alexametrics
30.6 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Rawan! Ribuan Warga Malang Mulai Padati Pusat Perbelanjaan

MALANG KOTA – Mendekati lebaran Idul Fitri 2021, volume pengunjung pusat perbelanjaan mengalami kenaikan. Sayangnya, sebagian warga belum menjalankan protokol kesehatan dengan benar. Misalnya, ada pengunjung pasar yang tak bermasker hingga tidak adanya physical distancing antar pengunjung.

Humas Himpunan Pedagang Pasar Besar Malang (Hippama) Kota Malang Agus Priambodo mengakui bila suasana pasar akhir-akhir ini lebih ramai. ”Terlebih saat weekend, sangat ramai,” kata dia.

Namun, hal itu, menurutnya, masih lebih lengang jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebab, dia menyebut bila dalam satu hari jumlah pengunjung di Pasar Besar Malang umumnya berkisar di angka ratusan orang.

”Kalau weekend itu baru bisa tembus 1.000 orang, kalau hari-hari biasa biasanya hanya sekitar 500-an orang,” beber pria asal Kecamatan Klojen, Kota Malang, itu.

Saat disinggung soal pengetatan prokes, dia menyebut bila pihaknya lebih mengedepankan kesadaran masyarakat. ”Karena pandemi juga sudah lama, seharusnya mereka (pengunjung) paham,” tambah dia.

Meski begitu, dia memastikan bila pemantauan dari pengawas ketertiban (wastib) pasar tetap dilakukan. Per hari dia menyebut ada 5 personel wastib yang berjaga.

Di tempat lain, Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPC Malang Raya Suwanto mengakui bila momen jelang Lebaran jadi waktunya pelaku bisnis perbelanjaan untuk panen. Dia juga memastikan bila penerapan prokes tetap dilakukan secara ketat di lingkungan mal.

”Itu dari awal pandemi sampai sekarang, prokes itu tetap dilakukan dengan ketat,” kata dia.

Suwanto juga memastikan bila 9 mal yang tergabung dalam APPBI Malang Raya sudah punya SOP tersendiri untuk penerapan prokes. ”(Prokes) itu sudah menjadi standard operating procedure (SOP) dan komitmen kami bersama,” tambahnya.

Untuk antisipasi kerumunan, dia menyebut bila kebijakan manajemen di masing-masing mal bisa berbeda. Disesuaikan dengan luasan di setiap mal. Mal Director Lippo Batu itu lantas memberi contoh di tempatnya yang per harinya bisa dikunjungi 9000 orang.

”Sebelumnya, maksimal per harinya hanya ada 4000 pengunjung,” kata dia. Peningkatan kunjungan itu, menurutnya, masih berada dalam batas aman larangan berkerumun. Untuk memastikan ketaatan prokes, setiap hari pihaknya menyiagakan 5 sampai 10 personel untuk berjaga.

Hal senada juga disampaikan Leasing SPV Mal Olympic Garden (MOG) Peptina Makdalina. Pihaknya mengaku telah mengantisipasi potensi kerumunan warga sejak jauh-jauh hari. Caranya dilakukan dengan memberi batasan jumlah pengunjung di setiap stan atau toko.

”Masing-masing toko di sini (MOG) kami batasi pengunjungnya sampai 25 persen dari kapasitas toko,” kata dia. Dengan bangunan MOG yang memiliki luas 8.000 meter persegi, dia menyebut bila tempatnya masih mampu menampung ribuan orang tanpa berkerumun.

Selain menerapkan batasan jumlah pengunjung di setiap stan, pihaknya sudah menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung prokes. Seperti tempat cuci tangan dan thermo gun. Jika pihaknya mendapati adanya pengunjung yang bandel, Pepti memastikan bila pihak keamanan MOG tak akan segan untuk memberi peringatan. (ulf/adn/c1/by)

MALANG KOTA – Mendekati lebaran Idul Fitri 2021, volume pengunjung pusat perbelanjaan mengalami kenaikan. Sayangnya, sebagian warga belum menjalankan protokol kesehatan dengan benar. Misalnya, ada pengunjung pasar yang tak bermasker hingga tidak adanya physical distancing antar pengunjung.

Humas Himpunan Pedagang Pasar Besar Malang (Hippama) Kota Malang Agus Priambodo mengakui bila suasana pasar akhir-akhir ini lebih ramai. ”Terlebih saat weekend, sangat ramai,” kata dia.

Namun, hal itu, menurutnya, masih lebih lengang jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebab, dia menyebut bila dalam satu hari jumlah pengunjung di Pasar Besar Malang umumnya berkisar di angka ratusan orang.

”Kalau weekend itu baru bisa tembus 1.000 orang, kalau hari-hari biasa biasanya hanya sekitar 500-an orang,” beber pria asal Kecamatan Klojen, Kota Malang, itu.

Saat disinggung soal pengetatan prokes, dia menyebut bila pihaknya lebih mengedepankan kesadaran masyarakat. ”Karena pandemi juga sudah lama, seharusnya mereka (pengunjung) paham,” tambah dia.

Meski begitu, dia memastikan bila pemantauan dari pengawas ketertiban (wastib) pasar tetap dilakukan. Per hari dia menyebut ada 5 personel wastib yang berjaga.

Di tempat lain, Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPC Malang Raya Suwanto mengakui bila momen jelang Lebaran jadi waktunya pelaku bisnis perbelanjaan untuk panen. Dia juga memastikan bila penerapan prokes tetap dilakukan secara ketat di lingkungan mal.

”Itu dari awal pandemi sampai sekarang, prokes itu tetap dilakukan dengan ketat,” kata dia.

Suwanto juga memastikan bila 9 mal yang tergabung dalam APPBI Malang Raya sudah punya SOP tersendiri untuk penerapan prokes. ”(Prokes) itu sudah menjadi standard operating procedure (SOP) dan komitmen kami bersama,” tambahnya.

Untuk antisipasi kerumunan, dia menyebut bila kebijakan manajemen di masing-masing mal bisa berbeda. Disesuaikan dengan luasan di setiap mal. Mal Director Lippo Batu itu lantas memberi contoh di tempatnya yang per harinya bisa dikunjungi 9000 orang.

”Sebelumnya, maksimal per harinya hanya ada 4000 pengunjung,” kata dia. Peningkatan kunjungan itu, menurutnya, masih berada dalam batas aman larangan berkerumun. Untuk memastikan ketaatan prokes, setiap hari pihaknya menyiagakan 5 sampai 10 personel untuk berjaga.

Hal senada juga disampaikan Leasing SPV Mal Olympic Garden (MOG) Peptina Makdalina. Pihaknya mengaku telah mengantisipasi potensi kerumunan warga sejak jauh-jauh hari. Caranya dilakukan dengan memberi batasan jumlah pengunjung di setiap stan atau toko.

”Masing-masing toko di sini (MOG) kami batasi pengunjungnya sampai 25 persen dari kapasitas toko,” kata dia. Dengan bangunan MOG yang memiliki luas 8.000 meter persegi, dia menyebut bila tempatnya masih mampu menampung ribuan orang tanpa berkerumun.

Selain menerapkan batasan jumlah pengunjung di setiap stan, pihaknya sudah menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung prokes. Seperti tempat cuci tangan dan thermo gun. Jika pihaknya mendapati adanya pengunjung yang bandel, Pepti memastikan bila pihak keamanan MOG tak akan segan untuk memberi peringatan. (ulf/adn/c1/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/