alexametrics
22.4 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

Per Hari, RS Rujukan di Kota Malang Butuh 1.100 Tabung Oksigen

MALANG KOTA – Problem penanganan pasien Covid-19 juga terjadi di Kota Malang. Yakni meningkatnya jumlah kebutuhan tabung gas oksigen. Seperti yang banyak diketahui, kondisi itu juga terjadi di beberapa kota lainnya, seperti Jakarta, Jogjakarta, dan Surabaya.

Di Kota Malang, meski stoknya belum masuk kategori langka, namun jumlah permintaannya terus meningkat akhir-akhir ini. Salah satunya contohnya terjadi di RSUD Kota Malang. ”Peningkatannya terjadi sampai dua kali lipat,” kata Kepala RSUD Kota Malang dr Rina Istarowati.

Dia menjelaskan, umumnya per hari pihaknya membutuhkan 100 tabung oksigen berukuran 6 meter kubik. Namun, sejak 2 pekan terakhir kebutuhannya meningkat jadi 200 tabung per hari. ”Ini karena kapasitas pasien Covid-19 memang selalu full. Termasuk di IGD dan dirawat inap untuk penyakit lainnya,” kata dia.

Di Kota Malang sendiri, tercatat ada 11 RS rujukan Covid-19. Selain RSUD Kota Malang, ada di RSUD Dr Saiful Anwar, RST Soepraoen, RS Lavalette, RS Universitas Islam Malang, RSI Aisyiyah, RS Hermina Tangkuban Perahu, dan RKZ Panti Waluya. Selain itu, ada di RS Panti Nirmala, RS Lapangan Ijen Boulevard, dan Persada Hospital.

Bila diestimasikan masing-masing RS rujukan itu butuh 100 tabung gas oksigen per hari, maka jumlah kebutuhannya di Kota Malang mencapai 1.100 tabung. Jumlah itu masih bisa bertambah. Sebab, Rina menjelaskan bila kebutuhan masing-masing pasien Covid-19 terhadap oksigen tidak sama. Satu pasien ada yang menghabiskan 1 sampai 2 tabung ukuran 6 meter kubik per hari. ”Jadi penggunaannya tidak bisa dipastikan untuk berapa lamanya karena kebutuhan aliran oksigen tiap pasien berbeda,” paparnya.

”Yang jelas, semakin banyak yang bergejala berat, maka kebutuhan oksigen juga semakin tinggi,” tambah dia. Untuk antisipasi kekurangan stok gas oksigen, pihaknya mengakalinya dengan menambah stok. Bila awalnya RSUD Kota Malang hanya mengambil tabung dari satu penyedia, maka kini jumlah penyedianya ditambah. ”Intinya agar kebutuhan oksigen bisa tetap tersedia,” tambahnya.

Di tempat lain, Kepala RS Lapangan Ijen Kota Malang dr Heri Sutanto SpPD memastikan bila stok oksigen di tempatnya masih aman. Meski begitu, pihaknya juga belum bisa menjamin stok itu bisa meng-cover kebutuhan oksigen sampai pekan depan. ”Tapi yang jelas saat ini masih lancar dan kebutuhannya memang meningkat,” kata dia.

Heri menambahkan, pihaknya kini sudah mempunyai 20 bed yang memiliki fasilitas oksigen. Sehingga, per harinya pihaknya hanya membutuhkan sekitar 12 tabung gas oksigen tambahan. ”Jadi bukan tiap bed ada tabungnya, tapi kami rangkai dari luar, yang kemudian di salurkan ke bed-bed lainnya,” kata dia. Senada dengan Rina, dia juga menyebut bila kebutuhan oksigen masing-masing pasien tidak sama. Bergantung pada gejala yang dirasakan pasien Covid-19.

Untuk mengantisipasi kelangkaan stok, pihaknya kini terus meningkatkan kapasitas tempat penyimpanan tabung gas oksigen. ”Sehingga, saya berharap pasien yang membutuhkan oksigen bisa ter-cover semuanya,” kata dia. Indikasi soal meningkatnya permintaan tabung oksigen itu memang mulai tersaji sejak dua pekan terakhir. Salah satunya tersaji distributor Wiranto Gas UD Malang, di Jalan Aries Munandar Nomor 27, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Pemilik distributor Chandra Atjunita W menyebut bila pihaknya kini harus membatasi pembelian oksigen untuk masing-masing orang. ”Jadi biar semuanya kebagian, soalnya kasihan banyak yang kembali dengan tangan hampa,” terangnya. Dia mengatakan, per hari tempatnya bisa menjual 100 tabung gas oksigen ukuran 6 meter kubik. ”Biasanya yang 80 (tabung) itu untuk rumah sakit. Sisanya yang 20 (tabung) untuk orang-orang umum,” tambah Chandra–sapaan karibnya.

Sementara untuk tabung dengan ukuran satu meter kubik, dia mengaku bisa menjual hingga 40 tabung per hari. ”Tapi untuk saat ini stoknya sedang kosong. Jadi hanya menjual isi ulangnya,” imbuh perempuan berusia 55 tahun itu. Untuk harga, dia menyebut bila isi ulang tabung gas oksigen ukuran 1 meter kubik dibanderol Rp 65 ribu. ”Itu terjadi kenaikan Rp 10 ribu karena barang sedang langka. Pada 1 Juli lalu harganya masih Rp 55 ribu,” imbuhnya.

