alexametrics
28.8 C
Malang
Saturday, 13 August 2022

Pipa Tua Jebol, Ranugrati Jadi Sungai

MALANG KOTA – Pipa air PDAM (kini Perumda Tugu Tirta) kembali jebol. Setelah beberapa waktu lalu di Tumpang, sore kemarin (5/7) terjadi di kawasan Jalan Ranugrati, Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang. Kini lebih parah. Jebolnya pipa air tersebut menyebabkan banjir di simpang empat jalan tersebut. Air setinggi mata kaki pun tak bisa terelakkan. Sehingga jalan raya itu bak sungai.

Sebenarnya, tanda-tanda pipa akan jebol sudah terlihat sejak Senin malam (4/7). Rembesan air mulai terlihat di sekitar persimpangan tersebut.

”Sekitar jam 22.00 rembesan air terlihat, lokasinya pun sama kayak yang jebol sekarang,” kata Angelina Siska, salah satu warga sekitar dekat lokasi pipa jebol tersebut.

Siska yang melintas di jalan tersebut merasa heran karena rembesan air terus saja menggenang. Bahkan rembesan air tersebut masih terus terjadi hingga pagi kemarin. Alhasil pada sore hari pipa tersebut jebol.

“Saya heran juga kenapa kok kasus pipa jebol masih terus terjadi,” tanyanya.

Menanggapi hal itu, Direktur Utama (Dirut) Perumda Tugu Tirta M. Nor Muhlas menjelaskan kasus pipa jebol yang terjadi sore kemarin disebabkan usia pipa yang menua. Dia menyebut pipa yang jebol memang butuh perawatan berkala. Untuk perbaikan pipa, Muhlas menyebut butuh empat jam untuk memperbaiki pipa yang jebol.

“Perbaikan kami sambung dengan pipa yang baru,” jelas Muhlas.

Akibat dari pipa yang jebol itu, setidaknya ada 11 kelurahan yang tak teraliri air. Meski demikian, Muhlas memberikan layanan tangki truk secara gratis. Hingga pukul 16.50, sejumlah petugas masih memperbaiki pipa yang jebol tersebut. (adn/abm)

MALANG KOTA – Pipa air PDAM (kini Perumda Tugu Tirta) kembali jebol. Setelah beberapa waktu lalu di Tumpang, sore kemarin (5/7) terjadi di kawasan Jalan Ranugrati, Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang. Kini lebih parah. Jebolnya pipa air tersebut menyebabkan banjir di simpang empat jalan tersebut. Air setinggi mata kaki pun tak bisa terelakkan. Sehingga jalan raya itu bak sungai.

Sebenarnya, tanda-tanda pipa akan jebol sudah terlihat sejak Senin malam (4/7). Rembesan air mulai terlihat di sekitar persimpangan tersebut.

”Sekitar jam 22.00 rembesan air terlihat, lokasinya pun sama kayak yang jebol sekarang,” kata Angelina Siska, salah satu warga sekitar dekat lokasi pipa jebol tersebut.

Siska yang melintas di jalan tersebut merasa heran karena rembesan air terus saja menggenang. Bahkan rembesan air tersebut masih terus terjadi hingga pagi kemarin. Alhasil pada sore hari pipa tersebut jebol.

“Saya heran juga kenapa kok kasus pipa jebol masih terus terjadi,” tanyanya.

Menanggapi hal itu, Direktur Utama (Dirut) Perumda Tugu Tirta M. Nor Muhlas menjelaskan kasus pipa jebol yang terjadi sore kemarin disebabkan usia pipa yang menua. Dia menyebut pipa yang jebol memang butuh perawatan berkala. Untuk perbaikan pipa, Muhlas menyebut butuh empat jam untuk memperbaiki pipa yang jebol.

“Perbaikan kami sambung dengan pipa yang baru,” jelas Muhlas.

Akibat dari pipa yang jebol itu, setidaknya ada 11 kelurahan yang tak teraliri air. Meski demikian, Muhlas memberikan layanan tangki truk secara gratis. Hingga pukul 16.50, sejumlah petugas masih memperbaiki pipa yang jebol tersebut. (adn/abm)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/