alexametrics
26.5 C
Malang
Wednesday, 18 May 2022

Baru Dua Pekan Dibuka,Rambu Jembatan Tunggulmas Hilang dan PKL Liar Bermunculan

MALANG KOTA –Jembatan Tunggulmasresmi dioperasionalkan dua pekan lalu. Namun berbagai masalah baru sudah mula bermunculan. Kali ini bukan kemacetan yang disoal. Melainkan sejumlah kerusakan kecil, seperti rambu hilang hingga munculnya pedagang kaki lima (PKL) liar di bahu jalan. Hingga kemarin sore (6/3), setidaknya ada empat PKL liar yang betah menjajakan dagangannya di bahu jalan.

Pantauan Jawa Pos Radar Malang, setidaknya sudah ada dua rambu lalu lintas yang sudah menghilang dari tempatnya semula. Dua rambu berbahan logam itu adalah petunjuk dilarang belok kanan yang terletak di simpang Jembatan Tulnggulmas dengan Jalan Tlogomas.Satu rambu lagi adalah rambu dilarang berhenti.

”Hilangnya pekan lalu. Ditabrak orang tak bertanggung jawab. Heran saya dengan masalah itu,” keluh Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Malang HeruMulyono.

Tak hanya itu, separator jalan yang terpasang di sana juga kerap dipindah oleh ke bahu jalan. Alasannya pun nyeleneh.Hanya dibuat tempat duduk saat sore hari. Padahal di sana juga telah terpasang rambu larangan berhenti. Namun masyarakat banyak yang melanggar.

Sementara itu, di sisi barat jembatan juga terdapat coretan vandal berwarna hitam dari cat semprot. Hingga kemarin dishub belum bisa berbuat banyak dengan berbagai masalah tersebut.”Kami biarkan dulu, nanti mungkin bisa surut. Tapi kalau kelewatan pasti kami tindak,” tegas mantan Camat Klojen itu.

Untuk PKL liar, pihak Satpol PP Kota Malang juga bakal melakukan penyisiran ke jembatan sepanjang 314 meter itu. Untuk tindakan awal, mereka melakukan teguran secara lisan terlebih dahulu.”Kalau masih membandel, mau tak mau kami sidang tindak pidana ringan,” tegas Plt Kepala Satpol PP Kota Malang HandiPriyanto.

Dia mengaku segera menerjunkan beberapa anggotanya untuk menyisir jembatan tersebut hingga malam hari. Sebab, masyarakat kerap memanfaatkan jembatan untuk nongkrong pada sore hari hingga malam. Penyisiran itu bakal berbarengan dengan dishub untuk mengurai kemacetan yang ada di sana. (adn/fat)

MALANG KOTA –Jembatan Tunggulmasresmi dioperasionalkan dua pekan lalu. Namun berbagai masalah baru sudah mula bermunculan. Kali ini bukan kemacetan yang disoal. Melainkan sejumlah kerusakan kecil, seperti rambu hilang hingga munculnya pedagang kaki lima (PKL) liar di bahu jalan. Hingga kemarin sore (6/3), setidaknya ada empat PKL liar yang betah menjajakan dagangannya di bahu jalan.

Pantauan Jawa Pos Radar Malang, setidaknya sudah ada dua rambu lalu lintas yang sudah menghilang dari tempatnya semula. Dua rambu berbahan logam itu adalah petunjuk dilarang belok kanan yang terletak di simpang Jembatan Tulnggulmas dengan Jalan Tlogomas.Satu rambu lagi adalah rambu dilarang berhenti.

”Hilangnya pekan lalu. Ditabrak orang tak bertanggung jawab. Heran saya dengan masalah itu,” keluh Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Malang HeruMulyono.

Tak hanya itu, separator jalan yang terpasang di sana juga kerap dipindah oleh ke bahu jalan. Alasannya pun nyeleneh.Hanya dibuat tempat duduk saat sore hari. Padahal di sana juga telah terpasang rambu larangan berhenti. Namun masyarakat banyak yang melanggar.

Sementara itu, di sisi barat jembatan juga terdapat coretan vandal berwarna hitam dari cat semprot. Hingga kemarin dishub belum bisa berbuat banyak dengan berbagai masalah tersebut.”Kami biarkan dulu, nanti mungkin bisa surut. Tapi kalau kelewatan pasti kami tindak,” tegas mantan Camat Klojen itu.

Untuk PKL liar, pihak Satpol PP Kota Malang juga bakal melakukan penyisiran ke jembatan sepanjang 314 meter itu. Untuk tindakan awal, mereka melakukan teguran secara lisan terlebih dahulu.”Kalau masih membandel, mau tak mau kami sidang tindak pidana ringan,” tegas Plt Kepala Satpol PP Kota Malang HandiPriyanto.

Dia mengaku segera menerjunkan beberapa anggotanya untuk menyisir jembatan tersebut hingga malam hari. Sebab, masyarakat kerap memanfaatkan jembatan untuk nongkrong pada sore hari hingga malam. Penyisiran itu bakal berbarengan dengan dishub untuk mengurai kemacetan yang ada di sana. (adn/fat)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/