alexametrics
29.2 C
Malang
Saturday, 28 May 2022

Hari Ini, Tim Juri Kampung Bersinar Mulai Menilai

MALANG KOTA – Tahapan penjurian lomba Kampung Bersinar yang digagas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang dimulai hari ini (5/10) hingga 4 November mendatang. Sebanyak 45 kelurahan di Kota Malang akan dinilai secara bergiliran untuk ditetapkan sebagai kampung terbaik.

Kampung Bersinar Kota Malang 2020

Ada dua tim juri yang diterjunkan, masing-masing beranggotakan lima orang untuk memberi penilaian. Mereka terdiri dari perwakilan perguruan tinggi dari ITN, Kader Lingkungan Kota Malang, LSM Lingkungan, perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup, dan dari media Jawa Pos Radar Malang.

“Penilaian ini dilakukan di seluruh RT yang masuk ke dalam RW yang diusulkan,” kata Ketua Panitia Lomba Kampung Bersinar Rahmad Hidayat.

Menurut Rahmad, Kelurahan Bumiayu, Arjowinangun, dan Wonokoyo yang mendapat giliran penilaian pertama dari puluhan kelurahan yang berpartisipasi dalam kompetisi Kampung Bersinar ini. ”Ada lima indikator penilaian yaitu pengelolaan sampah, pengelolaan penghijauan, konservasi air, pemberdayaan masyarakat dan sarana prasarana sanitasi,” Rahmad.

Ia menjelaskan, masing-masing indikator memiliki bobot poin tersendiri. Sebanyak 15 poin diberikan untuk sarana prasarana sanitasi. Sedangkan untuk pengelolaan penghijauan, konservasi air dan pemberdayaan masyarakat masing-masing mendapat 20 poin. Sedangkan pengelolaan sampah memiliki poin tertinggi yaitu 25.

Pengumuman pemenang akan dilaksanakan 24 November mendatang. Pemenang akan mendapatkan hadiah uang pembinaan. Rinciannya untuk Juara I bakal mendapatkan Rp 25 juta, juara II Rp 20 juta dan juara III sebesar Rp 15 juta. Sementara untuk juara harapan I sebesar Rp 10 juta dan juara harapan II sebesar Rp 7,5 juta. Disamping hadiah uang pembinaan, pemenang juga akan mendapat tropi dan sertifikat dari Wali Kota Malang.

”Melalui kompetisi ini kami berharap masyarakat bisa berperan aktif dalam mengelola lingkungannya,” kata Rahmat. Selain itu juga membudayakan masyarakat untuk hidup bersih dan sehat. Di samping juga merangsang masyarakat untuk memunculkan kreativitas pengelolaan lingkungan.

Pewarta: Intan Refa S

MALANG KOTA – Tahapan penjurian lomba Kampung Bersinar yang digagas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang dimulai hari ini (5/10) hingga 4 November mendatang. Sebanyak 45 kelurahan di Kota Malang akan dinilai secara bergiliran untuk ditetapkan sebagai kampung terbaik.

Kampung Bersinar Kota Malang 2020

Ada dua tim juri yang diterjunkan, masing-masing beranggotakan lima orang untuk memberi penilaian. Mereka terdiri dari perwakilan perguruan tinggi dari ITN, Kader Lingkungan Kota Malang, LSM Lingkungan, perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup, dan dari media Jawa Pos Radar Malang.

“Penilaian ini dilakukan di seluruh RT yang masuk ke dalam RW yang diusulkan,” kata Ketua Panitia Lomba Kampung Bersinar Rahmad Hidayat.

Menurut Rahmad, Kelurahan Bumiayu, Arjowinangun, dan Wonokoyo yang mendapat giliran penilaian pertama dari puluhan kelurahan yang berpartisipasi dalam kompetisi Kampung Bersinar ini. ”Ada lima indikator penilaian yaitu pengelolaan sampah, pengelolaan penghijauan, konservasi air, pemberdayaan masyarakat dan sarana prasarana sanitasi,” Rahmad.

Ia menjelaskan, masing-masing indikator memiliki bobot poin tersendiri. Sebanyak 15 poin diberikan untuk sarana prasarana sanitasi. Sedangkan untuk pengelolaan penghijauan, konservasi air dan pemberdayaan masyarakat masing-masing mendapat 20 poin. Sedangkan pengelolaan sampah memiliki poin tertinggi yaitu 25.

Pengumuman pemenang akan dilaksanakan 24 November mendatang. Pemenang akan mendapatkan hadiah uang pembinaan. Rinciannya untuk Juara I bakal mendapatkan Rp 25 juta, juara II Rp 20 juta dan juara III sebesar Rp 15 juta. Sementara untuk juara harapan I sebesar Rp 10 juta dan juara harapan II sebesar Rp 7,5 juta. Disamping hadiah uang pembinaan, pemenang juga akan mendapat tropi dan sertifikat dari Wali Kota Malang.

”Melalui kompetisi ini kami berharap masyarakat bisa berperan aktif dalam mengelola lingkungannya,” kata Rahmat. Selain itu juga membudayakan masyarakat untuk hidup bersih dan sehat. Di samping juga merangsang masyarakat untuk memunculkan kreativitas pengelolaan lingkungan.

Pewarta: Intan Refa S

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/