alexametrics
22.1 C
Malang
Sunday, 14 August 2022

Sebelum Jadi Menteri, Malik Fadjar Pernah Jadi Guru di Pelosok

MALANG KOTA — Almarhum Prof Dr (HC) Drs H Abdul Malik Fadjar MSc bisa dibilang salah satu orang yang peduli pendidikan. Bahkan, mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) periode 1983-2000 ini pernah mengajar di daerah terpencil.

Tepatnya menjadi guru agama di daerah terpencil Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 1959 silam. Putra pasangan Fadjar Martodiharjo dan Salamah Fadjar ini mengajar agama di Sekolah Rakyat Negeri (SRN) Taliwang.

Selain itu, juga pernah menjadi mengajar di Sekolah Guru Bantu (SGB) Negeri dan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Sumbawa Besar NTB pada rentang 1960-1963, dosen Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Malang pada 1972, dosen dan dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) hingga 1983 dan menjadi rektor UMM.

“Tak perlu diragukan lagi, beliau tokoh pendidikan yang tak pernah berhenti berkarya dan mengalir darah guru,” kata Anwar Hudijono, penulis perjalanan hidup Malik Fadjar.

Pewarta: Imam

MALANG KOTA — Almarhum Prof Dr (HC) Drs H Abdul Malik Fadjar MSc bisa dibilang salah satu orang yang peduli pendidikan. Bahkan, mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) periode 1983-2000 ini pernah mengajar di daerah terpencil.

Tepatnya menjadi guru agama di daerah terpencil Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 1959 silam. Putra pasangan Fadjar Martodiharjo dan Salamah Fadjar ini mengajar agama di Sekolah Rakyat Negeri (SRN) Taliwang.

Selain itu, juga pernah menjadi mengajar di Sekolah Guru Bantu (SGB) Negeri dan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Sumbawa Besar NTB pada rentang 1960-1963, dosen Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Malang pada 1972, dosen dan dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) hingga 1983 dan menjadi rektor UMM.

“Tak perlu diragukan lagi, beliau tokoh pendidikan yang tak pernah berhenti berkarya dan mengalir darah guru,” kata Anwar Hudijono, penulis perjalanan hidup Malik Fadjar.

Pewarta: Imam

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/