alexametrics
21 C
Malang
Wednesday, 10 August 2022

300 CCTV Bantu Urai Problem Masyarakat

MALANG KOTA –Sejak 2017, Pemkot Malang gencar memasang CCTV atau kamera pengawas di berbagai sudut kota. Pada tahun itu, jumlah kamera yang berhasil di pasang sebanyak 101 CCTV.Saat ini jumlahnya sudah mencapai 300 dan tersebar di berbagai titik.Kemanfaatan fasilitas itu pun sangat terasa, baik oleh instansi pemerintah, kepolisian, bahkan masyarakat.

Pihak kepolisian bisa memanfaatkan fasilitas itu untuk membantu mengungkap kasus kriminalitas.Dinas perhubungan (dishub) kerap menggunakannya untuk memantau titik kepadatan jalan. Bahkan pemkot memfasilitasi warga yang ingin memantau kondisi kota melalui CCTV.

”Semua CCTV aktif, masyarakat bisa lihat melalui website secara real time,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Kota Malang NurWidianto.

Pria yang akrab disapa Wiwid itu menambahkan, CCTV yang sudah terpasang telah banyak membantu penyelesaian sejumlah keluhan masyarakat.Kemacetan dan kasus kriminal menjadi dua keluhan yang kerap diterima Dinas Kominfo Kota Malang.Terutama untuk kasus kriminal, Wiwid memberikan akses kemudahan warga untuk mengambil data.Namun harus ada izin tertulis.

”Warga bisa minta izin dulu ke Polresta Malang Kota. Kalau sudah ada bukti izin bakal kami fasilitasi,” imbuh pejabat eselon II B Pemkot Malang itu.

Tiap bulan, setidaknya ada satu sampai dua warga yang mengajukan izin untuk meminta rekaman CCTV.Itu menunjukkan bahwa keberadaan kamera pengawas benar-benar memiliki nilai guna bagi masyarakat.Bukan hanya untuk lembaga pemerintahan saja.

Khusus untuk kepolisian, salah satu contoh manfaat kamera pengawas itu dirasakan pada saat mengusut peristiwa mobil yang menabrak Alun-Alun Tugu pada November 2021.Dari rekaman CCTV, terlihat pengendara memang lalai sebelum mobilnya menghantam pagar alun-alun. ”Terlihat dengan sangat jelas bahwa mobil itu mengambil lajur pengendara lain tanpa memberi peringatan, kemudian terjadi kecelakaan,” papar Wiwid.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang juga memanfaatkan kamera pengawas itu untuk sejumlah kepentingan.Kerap kali dishub memberikan peringatan lisan dari kantor pusat kendali CCTV milik dishub untuk menegur pengendara. ”Pantauan kami, kamera CCTV sangat efektif untuk bahan memberikan peringatan kepada pengendara yang melanggar lalu lintas,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub Kota Malang HandiPriyanto.

Terbaru, mereka menegur secara langsung pengendara yang ketahuan merokok saat berkendara di Simpang Empat Jalan JalanBasuki Rahmat.Petugas dishub memberikan peringatan dari pusat kontrol CCTV yang terhubung ke loudspeaker traffic light.

Selama dua pekan terakhir, Handi juga menyebut disiplin warga untuk berkendara mulai terlihat.Namun tertib berkendara itu hanya di persimpangan.”Nanti kami mau menambah unit CCTV yang terhubung dengan ATCS. Dengan begitu Kota Malang bisa disiplin seperti Bandung dan Surabaya,” tegas Handi.

Bantu Ungkap Lima Perkara Tabrak Lari

Pemasangan CCTV di berbagai sudut jalan raya juga sangat berguna dalam pengungkapan kasus-kasus tabrak lari.Misalnya yang dirasakan Unit LakaSatlantasPolresta Malang Kota. Sejak Januari 2022, mereka bisa mengungkap lima kasus tabrak lari berkat rekaman CCTV.

Untuk  kasus kecelakaan lalu lintas, rekaman kamera pengawas sangat berguna sebagai alat verifikasi. Utamanya soal kronologi kejadian.  Sebab, keterangan yang diperoleh di lapangan kerap berbeda antara satu saksi dengan saksi yang lain. ”Rekaman CCTV ini bisa membuktikan betul atau tidaknya keterangan masyarakat tentang sebuah kejadian,” kata Kanit Penegakan Hukum (Gakkum) SatlantasPolresta Malang Kota IptuSaifulIlmi kemarin (5/7).

