alexametrics
23.3 C
Malang
Monday, 15 August 2022

Per Hari, Terjadi 1-2 Kasus Kecelakaan

MALANG KOTA – Angka kecelakaan di Kota Malang relatif tinggi. Sepanjang Juli lalu, Satlantas Polresta Malang Kota mencatat sebanyak 40 kasus kecelakaan lalu lintas (laka lantas). Jika di rata­rata, setiap hari ada 1­2 kasus kecelakaan di Kota Pendidikan ini.

Jumlah kasus kecelakaan ini meningkat jika dibanding Juni lalu, sekitar 32 kejadian. Dari 40 kejadian laka lantas tersebut, dua korban meninggal dunia. Sisanya sebanyak 57 korban hanya mengalami luka ringan.

“Meskipun Juni lalu jumlah laka lantasnya lebih sedikit dibandingkan Juli, tetapi korban meninggal dunia ada sebanyak lima orang,” ujar Kanit Gakkum Polresta Malang Kota Iptu Saiful Ilmi, kemarin.

Saiful menyebut, dari 40 kejadian laka lantas tersebut, kerugian materi ditaksir mencapai Rp 25 juta. Menurut dia, patroli dan operasi patuh lalu lintas turut menekan angka kasus kecelakaan lalu lintas.

“Masyarakat itu kalau sudah diumumkan ada operasi, yang awalnya tidak mau pakai helm akhirnya jadi mau pakai. Dan itu sebenarnya ya untuk keselamatannya sendiri,” katanya.

Terpisah, Kasatlantas Polresta Malang Kota Kompol Yoppy Anggi Khrisna menambahkan, penyebab laka lantas tetap sama, yakni kurangnya kedisiplinan dalam berlalu lintas. Berdasarkan analisis dan evaluasi direktorat lalu lintas (ditlantas) periode Januari hingga Mei lalu terjadi peningkatan signifikan terkait angka pelanggaran lalu lintas. Khrisna mengatakan, ada peningkatan sebanyak 27 persen dibanding tahun lalu. “Peningkatan itu juga dibarengi dengan peningkatan angka laka lantas sebesar 36 persen,” ujarnya. (dre/dan)

MALANG KOTA – Angka kecelakaan di Kota Malang relatif tinggi. Sepanjang Juli lalu, Satlantas Polresta Malang Kota mencatat sebanyak 40 kasus kecelakaan lalu lintas (laka lantas). Jika di rata­rata, setiap hari ada 1­2 kasus kecelakaan di Kota Pendidikan ini.

Jumlah kasus kecelakaan ini meningkat jika dibanding Juni lalu, sekitar 32 kejadian. Dari 40 kejadian laka lantas tersebut, dua korban meninggal dunia. Sisanya sebanyak 57 korban hanya mengalami luka ringan.

“Meskipun Juni lalu jumlah laka lantasnya lebih sedikit dibandingkan Juli, tetapi korban meninggal dunia ada sebanyak lima orang,” ujar Kanit Gakkum Polresta Malang Kota Iptu Saiful Ilmi, kemarin.

Saiful menyebut, dari 40 kejadian laka lantas tersebut, kerugian materi ditaksir mencapai Rp 25 juta. Menurut dia, patroli dan operasi patuh lalu lintas turut menekan angka kasus kecelakaan lalu lintas.

“Masyarakat itu kalau sudah diumumkan ada operasi, yang awalnya tidak mau pakai helm akhirnya jadi mau pakai. Dan itu sebenarnya ya untuk keselamatannya sendiri,” katanya.

Terpisah, Kasatlantas Polresta Malang Kota Kompol Yoppy Anggi Khrisna menambahkan, penyebab laka lantas tetap sama, yakni kurangnya kedisiplinan dalam berlalu lintas. Berdasarkan analisis dan evaluasi direktorat lalu lintas (ditlantas) periode Januari hingga Mei lalu terjadi peningkatan signifikan terkait angka pelanggaran lalu lintas. Khrisna mengatakan, ada peningkatan sebanyak 27 persen dibanding tahun lalu. “Peningkatan itu juga dibarengi dengan peningkatan angka laka lantas sebesar 36 persen,” ujarnya. (dre/dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/