alexametrics
28 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

Harusnya 20 Persen, Luas RTH Kota Malang Masih 4 Persen

MALANG KOTA – Pemkot Malang harus punya banyak cara untuk memenuhi target luasan ruang terbuka hijau (RTH). Karena merujuk Peraturan Daerah (Perda) Kota Malang nomor 4 tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) tahun 2010 – 2030, luas minimal RTH dipatok 20 persen dari luas wilayah. Namun hingga saat ini RTH di Kota Malang masih berada di kisaran 4 persen.

”Ya, data itu (jumlah RTH) benar, RTH di Kota Malang masih bekisar di angka (4 persen) tersebut,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Dwi Rahayu. Ia menambahkan, data tersebut merupakan RTH publik. Berbeda lagi dengan RTH private milik Pemkot Malang, yang sudah berkisar di angka 10 persen. Dwi mengakui bila penambahan luas RTH publik bukan urusan mudah.

Jika dibedah, ia menyebut bila realisasi penambahan RTH baru bisa terjadi secara signifikan di tahun 2041. Jumlah penambahannya pun hanya sekitar 3 persen. Sehingga perlu ada kajian dan waktu yang cukup lama. ”(Perda) perlu direview lagi, saat ini masih proses (persiapan, red) di Kementerian ATR (Agraria dan Tata Ruang). Sebab hasil analisa awal menyebutkan bila RTH 7,95 persen baru bisa tercapai di tahun 2041,” beber Dwi.

Pejabat eselon II-B Pemkot Malang itu menambahkan bila penambahan RTH publik tak hanya mengandalkan pengadaan lahan baru saja. Oleh karena itu, kini Pemkot Malang terus menggencarkan penyerahan prasarana, sarana dan utilitas umum (PSU) dari sejumlah developer. Selain itu, penetapan sejumlah aset yang belum menjadi RTH juga terus dipercepat. Penetapan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) juga jadi andalan pemkot.

Dipastikan Dwi, saat ini Bappeda Kota Malang terus melakukan kajian dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang untuk menambah luasan RTH. Rencana terdekat, ada sejumlah penambahan taman di tahun ini dan tahun depan. Sehingga pelan tapi pasti, penambahan RTH publik bisa ada progres. ”Penambahan ini (taman, red) setiap tahun setidaknya terbilang bagus. Tinggal nanti juga harus ada penambahan lainnya,” imbuh perempuan berkacamata itu. (rmc/adn/by)

MALANG KOTA – Pemkot Malang harus punya banyak cara untuk memenuhi target luasan ruang terbuka hijau (RTH). Karena merujuk Peraturan Daerah (Perda) Kota Malang nomor 4 tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) tahun 2010 – 2030, luas minimal RTH dipatok 20 persen dari luas wilayah. Namun hingga saat ini RTH di Kota Malang masih berada di kisaran 4 persen.

”Ya, data itu (jumlah RTH) benar, RTH di Kota Malang masih bekisar di angka (4 persen) tersebut,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Dwi Rahayu. Ia menambahkan, data tersebut merupakan RTH publik. Berbeda lagi dengan RTH private milik Pemkot Malang, yang sudah berkisar di angka 10 persen. Dwi mengakui bila penambahan luas RTH publik bukan urusan mudah.

Jika dibedah, ia menyebut bila realisasi penambahan RTH baru bisa terjadi secara signifikan di tahun 2041. Jumlah penambahannya pun hanya sekitar 3 persen. Sehingga perlu ada kajian dan waktu yang cukup lama. ”(Perda) perlu direview lagi, saat ini masih proses (persiapan, red) di Kementerian ATR (Agraria dan Tata Ruang). Sebab hasil analisa awal menyebutkan bila RTH 7,95 persen baru bisa tercapai di tahun 2041,” beber Dwi.

Pejabat eselon II-B Pemkot Malang itu menambahkan bila penambahan RTH publik tak hanya mengandalkan pengadaan lahan baru saja. Oleh karena itu, kini Pemkot Malang terus menggencarkan penyerahan prasarana, sarana dan utilitas umum (PSU) dari sejumlah developer. Selain itu, penetapan sejumlah aset yang belum menjadi RTH juga terus dipercepat. Penetapan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) juga jadi andalan pemkot.

Dipastikan Dwi, saat ini Bappeda Kota Malang terus melakukan kajian dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang untuk menambah luasan RTH. Rencana terdekat, ada sejumlah penambahan taman di tahun ini dan tahun depan. Sehingga pelan tapi pasti, penambahan RTH publik bisa ada progres. ”Penambahan ini (taman, red) setiap tahun setidaknya terbilang bagus. Tinggal nanti juga harus ada penambahan lainnya,” imbuh perempuan berkacamata itu. (rmc/adn/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/