alexametrics
22.5 C
Malang
Thursday, 26 May 2022

Sempat Turun Saat PPKM, Laka Lantas di Kota Malang Kembali Naik

MALANG KOTA – Sempat menurun sepanjang pelaksanaan PPKM darurat, angka kecelakaan lalu lintas di Kota Malang kembali meningkat. Data Unit Kecelakaan Lalu Lintas (laka lantas) Polresta Malang Kota mencatat, sepanjang September terlapor 20 kasus kecelakaan dengan korban meninggal sebanyak 5 orang.

Kanit Laka Lantas Polresta Malang Kota Iptu Saiful Ilmi mengatakan, angka kecelakaan sempat menurun pada awal penerapan PPKM Darurat 3 Juli lalu. Sepanjang Juli 2021 misalnya, hanya terjadi 8 kecelakaan lalu lintas dengan dua orang korban meninggal dunia.

Catatan itu menurun drastis bila dibandingkan dengan sebelum penerapan PPKM. Misalnya pada Juni 2021, jumlah kecelakaan mencapai 23 kasus dengan total korban meninggal enam orang. Sayang, penurunan angka kecelakaan itu tidak bisa dipertahankan. Selanjutnya, Agustus angkanya kembali naik menjadi 22 kejadian dengan jumlah korban meninggal lima orang.

Menurut Saiful, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab meningkatnya kembali angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Kota Malang. Di antaranya, pengguna jalan kurang memahami peraturan lalu lintas dan kurang disiplin. Misalnya, pengguna jalan wajib mendahulukan kendaraan yang berjalan lurus dan memprioritaskan yang berada di jalan utama. ”Begitu juga dengan cara mendahului kendaraan yang seharusnya dilakukan dari sisi kanan,” ujarnya.

Dia juga mengingatkan kepada pengendara yang melintas di kawasan rawan kecelakaan lalu lintas, seperti di Jalan Kolonel Sugiyono, agar lebih waspada. Meski tidak terlalu lebar, kawasan itu berstatus sebagai jalan nasional, sehingga berbagai kelas kendaraan berada di jalan yang sama. ”Sering terjadi kendaraan besar (truk) terlibat kecelakaan dengan kendaraan roda dua,” bebernya.

Faktor eksternal juga bisa turut memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas. Misalnya, pepohonan di Kota Malang yang terlalu rimbun kerap menghalangi penerangan jalan umum, sehingga jalanan menjadi remang-remang dan membahayakan pengguna jalan. Untuk mengantisipasi peningkatan kembali angka kecelakaan, pihaknya sudah menerapkan beberapa upaya.

Di antaranya melakukan edukasi kepada masyarakat melalui talk show di beberapa radio tentang pentingnya memahami dan berdisiplin berlalu lintas. ”Unit Pendidikan dan Rekayasa Satlantas juga sudah memasang banner yang berisi imbauan tentang tertib berlalu lintas,” tambahnya.

Beberapa upaya lain adalah melaksanakan edukasi kepada sopir ambulance tentang safety riding yang dilaksanakan di Polresta Malang Kota. Untuk daerah rawan kecelakaan lalu lintas seperti di Jalan Kolonel Sugiyono, Unit Laka Satlantas Polresta Malang Kota mendirikan pos pantau blackspot therapy. Pihaknya juga bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Perhubungan dalam melaksanakan pemangkasan dahan-dahan pohon yang dapat menghalangi sinar penerangan jalan umum. ”Termasuk menambal jalan berlubang yang membahayakan pengguna jalan,” ungkapnya. (ulf/fat/rmc)

MALANG KOTA – Sempat menurun sepanjang pelaksanaan PPKM darurat, angka kecelakaan lalu lintas di Kota Malang kembali meningkat. Data Unit Kecelakaan Lalu Lintas (laka lantas) Polresta Malang Kota mencatat, sepanjang September terlapor 20 kasus kecelakaan dengan korban meninggal sebanyak 5 orang.

Kanit Laka Lantas Polresta Malang Kota Iptu Saiful Ilmi mengatakan, angka kecelakaan sempat menurun pada awal penerapan PPKM Darurat 3 Juli lalu. Sepanjang Juli 2021 misalnya, hanya terjadi 8 kecelakaan lalu lintas dengan dua orang korban meninggal dunia.

Catatan itu menurun drastis bila dibandingkan dengan sebelum penerapan PPKM. Misalnya pada Juni 2021, jumlah kecelakaan mencapai 23 kasus dengan total korban meninggal enam orang. Sayang, penurunan angka kecelakaan itu tidak bisa dipertahankan. Selanjutnya, Agustus angkanya kembali naik menjadi 22 kejadian dengan jumlah korban meninggal lima orang.

Menurut Saiful, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab meningkatnya kembali angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Kota Malang. Di antaranya, pengguna jalan kurang memahami peraturan lalu lintas dan kurang disiplin. Misalnya, pengguna jalan wajib mendahulukan kendaraan yang berjalan lurus dan memprioritaskan yang berada di jalan utama. ”Begitu juga dengan cara mendahului kendaraan yang seharusnya dilakukan dari sisi kanan,” ujarnya.

Dia juga mengingatkan kepada pengendara yang melintas di kawasan rawan kecelakaan lalu lintas, seperti di Jalan Kolonel Sugiyono, agar lebih waspada. Meski tidak terlalu lebar, kawasan itu berstatus sebagai jalan nasional, sehingga berbagai kelas kendaraan berada di jalan yang sama. ”Sering terjadi kendaraan besar (truk) terlibat kecelakaan dengan kendaraan roda dua,” bebernya.

Faktor eksternal juga bisa turut memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas. Misalnya, pepohonan di Kota Malang yang terlalu rimbun kerap menghalangi penerangan jalan umum, sehingga jalanan menjadi remang-remang dan membahayakan pengguna jalan. Untuk mengantisipasi peningkatan kembali angka kecelakaan, pihaknya sudah menerapkan beberapa upaya.

Di antaranya melakukan edukasi kepada masyarakat melalui talk show di beberapa radio tentang pentingnya memahami dan berdisiplin berlalu lintas. ”Unit Pendidikan dan Rekayasa Satlantas juga sudah memasang banner yang berisi imbauan tentang tertib berlalu lintas,” tambahnya.

Beberapa upaya lain adalah melaksanakan edukasi kepada sopir ambulance tentang safety riding yang dilaksanakan di Polresta Malang Kota. Untuk daerah rawan kecelakaan lalu lintas seperti di Jalan Kolonel Sugiyono, Unit Laka Satlantas Polresta Malang Kota mendirikan pos pantau blackspot therapy. Pihaknya juga bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Perhubungan dalam melaksanakan pemangkasan dahan-dahan pohon yang dapat menghalangi sinar penerangan jalan umum. ”Termasuk menambal jalan berlubang yang membahayakan pengguna jalan,” ungkapnya. (ulf/fat/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/