alexametrics
26.5 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Ditegur Satpol PP, Reklame di Monumen Pesawat Soehat Ditutup Banner

MALANG KOTA – Reklame rokok di monumen pesawat Jalan Soekarno Hatta (Soehat) hari ini (7/4) tampak tertutup oleh banner. Penutupan ini merupakan tindak lanjut dari teguran yang dilayangkan oleh Satpol PP Kota Malang.

Kepala Satpol PP Kota Malang Priyadi. Priyadi menyebut, dia menghubungi pihak pemasang reklame melalui telepon tadi pagi untuk memastikan legalitas iklan tersebut. “itu yang bersangkutan sendiri (yang menutup), sudah kami peringatkan,” ujar dia.

Besok (8/4), pihaknya bersama dengan Sekkota Malang, BKAD, serta Dinas Ketenagakerjaan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker PMPTSP) akan duduk bersama dengan pemasang iklan untuk memastikan ijin sewa asetnya serta IMB nya.

baca juga:
Anggota DPRD Kota Malang Emosi, Minta Pemkot Bongkar Reklame Pesawat
Pansus Dewan Desak Pemkot Malang Bongkar Reklame Pro Mild

“Itu kan belum ada ijinnya, harusnya jangan operasional dulu, sampai ijinnya selesai,” imbuhnya.

Ditanya terkait apakah pemasang ini merupakan satu manajemen dengan reklame di Avia, Priyadi belum bisa memastikan. “Mungkin ya bisa jadi 1 manajemen dengan yang di Avia,” jelasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker PMPTSP) Erik Setyo Santoso mengatakan reklame rokok itu belum mengantongi izin.

“Kalau pengajuan ada tapi izin belum ada, masih dalam proses,” kata Erik.

Pengajuan itu, masih kata Erik, baru dikirimkan ke Disnaker PMPTSP sekitar seminggu lalu, padahal pembangunan reklame sudah berkangsung sejak lebih dari 1 bulan lalu.

“Makanya ini tadi kita informasikan ke Satpol PP, jadi besok akan dipanggil untuk diminta keterangan dan diliat prosesnya,” ujar dia.

Erik menjelaskan bahwa untuk pemasangan reklame ada beberapa tahapan yang dilakukan. Yakni diawali dengan adanya perjanjian sewa terlebih dahulu. Untuk sewa aset milik daerah ini prosesnya ada di BKAD. “Lalu ada juga proses perijinan di Disnaker PMPTSP,” paparnya.

Pewarta: arlita Ulya
Foto: arlita ulya

MALANG KOTA – Reklame rokok di monumen pesawat Jalan Soekarno Hatta (Soehat) hari ini (7/4) tampak tertutup oleh banner. Penutupan ini merupakan tindak lanjut dari teguran yang dilayangkan oleh Satpol PP Kota Malang.

Kepala Satpol PP Kota Malang Priyadi. Priyadi menyebut, dia menghubungi pihak pemasang reklame melalui telepon tadi pagi untuk memastikan legalitas iklan tersebut. “itu yang bersangkutan sendiri (yang menutup), sudah kami peringatkan,” ujar dia.

Besok (8/4), pihaknya bersama dengan Sekkota Malang, BKAD, serta Dinas Ketenagakerjaan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker PMPTSP) akan duduk bersama dengan pemasang iklan untuk memastikan ijin sewa asetnya serta IMB nya.

baca juga:
Anggota DPRD Kota Malang Emosi, Minta Pemkot Bongkar Reklame Pesawat
Pansus Dewan Desak Pemkot Malang Bongkar Reklame Pro Mild

“Itu kan belum ada ijinnya, harusnya jangan operasional dulu, sampai ijinnya selesai,” imbuhnya.

Ditanya terkait apakah pemasang ini merupakan satu manajemen dengan reklame di Avia, Priyadi belum bisa memastikan. “Mungkin ya bisa jadi 1 manajemen dengan yang di Avia,” jelasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker PMPTSP) Erik Setyo Santoso mengatakan reklame rokok itu belum mengantongi izin.

“Kalau pengajuan ada tapi izin belum ada, masih dalam proses,” kata Erik.

Pengajuan itu, masih kata Erik, baru dikirimkan ke Disnaker PMPTSP sekitar seminggu lalu, padahal pembangunan reklame sudah berkangsung sejak lebih dari 1 bulan lalu.

“Makanya ini tadi kita informasikan ke Satpol PP, jadi besok akan dipanggil untuk diminta keterangan dan diliat prosesnya,” ujar dia.

Erik menjelaskan bahwa untuk pemasangan reklame ada beberapa tahapan yang dilakukan. Yakni diawali dengan adanya perjanjian sewa terlebih dahulu. Untuk sewa aset milik daerah ini prosesnya ada di BKAD. “Lalu ada juga proses perijinan di Disnaker PMPTSP,” paparnya.

Pewarta: arlita Ulya
Foto: arlita ulya

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/