Menurut Saiful, mengusut sebuah kasus kecelakaan lalu lintas tak lagi bisa bergantung pada keterangan saksi. Apalagi jika terkait dengan tabrak lari.Potensi adanya simpang siur informasi tentang kronologi kejadian sangat mungkin terjadi.Rekaman CCTV dapat membantu menentukan siapa yang salah atau penyebab terjadinya kecelakaan.

Dalam banyak kejadian, laporan awal yang masuk ke Unit Laka adalah tabrak lari.Tetapi ada yang sebagian tidak terbukti.”Kadang kecelakaan itu justru terjadi karena kelalaian korban. Misalnya, sebelum tertabrak korban tiba-tiba berhenti pada posisi yang tidak benar,” terangnya.

Selain untuk merunut kronologi kecelakaan lalu lintas, rekaman kamera pengawas juga berguna untuk penelusuran ciri-ciri kendaraan.Khususnya jenis kendaraan, warna, dan pelat nomor.  Ciri-ciri semacam itu bisa didapatkan dari rekaman CCTV milik pemerintah, gedung publik,  maupun rumah warga yang berada di sekitar lokasi kejadian. Misalnya CCTV yang ada di toko, minimarket, masjid, atau fasilitas umum lainnya.

Salah satu pengungkapan kasus tabrak lari yang memanfaatkan CCTV dilakukan polisi untuk peristiwa 7 Februari 2022 lalu.Malam itu, sekitar pukul 00.25,pengendara Suzuki Ertiga menabrak seorang pejalan kaki bernama EkoHadiKurniawan, 28, di Jalan TumenggungSuryo.

Meski pengendara mobil itu melarikan diri, polisi berhasil melacaknya melalui rekaman CCTV.Melalui identifikasi jenis kendaraan dan nomor polisinya, pelaku tabrak lari diketahui bernama Nur Ali.Kabarnya, dia sudah divonis hukuman 4 bulan penjara pada 8 Juni 2022 lalu.

Beberapa kasus tabrak lari lainnya yang berhasil diungkap polisi dengan memanfaatkan CCTV terjadi di Jalan Ahmad Yani, TumenggungSuryo, Muharto, dan Terusan Dieng.Meski demikian, CCTV juga masih memiliki kelemahan.

”Kalau hujan terkadang butir-butir airnya menghalangi kamera,” kata Saiful. Sisi lemah lain adalah posisi kamera yang terkadang tidak langsung mengarah ke lokasi. Bisa jadi terlalu jauh atau sudutnyaterlalu miring.(adn/biy/fat)

MALANG KOTA –Sejak 2017, Pemkot Malang gencar memasang CCTV atau kamera pengawas di berbagai sudut kota. Pada tahun itu, jumlah kamera yang berhasil di pasang sebanyak 101 CCTV.Saat ini jumlahnya sudah mencapai 300 dan tersebar di berbagai titik.Kemanfaatan fasilitas itu pun sangat terasa, baik oleh instansi pemerintah, kepolisian, bahkan masyarakat.

Pihak kepolisian bisa memanfaatkan fasilitas itu untuk membantu mengungkap kasus kriminalitas.Dinas perhubungan (dishub) kerap menggunakannya untuk memantau titik kepadatan jalan. Bahkan pemkot memfasilitasi warga yang ingin memantau kondisi kota melalui CCTV.

”Semua CCTV aktif, masyarakat bisa lihat melalui website secara real time,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Kota Malang NurWidianto.

Pria yang akrab disapa Wiwid itu menambahkan, CCTV yang sudah terpasang telah banyak membantu penyelesaian sejumlah keluhan masyarakat.Kemacetan dan kasus kriminal menjadi dua keluhan yang kerap diterima Dinas Kominfo Kota Malang.Terutama untuk kasus kriminal, Wiwid memberikan akses kemudahan warga untuk mengambil data.Namun harus ada izin tertulis.

”Warga bisa minta izin dulu ke Polresta Malang Kota. Kalau sudah ada bukti izin bakal kami fasilitasi,” imbuh pejabat eselon II B Pemkot Malang itu.

Tiap bulan, setidaknya ada satu sampai dua warga yang mengajukan izin untuk meminta rekaman CCTV.Itu menunjukkan bahwa keberadaan kamera pengawas benar-benar memiliki nilai guna bagi masyarakat.Bukan hanya untuk lembaga pemerintahan saja.

