PP Kota Malang M. Teguh Budi Wibowo SH mengatakan, di musim kemarau ini sangat rawan terjadi kebakaran. Karena sebagian besar penyebab kebakaran di Kota Malang dipicu oleh kelalaian manusia atau human eror. Misalnya, Teguh membeberkan, selama ini sumber kebakaran mayoritas didominasi instalasi listrik rumah. ”Walaupun itu tidak jelas apa dari milik PLN apa kesalahan dari pemilik bangunan,” terangnya.

Menurut dia, untuk menekan terjadinya kebakaran di Kota Malang, pihaknya intens memberikan edukasi pada masyarakat baik formal maupun non-formal. ”Sebab, ini menjadi tanggung jawab bersama, terutama kesadaran masyarakat,” terangnya.

Sehingga, pihaknya mengimbau, jika masyarakat akan keluar rumah dalam jangka waktu lama, hendaknya peralatan listrik yang tidak dibutuhkan dimatikan. Terlebih, dia menambahkan, untuk elpiji hendaknya selalu diperiksa regulator dan selangnya.

Selain itu, Teguh juga mengimbau agar masyarakat tidak membakar sampah sembarangan. ”Apabila membakar sampah agar ditunggu sampai bahan yang dibakar habis, agar tidak menimbulkan kejadian-kejadian yang tidak diinginkan,” terangnya.

Misalnya, dia mencontohkan, pada 18 Juni lalu terjadi kebakaran di rumah warga di Jalan Sumbersari Gang V B, Kecamatan Lowokwaru. Peristiwa yang terjadi pada pukul 05.30 WIB itu menyebabkan dua lansia mengalami luka-luka. Diduga bahwa sumber api berasal dari gudang yang berada di lantai dua.

Contoh yang lainnya, pada 13 Juni lalu juga terjadi kebakaran di Toko Kelontong Damai Jalan Ki Ageng Gribig, Kelurahan Kedungkandang, Kota Malang. Toko milik Suliyanti, 54, warga Jalan Ki Ageng Gribig No 26 RT 01/RW 01 Kelurahan/Kecamatan Kedungkandang, itu terbakar dalam keadaan toko belum buka. (rmc/ulf/c1/abm)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/