alexametrics
29.2 C
Malang
Sunday, 14 August 2022

UB Ospek Luring, UM Masih Tanda Tanya

MALANG KOTA – Universitas Brawijaya (UB) sepertinya bakal menjadi kampus negeri pertama di Malang yang menggelar Ospek atau pengenalan kampus secara luring. Itu jika tidak ada hambatan yang membatalkan rencana ospek luring. Sementara Universitas Negeri Malang (UM) masih tanda tanya, apakah Ospek daring atau luring.

Rektor UB Prof Widodo mengatakan, teknis pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus – Mahasiswa Baru (PKK Maba) yang lazim disebut Ospek itu masih digodok oleh bagian kemahasiswaan. Meski masih dalam pembahasan, namun pelaksanaannya secara luring ini tampaknya menuju ke arah positif. “Intinya, sekarang lagi disiapkan. Tetapi pelaksanaan tergantung situasi dan kondisi pada nanti bulan Agustus,” ujar Widodo.

Meski digelar secara luring, Widodo mengatakan, tidak semua mahasiswa baru bisa mengikuti ospek tahun ini. Sebab, jumlah mahasiswa baru (maba) UB sangat banyak, yakni sekitar 17 ribu jiwa. Kemungkinan hanya perwakilan.

“Dari rapat sebelumnya, paling tidak ada 600 mahasiswa yang menjalani PKK Maba luring. Selebihnya akan daring,” tuturnya.

Selain ospek yang akan digelar luring, dia mengatakan, pembelajaran semester depan juga dilaksanakan secara tatap muka 100 persen. Tapi di beberapa fakultas, khususnya yang bersifat teori akan memanfaatkan pembelajaran secara hybrid. Sebab, pengadaan sarana hybrid di setiap fakultas sudah terlaksana sejak tahun lalu.

“Tetap tidak meninggalkan teknologi pembelajaran hybrid yang sudah kami miliki. Karena pandemi memberikan pembelajaran luar biasa bagi kampus maupun mahasiswa untuk lebih menggunakan teknologi,” tandas pria kelahiran Bojonegoro itu.

Sementara itu, Direktur Kemahasiswaan Universitas Negeri Malang (UM) Hendra mengatakan, pihaknya belum membahas terkait teknis pelaksanaan ospek. Dia mengaku masih menunggu arahan dari Wakil Rektor IV UM bidang kemahasiswaan terkait pelaksanaan kegiatan pengenalan kampus tersebut.

“Kami masih menunggu arahan dari Wakil Rektor IV. Sementara ini belum ada pembahasan tentang PKK MB, untuk tahun lalu PKK MB masih secara daring,” terangnya.

Sedangkan di Politeknik Negeri Malang (Polinema), saat ini masih fokus dalam penyelesaian pendaftaran mahasiswa baru. Masih ada beberapa tahap tes jalur mandiri yang dibuka untuk calon mahasiswa. “Keputusan ospek masih belum dibahas. Mungkin nanti menunggu juga kondisi Covid-19 di Kota Malang,” tutur Humas Polinema Samidi. (adk/dan)

MALANG KOTA – Universitas Brawijaya (UB) sepertinya bakal menjadi kampus negeri pertama di Malang yang menggelar Ospek atau pengenalan kampus secara luring. Itu jika tidak ada hambatan yang membatalkan rencana ospek luring. Sementara Universitas Negeri Malang (UM) masih tanda tanya, apakah Ospek daring atau luring.

Rektor UB Prof Widodo mengatakan, teknis pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus – Mahasiswa Baru (PKK Maba) yang lazim disebut Ospek itu masih digodok oleh bagian kemahasiswaan. Meski masih dalam pembahasan, namun pelaksanaannya secara luring ini tampaknya menuju ke arah positif. “Intinya, sekarang lagi disiapkan. Tetapi pelaksanaan tergantung situasi dan kondisi pada nanti bulan Agustus,” ujar Widodo.

Meski digelar secara luring, Widodo mengatakan, tidak semua mahasiswa baru bisa mengikuti ospek tahun ini. Sebab, jumlah mahasiswa baru (maba) UB sangat banyak, yakni sekitar 17 ribu jiwa. Kemungkinan hanya perwakilan.

“Dari rapat sebelumnya, paling tidak ada 600 mahasiswa yang menjalani PKK Maba luring. Selebihnya akan daring,” tuturnya.

Selain ospek yang akan digelar luring, dia mengatakan, pembelajaran semester depan juga dilaksanakan secara tatap muka 100 persen. Tapi di beberapa fakultas, khususnya yang bersifat teori akan memanfaatkan pembelajaran secara hybrid. Sebab, pengadaan sarana hybrid di setiap fakultas sudah terlaksana sejak tahun lalu.

“Tetap tidak meninggalkan teknologi pembelajaran hybrid yang sudah kami miliki. Karena pandemi memberikan pembelajaran luar biasa bagi kampus maupun mahasiswa untuk lebih menggunakan teknologi,” tandas pria kelahiran Bojonegoro itu.

Sementara itu, Direktur Kemahasiswaan Universitas Negeri Malang (UM) Hendra mengatakan, pihaknya belum membahas terkait teknis pelaksanaan ospek. Dia mengaku masih menunggu arahan dari Wakil Rektor IV UM bidang kemahasiswaan terkait pelaksanaan kegiatan pengenalan kampus tersebut.

“Kami masih menunggu arahan dari Wakil Rektor IV. Sementara ini belum ada pembahasan tentang PKK MB, untuk tahun lalu PKK MB masih secara daring,” terangnya.

Sedangkan di Politeknik Negeri Malang (Polinema), saat ini masih fokus dalam penyelesaian pendaftaran mahasiswa baru. Masih ada beberapa tahap tes jalur mandiri yang dibuka untuk calon mahasiswa. “Keputusan ospek masih belum dibahas. Mungkin nanti menunggu juga kondisi Covid-19 di Kota Malang,” tutur Humas Polinema Samidi. (adk/dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/