alexametrics
22.9 C
Malang
Wednesday, 18 May 2022

Pasien Covid-19 di RS Lapangan Masih Tersisa Empat Orang

MALANG KOTA – Melandainya kasus Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir tak membuat sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) lengah. Beberapa rumah sakit (RS) rujukan tetap siaga satu untuk mengantisipasi potensi lonjakan pasien Covid-19. Seperti dilakukan RS Lapangan Idjen Boulevard.

Dari pantauan koran ini, mereka tetap menyiagakan 60 tenaga kesehatan (nakes) dan 320 bed untuk pasien Covid-19. ”Semua tetap siaga, meski sejauh ini kami tak merawat pasien (Covid-19) sejak pertengahan April lalu,” terang Kepala RS Lapangan Idjen Boulevard dr Heri Sutanto saat dikonfirmasi kemarin siang (5/5). Heri menambahkan bila potensi peningkatan pasien Covid-19 bisa saja terjadi dalam waktu sepekan mendatang.

Sebab, seorang pasien Covid-19 baru bisa terdeteksi terpapar Covid-19 minimal sepekan setelah melakukan kontak erat dengan pasien Covid-19 lainnya. Bila ada warga yang terpapar korona, dia yakin bila gejalanya saat ini masih ringan. ”Vaksinasi booster jadi penyebabnya, jadinya kekebalan imun seseorang sudah terbentuk. Namun kami tetap berharap jangan sampai ada penambahan,” harap Heri.

Di sisi lain, dia juga melihat bila kelonggaran untuk mudik dan mulai dibukanya tempat-tempat umum turut membuka peluang merebaknya covid. Di tempat lain, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif menyebut bila pasien Covid-19 per kemarin (5/5) tinggal empat orang saja. Tiga pasien masih menjalani isolasi mandiri (isoman) dan satu orang dirawat di RS. Jumlah tersebut menurutnya terus mengalami penurunan sejak awal Ramadan lalu. ”Alhamdulillah sudah menurun kasusnya, namun kami tetap waspada,” papar Husnul.

Agar tak terjadi peningkatan kasus pasien positif Covid-19, pihaknya tetap siaga satu selama dua pekan. Itu dilakukan karena dua pekan ke depan bisa saja ada kenaikan kasus meskipun tak separah gelombang sebelumnya. ”Masa inkubasi virus (Covid-19) setidaknya dua pekan, puskesmas dan RS kami siagakan,” tandasnya. (adn/by)

 

MALANG KOTA – Melandainya kasus Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir tak membuat sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) lengah. Beberapa rumah sakit (RS) rujukan tetap siaga satu untuk mengantisipasi potensi lonjakan pasien Covid-19. Seperti dilakukan RS Lapangan Idjen Boulevard.

Dari pantauan koran ini, mereka tetap menyiagakan 60 tenaga kesehatan (nakes) dan 320 bed untuk pasien Covid-19. ”Semua tetap siaga, meski sejauh ini kami tak merawat pasien (Covid-19) sejak pertengahan April lalu,” terang Kepala RS Lapangan Idjen Boulevard dr Heri Sutanto saat dikonfirmasi kemarin siang (5/5). Heri menambahkan bila potensi peningkatan pasien Covid-19 bisa saja terjadi dalam waktu sepekan mendatang.

Sebab, seorang pasien Covid-19 baru bisa terdeteksi terpapar Covid-19 minimal sepekan setelah melakukan kontak erat dengan pasien Covid-19 lainnya. Bila ada warga yang terpapar korona, dia yakin bila gejalanya saat ini masih ringan. ”Vaksinasi booster jadi penyebabnya, jadinya kekebalan imun seseorang sudah terbentuk. Namun kami tetap berharap jangan sampai ada penambahan,” harap Heri.

Di sisi lain, dia juga melihat bila kelonggaran untuk mudik dan mulai dibukanya tempat-tempat umum turut membuka peluang merebaknya covid. Di tempat lain, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif menyebut bila pasien Covid-19 per kemarin (5/5) tinggal empat orang saja. Tiga pasien masih menjalani isolasi mandiri (isoman) dan satu orang dirawat di RS. Jumlah tersebut menurutnya terus mengalami penurunan sejak awal Ramadan lalu. ”Alhamdulillah sudah menurun kasusnya, namun kami tetap waspada,” papar Husnul.

Agar tak terjadi peningkatan kasus pasien positif Covid-19, pihaknya tetap siaga satu selama dua pekan. Itu dilakukan karena dua pekan ke depan bisa saja ada kenaikan kasus meskipun tak separah gelombang sebelumnya. ”Masa inkubasi virus (Covid-19) setidaknya dua pekan, puskesmas dan RS kami siagakan,” tandasnya. (adn/by)

 

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/