alexametrics
21.6 C
Malang
Thursday, 26 May 2022

IMA Chapter Malang

Pakar Media Bagikan Trik Menulis Berita yang Menarik

MALANG KOTA – Penulisan jurnalistik memiliki perbedaan mendasar dengan penulisan jurnal ilmiah. Dalam sebuah produk jurnalistik, setidaknya ada dua aspek yang harus dipenuhi dalam sebuah tulisan, yaitu penting dan menarik.

Hal tersebut disampaikan Ketua Indonesia Marketing Association (IMA) Chapter Malang, Kurniawan Muhammad dalam seminar pelatihan Menjadi Penulis Andal di Atria Hotel, Rabu (7/4).

“Penulisan jurnalistik sangat bergantung dengan fakta yang ada. Selain itu, menulis untuk media massa juga harus aktual, seperti isu-isu yang sedang hangat pada masa sekarang,” terang pria yang akrab disapa Mas Kum itu.

Ia menegaskan, penulisan jurnalistik harus memiliki empat kaidah utama, yaitu sesuai dengan fakta, informasi bersifat penting atau menarik atau mengandung keduanya, penyampaian yang mudah dipahami, dan mencerdaskan.

“Saat menulis berita juga harus paham mengenai metode piramida terbalik. Yang menarik dan yang ingin disampaikan harus ditaruh di awal, dan informasi tambahan bisa ditulis belakangan,” lanjutnya.

Direktur Jawa Pos Radar Malang ini menambahkan, setiap orang bisa menjadi penulis. Modal yang dibutuhkan adalah kemauan dan membiasakan diri untuk menulis. Jika perlu, mulailah dengan paksaan. Sebab berawal dari paksaan itulah, seseorang menjadi terbiasa untuk berpikir dan menuangkan pikirannya ke dalam tulisan.

“Pengalaman saya menulis, awalnya saya paksa dan saya sering membaca novel. Kegiatan membaca novel itu untuk memperkaya diksi dan mempermudah membangun alur dalam penulisan,” kata pria yang aktif sebagai penulis dan editor buku itu.

Tak lupa ia berpesan kepada seluruh audience untuk tetap berlatih dalam hal kepenulisan. Menurutnya jika seseorang giat menulis ia akan dapat dikenal maupun mengenal dunia.

Selain Kurniawan Muhammad, pelatihan yang digelar selama dua hari itu juga menghadirkan penulis profesional lain seperti Yudi Latif MA PhD yang dikenal sebagai penulis sekaligus editor puluhan buku, jurnal, serta ribuan artikel di media massa. Ada juga Dekan FIA UB Prof Dr Bambang Supriyono MS yang juga produktif menjadi penulis, editor puluhan buku, jurnal, serta artikel. Termasuk, dosen UM Prof Dr Wahyudi Siswanto MPd dan dosen Polinema Dr Drs Mohamad Sinal SH MH MPd serta banyak lagi.

Pewarta : M. Ubaidillah

MALANG KOTA – Penulisan jurnalistik memiliki perbedaan mendasar dengan penulisan jurnal ilmiah. Dalam sebuah produk jurnalistik, setidaknya ada dua aspek yang harus dipenuhi dalam sebuah tulisan, yaitu penting dan menarik.

Hal tersebut disampaikan Ketua Indonesia Marketing Association (IMA) Chapter Malang, Kurniawan Muhammad dalam seminar pelatihan Menjadi Penulis Andal di Atria Hotel, Rabu (7/4).

“Penulisan jurnalistik sangat bergantung dengan fakta yang ada. Selain itu, menulis untuk media massa juga harus aktual, seperti isu-isu yang sedang hangat pada masa sekarang,” terang pria yang akrab disapa Mas Kum itu.

Ia menegaskan, penulisan jurnalistik harus memiliki empat kaidah utama, yaitu sesuai dengan fakta, informasi bersifat penting atau menarik atau mengandung keduanya, penyampaian yang mudah dipahami, dan mencerdaskan.

“Saat menulis berita juga harus paham mengenai metode piramida terbalik. Yang menarik dan yang ingin disampaikan harus ditaruh di awal, dan informasi tambahan bisa ditulis belakangan,” lanjutnya.

Direktur Jawa Pos Radar Malang ini menambahkan, setiap orang bisa menjadi penulis. Modal yang dibutuhkan adalah kemauan dan membiasakan diri untuk menulis. Jika perlu, mulailah dengan paksaan. Sebab berawal dari paksaan itulah, seseorang menjadi terbiasa untuk berpikir dan menuangkan pikirannya ke dalam tulisan.

“Pengalaman saya menulis, awalnya saya paksa dan saya sering membaca novel. Kegiatan membaca novel itu untuk memperkaya diksi dan mempermudah membangun alur dalam penulisan,” kata pria yang aktif sebagai penulis dan editor buku itu.

Tak lupa ia berpesan kepada seluruh audience untuk tetap berlatih dalam hal kepenulisan. Menurutnya jika seseorang giat menulis ia akan dapat dikenal maupun mengenal dunia.

Selain Kurniawan Muhammad, pelatihan yang digelar selama dua hari itu juga menghadirkan penulis profesional lain seperti Yudi Latif MA PhD yang dikenal sebagai penulis sekaligus editor puluhan buku, jurnal, serta ribuan artikel di media massa. Ada juga Dekan FIA UB Prof Dr Bambang Supriyono MS yang juga produktif menjadi penulis, editor puluhan buku, jurnal, serta artikel. Termasuk, dosen UM Prof Dr Wahyudi Siswanto MPd dan dosen Polinema Dr Drs Mohamad Sinal SH MH MPd serta banyak lagi.

Pewarta : M. Ubaidillah

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/