alexametrics
32C
Malang
Friday, 23 April 2021

Reklame Rokok di Monumen Pesawat Soehat Terancam Bongkar

MALANG KOTA – Reklame produk rokok yang terpasang di monumen patung pesawat Soehat, Jalan Soekarno Hatta, Kota Malang menuai kontroversi. Selain dianggap mengurangi estetika taman, diduga pemasang reklame juga belum mengantongi izin. Sebelumnya, iklan rokok yang sama juga sempat memantik pro kontra saat dipasang di atap toko Avia.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker PMPTSP) Erik Setyo Santoso memastikan reklame di monumen patung pesawat itu belum mengantongi izin Disnaker PMPTSP. “Kalau pengajuan ada, tapi izin belum ada, masih dalam proses,” kata Erik.

Pengajuan itu, masih kata Erik, baru dikirimkan ke Disnaker PMPTSP sekitar seminggu lalu. Sementara di lapangan, proses pembuatan reklame sudah berkangsung sejak sebulan lalu. ”Makanya ini tadi kita informasikan ke Satpol PP, jadi besok akan dipanggil untuk diminta keterangan dan diliat prosesnya,” ujar dia.

Baca juga:
Ditegur Satpol PP, Reklame di Monumen Pesawat Soehat Ditutup Banner
Terkait Reklame di Patung Pesawat, Begini Respon Danlanud Abd Saleh

Erik menjelaskan, untuk pemasangan reklame ada beberapa tahapan yang dilakukan. Yakni diawali dengan adanya perjanjian sewa terlebih dahulu. Untuk sewa aset milik daerah ini prosesnya ada di BKAD. “Kemudian ada proses-proses di dinas teknis lalu ada proses perizinan di Disnaker PMPTSP,” paparnya.

Erik menambahkan, langkah selanjutnya yang diambil oleh Disnaker PMPTSP adalah memeriksa kelengkapan pengajuan pemohon. “Besok kita periksa bersama dengan Satpol PP,” imbuhnya.

Di sisi lain Wali Kota Malang Sutiaji menegaskan bahwa yang mengetahui soal perizinan adalah Disnaker PMPTSP. ”Melanggar apa ndak, maka yang sana (Disnaker PMPTSP) yang tahu mbak. Tapi jangan sampai melanggar, kalau melanggar ya dibongkar,” ujar Sutiaji.

Sedangkan Penjabat (Pj) Sekretaris Kota (Sekkota) Malang Hadi Santoso mengatakan, sesuai dengan Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK), reklame boleh dipasang di areal taman. “Sekarang ternyata IMB belum beres tapi sudah dipasang. Ya nanti hari ini kita panggil yang bersangkutan,” ujar pejabat yang akrab disapa Soni ini.

Dia menegaskan, reklame itu tidak boleh dioperasionalkan sebelum IMB beres. “Tentu nanti ada batas waktu, Anda mau nyelesaikan berapa hari. Kalo masih 1-2 bulan lagi ya bongkar nanti,” kata dia.

Pewarta: Arlita Ulya

MALANG KOTA – Reklame produk rokok yang terpasang di monumen patung pesawat Soehat, Jalan Soekarno Hatta, Kota Malang menuai kontroversi. Selain dianggap mengurangi estetika taman, diduga pemasang reklame juga belum mengantongi izin. Sebelumnya, iklan rokok yang sama juga sempat memantik pro kontra saat dipasang di atap toko Avia.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker PMPTSP) Erik Setyo Santoso memastikan reklame di monumen patung pesawat itu belum mengantongi izin Disnaker PMPTSP. “Kalau pengajuan ada, tapi izin belum ada, masih dalam proses,” kata Erik.

Pengajuan itu, masih kata Erik, baru dikirimkan ke Disnaker PMPTSP sekitar seminggu lalu. Sementara di lapangan, proses pembuatan reklame sudah berkangsung sejak sebulan lalu. ”Makanya ini tadi kita informasikan ke Satpol PP, jadi besok akan dipanggil untuk diminta keterangan dan diliat prosesnya,” ujar dia.

Baca juga:
Ditegur Satpol PP, Reklame di Monumen Pesawat Soehat Ditutup Banner
Terkait Reklame di Patung Pesawat, Begini Respon Danlanud Abd Saleh

Erik menjelaskan, untuk pemasangan reklame ada beberapa tahapan yang dilakukan. Yakni diawali dengan adanya perjanjian sewa terlebih dahulu. Untuk sewa aset milik daerah ini prosesnya ada di BKAD. “Kemudian ada proses-proses di dinas teknis lalu ada proses perizinan di Disnaker PMPTSP,” paparnya.

Erik menambahkan, langkah selanjutnya yang diambil oleh Disnaker PMPTSP adalah memeriksa kelengkapan pengajuan pemohon. “Besok kita periksa bersama dengan Satpol PP,” imbuhnya.

Di sisi lain Wali Kota Malang Sutiaji menegaskan bahwa yang mengetahui soal perizinan adalah Disnaker PMPTSP. ”Melanggar apa ndak, maka yang sana (Disnaker PMPTSP) yang tahu mbak. Tapi jangan sampai melanggar, kalau melanggar ya dibongkar,” ujar Sutiaji.

Sedangkan Penjabat (Pj) Sekretaris Kota (Sekkota) Malang Hadi Santoso mengatakan, sesuai dengan Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK), reklame boleh dipasang di areal taman. “Sekarang ternyata IMB belum beres tapi sudah dipasang. Ya nanti hari ini kita panggil yang bersangkutan,” ujar pejabat yang akrab disapa Soni ini.

Dia menegaskan, reklame itu tidak boleh dioperasionalkan sebelum IMB beres. “Tentu nanti ada batas waktu, Anda mau nyelesaikan berapa hari. Kalo masih 1-2 bulan lagi ya bongkar nanti,” kata dia.

Pewarta: Arlita Ulya

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru