alexametrics
25.6 C
Malang
Thursday, 26 May 2022

Sabar.., Cara Urai Kemacetan Lewat Underpass Baru Bisa Digarap Tahun Depan

MALANG KOTA – Problem macet di Kota Malang sudah lama menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Solusi berupa rekayasa lalu lintas saja jelas sudah tidak cukup.Kebutuhan untuk membangun infrastruktur pemecah kepadatan lalu lintas sudah mutlak diperlukan. Untuk itu, pemkot merancang pembangunan underpass di tiga titik.

Rencana tersebut dilontarkan Wali Kota Malang Sutiaji beberapa hari lalu bersama Universitas Negeri Malang (UM). Rencana tersebut dilakukan untuk mengurai kemacetan yang kerap mengular di Kota Malang. Terkait di mana saja letak underpass tersebut, Sutiaji masih enggan untuk membicarakannya lebih lanjut.”Tapi yang pasti ada di beberapa titik yang menjadi langganan macet,” katanya.

Rencana  membangununderpass tentu harus dibarengi dengan ketersediaan anggaran yang dimiliki oleh Pemkot. Namun rasanya pembangunan itu tidak akan terlaksana tahun ini. Sebab, Sutiajitelah  menegaskanbahwa pada 2022 tak ada pembangunan fisik baru. Yang ada hanya dua, yakni penyelesaian Jembatan Tlogomas-Saxophone dan Gedung Malang Creative Center (MCC).”Fokus kami pada 2022 adalah pemulihan ekonomi. Kalau pembangunan fisik bisa jadi tahun depannya (2023) lagi,” imbuhnya.

Pemilik pelat nomor N1 itu menambahkan, pihaknya tak gegabah membangun underpass jika kajian belum kuat.Selain menggandeng UM, dia juga bakal menggandeng Forum Lalu Lintas (Lalin) Kota Malang.Hal itu juga mengingat jalanan di Kota Malang cenderung sempit dan banyak persimpangan.

Rencana membangun underpass oleh Pemkot Malang disambut baik Anggota Komisi B DPRD Kota Malang AriefWahyudi.Dia menganggap solusi pengurai kemacetan dengan underpass bisa dilakukan di beberapa titik kemacetan. Namun Ariefjuga mempertanyakan probabilitas dari rencana pembangunan underpass tersebut di jalanan kota.”Jalan yang kita miliki ini cenderung menyempit. Jangan-jangan proyek ini malah justru memindahkan kemacetan,” tanya Arief.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mencontohkan keberadaan underpass yang ada saat ini di daerah perbatasan kota, yakni UnderpassKaranglo. Underpass tersebut memiliki lebar jalan yang cukup luas atau hampir dua kali lipat dari jalanan kota. Untuk itu, Arief lebih menyarankan pemkot untuk melebarkan jalan dan memperbaiki manajemen lalu lintas yang ada saat ini.

Tak hanya itu, terkait gejolak di masyarakat selama pembangunan juga harus terpikirkan sejak awal.Sebab konsep underpass yang cenderung menerobos ke bawah tanah juga perlu ada perhitungan.Jika tidak, pembongkaran jalan justru menjadi titik kemacetan baru.”Kami sebenarnya mendukung saja rencana itu. Tapi juga harus realistis dengan keadaan jalanan kota,” tutup politikus yang berasal dari daerah pemilihan  KecamatanKlojen itu. (adn/fat)

MALANG KOTA – Problem macet di Kota Malang sudah lama menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Solusi berupa rekayasa lalu lintas saja jelas sudah tidak cukup.Kebutuhan untuk membangun infrastruktur pemecah kepadatan lalu lintas sudah mutlak diperlukan. Untuk itu, pemkot merancang pembangunan underpass di tiga titik.

Rencana tersebut dilontarkan Wali Kota Malang Sutiaji beberapa hari lalu bersama Universitas Negeri Malang (UM). Rencana tersebut dilakukan untuk mengurai kemacetan yang kerap mengular di Kota Malang. Terkait di mana saja letak underpass tersebut, Sutiaji masih enggan untuk membicarakannya lebih lanjut.”Tapi yang pasti ada di beberapa titik yang menjadi langganan macet,” katanya.

Rencana  membangununderpass tentu harus dibarengi dengan ketersediaan anggaran yang dimiliki oleh Pemkot. Namun rasanya pembangunan itu tidak akan terlaksana tahun ini. Sebab, Sutiajitelah  menegaskanbahwa pada 2022 tak ada pembangunan fisik baru. Yang ada hanya dua, yakni penyelesaian Jembatan Tlogomas-Saxophone dan Gedung Malang Creative Center (MCC).”Fokus kami pada 2022 adalah pemulihan ekonomi. Kalau pembangunan fisik bisa jadi tahun depannya (2023) lagi,” imbuhnya.

Pemilik pelat nomor N1 itu menambahkan, pihaknya tak gegabah membangun underpass jika kajian belum kuat.Selain menggandeng UM, dia juga bakal menggandeng Forum Lalu Lintas (Lalin) Kota Malang.Hal itu juga mengingat jalanan di Kota Malang cenderung sempit dan banyak persimpangan.

Rencana membangun underpass oleh Pemkot Malang disambut baik Anggota Komisi B DPRD Kota Malang AriefWahyudi.Dia menganggap solusi pengurai kemacetan dengan underpass bisa dilakukan di beberapa titik kemacetan. Namun Ariefjuga mempertanyakan probabilitas dari rencana pembangunan underpass tersebut di jalanan kota.”Jalan yang kita miliki ini cenderung menyempit. Jangan-jangan proyek ini malah justru memindahkan kemacetan,” tanya Arief.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mencontohkan keberadaan underpass yang ada saat ini di daerah perbatasan kota, yakni UnderpassKaranglo. Underpass tersebut memiliki lebar jalan yang cukup luas atau hampir dua kali lipat dari jalanan kota. Untuk itu, Arief lebih menyarankan pemkot untuk melebarkan jalan dan memperbaiki manajemen lalu lintas yang ada saat ini.

Tak hanya itu, terkait gejolak di masyarakat selama pembangunan juga harus terpikirkan sejak awal.Sebab konsep underpass yang cenderung menerobos ke bawah tanah juga perlu ada perhitungan.Jika tidak, pembongkaran jalan justru menjadi titik kemacetan baru.”Kami sebenarnya mendukung saja rencana itu. Tapi juga harus realistis dengan keadaan jalanan kota,” tutup politikus yang berasal dari daerah pemilihan  KecamatanKlojen itu. (adn/fat)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/