Khusus untuk kepolisian, salah satu contoh manfaat kamera pengawas itu dirasakan pada saat mengusut peristiwa mobil yang menabrak Alun-Alun Tugu pada November 2021.Dari rekaman CCTV, terlihat pengendara memang lalai sebelum mobilnya menghantam pagar alun-alun. ”Terlihat dengan sangat jelas bahwa mobil itu mengambil lajur pengendara lain tanpa memberi peringatan, kemudian terjadi kecelakaan,” papar Wiwid.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang juga memanfaatkan kamera pengawas itu untuk sejumlah kepentingan.Kerap kali dishub memberikan peringatan lisan dari kantor pusat kendali CCTV milik dishub untuk menegur pengendara. ”Pantauan kami, kamera CCTV sangat efektif untuk bahan memberikan peringatan kepada pengendara yang melanggar lalu lintas,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub Kota Malang HandiPriyanto.

Terbaru, mereka menegur secara langsung pengendara yang ketahuan merokok saat berkendara di Simpang Empat Jalan JalanBasuki Rahmat.Petugas dishub memberikan peringatan dari pusat kontrol CCTV yang terhubung ke loudspeaker traffic light.

Selama dua pekan terakhir, Handi juga menyebut disiplin warga untuk berkendara mulai terlihat.Namun tertib berkendara itu hanya di persimpangan.”Nanti kami mau menambah unit CCTV yang terhubung dengan ATCS. Dengan begitu Kota Malang bisa disiplin seperti Bandung dan Surabaya,” tegas Handi.

Bantu Ungkap Lima Perkara Tabrak Lari

Pemasangan CCTV di berbagai sudut jalan raya juga sangat berguna dalam pengungkapan kasus-kasus tabrak lari.Misalnya yang dirasakan Unit LakaSatlantasPolresta Malang Kota. Sejak Januari 2022, mereka bisa mengungkap lima kasus tabrak lari berkat rekaman CCTV.

Untuk  kasus kecelakaan lalu lintas, rekaman kamera pengawas sangat berguna sebagai alat verifikasi. Utamanya soal kronologi kejadian.  Sebab, keterangan yang diperoleh di lapangan kerap berbeda antara satu saksi dengan saksi yang lain. ”Rekaman CCTV ini bisa membuktikan betul atau tidaknya keterangan masyarakat tentang sebuah kejadian,” kata Kanit Penegakan Hukum (Gakkum) SatlantasPolresta Malang Kota IptuSaifulIlmi kemarin (5/7).

Menurut Saiful, mengusut sebuah kasus kecelakaan lalu lintas tak lagi bisa bergantung pada keterangan saksi. Apalagi jika terkait dengan tabrak lari.Potensi adanya simpang siur informasi tentang kronologi kejadian sangat mungkin terjadi.Rekaman CCTV dapat membantu menentukan siapa yang salah atau penyebab terjadinya kecelakaan.

Dalam banyak kejadian, laporan awal yang masuk ke Unit Laka adalah tabrak lari.Tetapi ada yang sebagian tidak terbukti.”Kadang kecelakaan itu justru terjadi karena kelalaian korban. Misalnya, sebelum tertabrak korban tiba-tiba berhenti pada posisi yang tidak benar,” terangnya.

Selain untuk merunut kronologi kecelakaan lalu lintas, rekaman kamera pengawas juga berguna untuk penelusuran ciri-ciri kendaraan.Khususnya jenis kendaraan, warna, dan pelat nomor.  Ciri-ciri semacam itu bisa didapatkan dari rekaman CCTV milik pemerintah, gedung publik,  maupun rumah warga yang berada di sekitar lokasi kejadian. Misalnya CCTV yang ada di toko, minimarket, masjid, atau fasilitas umum lainnya.

Salah satu pengungkapan kasus tabrak lari yang memanfaatkan CCTV dilakukan polisi untuk peristiwa 7 Februari 2022 lalu.Malam itu, sekitar pukul 00.25,pengendara Suzuki Ertiga menabrak seorang pejalan kaki bernama EkoHadiKurniawan, 28, di Jalan TumenggungSuryo.

Meski pengendara mobil itu melarikan diri, polisi berhasil melacaknya melalui rekaman CCTV.Melalui identifikasi jenis kendaraan dan nomor polisinya, pelaku tabrak lari diketahui bernama Nur Ali.Kabarnya, dia sudah divonis hukuman 4 bulan penjara pada 8 Juni 2022 lalu.

Beberapa kasus tabrak lari lainnya yang berhasil diungkap polisi dengan memanfaatkan CCTV terjadi di Jalan Ahmad Yani, TumenggungSuryo, Muharto, dan Terusan Dieng.Meski demikian, CCTV juga masih memiliki kelemahan.

”Kalau hujan terkadang butir-butir airnya menghalangi kamera,” kata Saiful. Sisi lemah lain adalah posisi kamera yang terkadang tidak langsung mengarah ke lokasi. Bisa jadi terlalu jauh atau sudutnyaterlalu miring.(adn/biy/fat)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/