alexametrics
28.8 C
Malang
Saturday, 13 August 2022

Polisi Amankan Pemabuk dan Razia Warung Miras

PENERTIBAN minuman keras (miras) tidak hanya dilakukan Satpol PP Kota Malang. Sat Samaptha Polresta Malang Kota juga melakukan hal serupa. Dalam dua pekan terakhir, mereka mengamankan dua pemabuk dan merazia penjual minuman keras ilegal. 

Misalnya pada Sabtu malam (30/7) sekitar pukul 22.00. Polisi mengamankan dua orang yang sedang mabuk di Jalan Veteran, Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Lowokwaru. Dua orang itu adalah Adriana, 32, dan Ham Misbakh, 22. ”Mereka kami amankan karena mabuk di depan masyarakat umum. Waktu itu tempatnya di depan Matos,” kata Kasat Sabhara Polresta Malang Kota Kompol Syabain Rahmat kemarin siang (5/8). 

Dari tangan dua warga Kecamatan Sukun itu, polisi menyita dua botol anggur merah. Masih dalam kondisi mabuk, keduanya mengaku sengaja minum untuk menghabiskan waktu selepas pulang kerja. ”Setelah kami tanya lagi, ternyata mereka ada masalah di rumah. Makanya mabuk di pinggir jalan,” imbuh Bain. Kedua orang itu pun dinyatakan melanggar pasal 536 KUHP tentang mabuk di tempat umum. Pasal itu tergolong sebagai tindak pidana ringan atau tipiring. Keduanya sudah disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Malang pada Rabu (3/8) . 

Sementara itu, razia warung yang menjual minuman beralkohol secara ilegal dilakukan kemarin siang. Sasarannya adalah dua warung di Kelurahan Bakalan Krajan dan Gadang, Kecamatan Sukun. ”Ini dalam rangka operasi gabungan pengamanan pertandingan Arema vs PSS Sleman,” ucap dia. 

Razia itu sekaligus langkah pengamanan lingkungan dan pencegahan dari tindak pidana yang disebabkan minuman keras (miras). Polisi yang sedang patroli dan sudah mengantongi informasi itu pun langsung melakukan penggerebekan. 

Dari dua warung tersebut, delapan botol miras jenis arak, anggur merah, dan bir diamankan oleh petugas. Masing-masing pemilik warung turut dibawa untuk dimintai keterangan. Nasib mereka akan ditentukan di PN Malang untuk menjalani sidang tipiring. Apakah cukup dengan denda atau kurungan. (biy/fat)

PENERTIBAN minuman keras (miras) tidak hanya dilakukan Satpol PP Kota Malang. Sat Samaptha Polresta Malang Kota juga melakukan hal serupa. Dalam dua pekan terakhir, mereka mengamankan dua pemabuk dan merazia penjual minuman keras ilegal. 

Misalnya pada Sabtu malam (30/7) sekitar pukul 22.00. Polisi mengamankan dua orang yang sedang mabuk di Jalan Veteran, Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Lowokwaru. Dua orang itu adalah Adriana, 32, dan Ham Misbakh, 22. ”Mereka kami amankan karena mabuk di depan masyarakat umum. Waktu itu tempatnya di depan Matos,” kata Kasat Sabhara Polresta Malang Kota Kompol Syabain Rahmat kemarin siang (5/8). 

Dari tangan dua warga Kecamatan Sukun itu, polisi menyita dua botol anggur merah. Masih dalam kondisi mabuk, keduanya mengaku sengaja minum untuk menghabiskan waktu selepas pulang kerja. ”Setelah kami tanya lagi, ternyata mereka ada masalah di rumah. Makanya mabuk di pinggir jalan,” imbuh Bain. Kedua orang itu pun dinyatakan melanggar pasal 536 KUHP tentang mabuk di tempat umum. Pasal itu tergolong sebagai tindak pidana ringan atau tipiring. Keduanya sudah disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Malang pada Rabu (3/8) . 

Sementara itu, razia warung yang menjual minuman beralkohol secara ilegal dilakukan kemarin siang. Sasarannya adalah dua warung di Kelurahan Bakalan Krajan dan Gadang, Kecamatan Sukun. ”Ini dalam rangka operasi gabungan pengamanan pertandingan Arema vs PSS Sleman,” ucap dia. 

Razia itu sekaligus langkah pengamanan lingkungan dan pencegahan dari tindak pidana yang disebabkan minuman keras (miras). Polisi yang sedang patroli dan sudah mengantongi informasi itu pun langsung melakukan penggerebekan. 

Dari dua warung tersebut, delapan botol miras jenis arak, anggur merah, dan bir diamankan oleh petugas. Masing-masing pemilik warung turut dibawa untuk dimintai keterangan. Nasib mereka akan ditentukan di PN Malang untuk menjalani sidang tipiring. Apakah cukup dengan denda atau kurungan. (biy/fat)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/