Sedangkan untuk isi ulang tabung gas oksigen ukuran 6 meter kubik harganya Rp 100 ribu. ”Untuk yang 6 meter ini seringnya isi ulang, tapi tabungnya biasanya sifatnya pinjam, dengan jaminan Rp 2 juta per tabungnya,” kata Chandra. (rmc/ulf/adn/c1/by)

MALANG KOTA – Problem penanganan pasien Covid-19 juga terjadi di Kota Malang. Yakni meningkatnya jumlah kebutuhan tabung gas oksigen. Seperti yang banyak diketahui, kondisi itu juga terjadi di beberapa kota lainnya, seperti Jakarta, Jogjakarta, dan Surabaya.

Di Kota Malang, meski stoknya belum masuk kategori langka, namun jumlah permintaannya terus meningkat akhir-akhir ini. Salah satunya contohnya terjadi di RSUD Kota Malang. ”Peningkatannya terjadi sampai dua kali lipat,” kata Kepala RSUD Kota Malang dr Rina Istarowati.

Dia menjelaskan, umumnya per hari pihaknya membutuhkan 100 tabung oksigen berukuran 6 meter kubik. Namun, sejak 2 pekan terakhir kebutuhannya meningkat jadi 200 tabung per hari. ”Ini karena kapasitas pasien Covid-19 memang selalu full. Termasuk di IGD dan dirawat inap untuk penyakit lainnya,” kata dia.

Di Kota Malang sendiri, tercatat ada 11 RS rujukan Covid-19. Selain RSUD Kota Malang, ada di RSUD Dr Saiful Anwar, RST Soepraoen, RS Lavalette, RS Universitas Islam Malang, RSI Aisyiyah, RS Hermina Tangkuban Perahu, dan RKZ Panti Waluya. Selain itu, ada di RS Panti Nirmala, RS Lapangan Ijen Boulevard, dan Persada Hospital.

Bila diestimasikan masing-masing RS rujukan itu butuh 100 tabung gas oksigen per hari, maka jumlah kebutuhannya di Kota Malang mencapai 1.100 tabung. Jumlah itu masih bisa bertambah. Sebab, Rina menjelaskan bila kebutuhan masing-masing pasien Covid-19 terhadap oksigen tidak sama. Satu pasien ada yang menghabiskan 1 sampai 2 tabung ukuran 6 meter kubik per hari. ”Jadi penggunaannya tidak bisa dipastikan untuk berapa lamanya karena kebutuhan aliran oksigen tiap pasien berbeda,” paparnya.

”Yang jelas, semakin banyak yang bergejala berat, maka kebutuhan oksigen juga semakin tinggi,” tambah dia. Untuk antisipasi kekurangan stok gas oksigen, pihaknya mengakalinya dengan menambah stok. Bila awalnya RSUD Kota Malang hanya mengambil tabung dari satu penyedia, maka kini jumlah penyedianya ditambah. ”Intinya agar kebutuhan oksigen bisa tetap tersedia,” tambahnya.

Di tempat lain, Kepala RS Lapangan Ijen Kota Malang dr Heri Sutanto SpPD memastikan bila stok oksigen di tempatnya masih aman. Meski begitu, pihaknya juga belum bisa menjamin stok itu bisa meng-cover kebutuhan oksigen sampai pekan depan. ”Tapi yang jelas saat ini masih lancar dan kebutuhannya memang meningkat,” kata dia.

Heri menambahkan, pihaknya kini sudah mempunyai 20 bed yang memiliki fasilitas oksigen. Sehingga, per harinya pihaknya hanya membutuhkan sekitar 12 tabung gas oksigen tambahan. ”Jadi bukan tiap bed ada tabungnya, tapi kami rangkai dari luar, yang kemudian di salurkan ke bed-bed lainnya,” kata dia. Senada dengan Rina, dia juga menyebut bila kebutuhan oksigen masing-masing pasien tidak sama. Bergantung pada gejala yang dirasakan pasien Covid-19.

Untuk mengantisipasi kelangkaan stok, pihaknya kini terus meningkatkan kapasitas tempat penyimpanan tabung gas oksigen. ”Sehingga, saya berharap pasien yang membutuhkan oksigen bisa ter-cover semuanya,” kata dia. Indikasi soal meningkatnya permintaan tabung oksigen itu memang mulai tersaji sejak dua pekan terakhir. Salah satunya tersaji distributor Wiranto Gas UD Malang, di Jalan Aries Munandar Nomor 27, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Pemilik distributor Chandra Atjunita W menyebut bila pihaknya kini harus membatasi pembelian oksigen untuk masing-masing orang. ”Jadi biar semuanya kebagian, soalnya kasihan banyak yang kembali dengan tangan hampa,” terangnya. Dia mengatakan, per hari tempatnya bisa menjual 100 tabung gas oksigen ukuran 6 meter kubik. ”Biasanya yang 80 (tabung) itu untuk rumah sakit. Sisanya yang 20 (tabung) untuk orang-orang umum,” tambah Chandra–sapaan karibnya.

Sementara untuk tabung dengan ukuran satu meter kubik, dia mengaku bisa menjual hingga 40 tabung per hari. ”Tapi untuk saat ini stoknya sedang kosong. Jadi hanya menjual isi ulangnya,” imbuh perempuan berusia 55 tahun itu. Untuk harga, dia menyebut bila isi ulang tabung gas oksigen ukuran 1 meter kubik dibanderol Rp 65 ribu. ”Itu terjadi kenaikan Rp 10 ribu karena barang sedang langka. Pada 1 Juli lalu harganya masih Rp 55 ribu,” imbuhnya.

Sedangkan untuk isi ulang tabung gas oksigen ukuran 6 meter kubik harganya Rp 100 ribu. ”Untuk yang 6 meter ini seringnya isi ulang, tapi tabungnya biasanya sifatnya pinjam, dengan jaminan Rp 2 juta per tabungnya,” kata Chandra. (rmc/ulf/adn/c1/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/