alexametrics
24.5 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

4 Tahun Mangkrak, Konsep Revitalisasi Pasar Gadang Belum Kelar

MALANG KOTA – Gerak cepat harus dilakukan Pemkot Malang untuk melanjutkan pembangunan Pasar Induk Gadang. Sebab bila terus ditunda-tunda, bisa saja proyek pembangunan yang baru pembuatan pilar itu jadi ”museum”. Karena sudah sekitar empat tahunan, proyek yang digarap PT Patra Berkah Itqoni itu berhenti total.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, rencana pembangunan Pasar Induk Gadang masih perlu pematangan konsep. Sebab pemkot masih terikat perjanjian kerja sama (PKS) dengan PT Patra Berkah Itqoni. Pematangan konsep pembangunan nantinya bakal mengurai sejumlah masalah ketika telah terbangun.

“Maka dari itu kami masih melakukan komunikasi intens dengan mereka (PT Patra Berkah Itqoni, Red) agar mendapat legal opinion dari kajian yang dilakukan,” katanya kemarin (5/10).

Orang nomor satu di Pemkot Malang lebih memilih kajian yang lebih mendalam supaya tidak ada permasalahan di kemudian hari. Sebab rencana awal pemkot membangun pasar tersebut adalah dua lantai. Namun hal itu bisa saja berubah sesuai dengan permintaan investor.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika mendorong pemkot untuk melakukan percepatan. Khususnya komunikasi dengan pihak investor yang sudah lama menunggu. Dia pun khawatir jika terlalu banyak wacana akan berdampak menjadi museum.

“Kami khawatir nanti jadi museum pembangunan mangkrak, kasihan pedagang yang telah dijanjikan di tempat tersebut,” tegas Made.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu menilai pemkot perlu ada evaluasi kembali. Proyek revitalisasi di enam pasar memang sudah jalan, tinggal menunggu megaproyek revitalisasi dua pasar lain yakni Pasar Besar dan Pasar Induk Gadang. Jika memang perlu saran dan masukan, pihaknya siap untuk mengakomodir. (and/abm/rmc)

MALANG KOTA – Gerak cepat harus dilakukan Pemkot Malang untuk melanjutkan pembangunan Pasar Induk Gadang. Sebab bila terus ditunda-tunda, bisa saja proyek pembangunan yang baru pembuatan pilar itu jadi ”museum”. Karena sudah sekitar empat tahunan, proyek yang digarap PT Patra Berkah Itqoni itu berhenti total.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, rencana pembangunan Pasar Induk Gadang masih perlu pematangan konsep. Sebab pemkot masih terikat perjanjian kerja sama (PKS) dengan PT Patra Berkah Itqoni. Pematangan konsep pembangunan nantinya bakal mengurai sejumlah masalah ketika telah terbangun.

“Maka dari itu kami masih melakukan komunikasi intens dengan mereka (PT Patra Berkah Itqoni, Red) agar mendapat legal opinion dari kajian yang dilakukan,” katanya kemarin (5/10).

Orang nomor satu di Pemkot Malang lebih memilih kajian yang lebih mendalam supaya tidak ada permasalahan di kemudian hari. Sebab rencana awal pemkot membangun pasar tersebut adalah dua lantai. Namun hal itu bisa saja berubah sesuai dengan permintaan investor.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika mendorong pemkot untuk melakukan percepatan. Khususnya komunikasi dengan pihak investor yang sudah lama menunggu. Dia pun khawatir jika terlalu banyak wacana akan berdampak menjadi museum.

“Kami khawatir nanti jadi museum pembangunan mangkrak, kasihan pedagang yang telah dijanjikan di tempat tersebut,” tegas Made.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu menilai pemkot perlu ada evaluasi kembali. Proyek revitalisasi di enam pasar memang sudah jalan, tinggal menunggu megaproyek revitalisasi dua pasar lain yakni Pasar Besar dan Pasar Induk Gadang. Jika memang perlu saran dan masukan, pihaknya siap untuk mengakomodir. (and/abm/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/