alexametrics
20.6 C
Malang
Friday, 1 July 2022

Dinkes Kota Malang Dorong Hippam Terapkan Prinsip 4K

KOTA MALANG – Dinas Kesehatan Kota Malang mendorong Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (Hippam) kota Malang untuk melakukan pengelolaan air tanah dengan berpegang teguh pada prinsip Kuantitas, Kualitas, Kontinyuitas dan Keterjangkauan (4K).

Puskesmas Siaga Covid

“Dinkes mendorong pengelola Hippam, tak hanya fokus pada eksplorasi meningkatkan kuantitas, namun juga harus menjaga kualitas, kontinyuitas dan keterjangkauan,” kata Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan Dinkes Kota Malang, Agus Widodo SKM MMKes dalam kegiatan Pertemuan Penyelenggara Air Minum dalam rangka pengembangan lingkungan sehat yang dilaksanakan Selasa (1/9).

Ia menambahkan, saat ini kualitas air di Kota Malang masih cukup bagus. Berdasarkan hasil inspeksi, pencemaran air tanah di Kota Malang masih di level rendah. Kondisi ini menurut Agus harus dipertahankan oleh para pengelola air, termasuk pelaku industri maupun Hippam.

“Hanya saja, permukaan air tanah terindikasi mengalami penurunan, sehingga semua yang melakukan eksplorasi, juga berkewajiban untuk melakukan pelestarian. Salah satunya melalui gerakan menabung air,” imbuh dia.

Agus menjelaskan, pengelola air bawah tanah di Kota Malang cukup banyak. Indikasi penurunan air tanah tersebut harus mendapat perhatian semua pihak dan penyelenggaraannya harus sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Ia menambahkan, kegiatan pertemuan tersebut merupakan bentuk edukasi dan pengawasan Dinkes Kota Malang terhadap pengelolaan air tanah. Di tiap puskesmas, Dinkes telah menugaskan para sanitarian untuk secara berkala melakukan inspeksi setidaknya 2x dalam setahun, salah satunya terkait kualitas air.

“Kualitas air dibagi dalam empat level, sangat tinggi, tinggi, sedang dan rendah. Di Kota Malang sendiri, secara umum berada di level rendah. Para sanitarian yang ditempatkan di puskesmas bertugas memantau dan melaporkan, untuk selanjutnya didiskusikan dengan pengelola agar segera ditemukan solusinya,” pungkas dia.

KOTA MALANG – Dinas Kesehatan Kota Malang mendorong Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (Hippam) kota Malang untuk melakukan pengelolaan air tanah dengan berpegang teguh pada prinsip Kuantitas, Kualitas, Kontinyuitas dan Keterjangkauan (4K).

Puskesmas Siaga Covid

“Dinkes mendorong pengelola Hippam, tak hanya fokus pada eksplorasi meningkatkan kuantitas, namun juga harus menjaga kualitas, kontinyuitas dan keterjangkauan,” kata Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan Dinkes Kota Malang, Agus Widodo SKM MMKes dalam kegiatan Pertemuan Penyelenggara Air Minum dalam rangka pengembangan lingkungan sehat yang dilaksanakan Selasa (1/9).

Ia menambahkan, saat ini kualitas air di Kota Malang masih cukup bagus. Berdasarkan hasil inspeksi, pencemaran air tanah di Kota Malang masih di level rendah. Kondisi ini menurut Agus harus dipertahankan oleh para pengelola air, termasuk pelaku industri maupun Hippam.

“Hanya saja, permukaan air tanah terindikasi mengalami penurunan, sehingga semua yang melakukan eksplorasi, juga berkewajiban untuk melakukan pelestarian. Salah satunya melalui gerakan menabung air,” imbuh dia.

Agus menjelaskan, pengelola air bawah tanah di Kota Malang cukup banyak. Indikasi penurunan air tanah tersebut harus mendapat perhatian semua pihak dan penyelenggaraannya harus sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Ia menambahkan, kegiatan pertemuan tersebut merupakan bentuk edukasi dan pengawasan Dinkes Kota Malang terhadap pengelolaan air tanah. Di tiap puskesmas, Dinkes telah menugaskan para sanitarian untuk secara berkala melakukan inspeksi setidaknya 2x dalam setahun, salah satunya terkait kualitas air.

“Kualitas air dibagi dalam empat level, sangat tinggi, tinggi, sedang dan rendah. Di Kota Malang sendiri, secara umum berada di level rendah. Para sanitarian yang ditempatkan di puskesmas bertugas memantau dan melaporkan, untuk selanjutnya didiskusikan dengan pengelola agar segera ditemukan solusinya,” pungkas dia.

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/