alexametrics
21.1 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

2.000 UMKM Kota Malang Tak Kebagian Banpres

MALANG KOTA – Sebagian pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Malang telah menerima bantuan presiden (Banpres). Sayangnya, masih ada ribuan pelaku wirausaha yang belum menikmati Program Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) tersebut.

Kepala Bidang Usaha Mikro Diskopindag Kota Malang Noegroho Dwipoetranto mengatakan, ada sekitar 16 ribu UMKM yang telah diusulkan mendapatkan BPUM. Bantuan tersebut berupa uang tunai sebesar Rp 1,2 juta. “Paling banyak mereka didominasi pengusaha bergerak di bidang makanan dan minuman (mamin),”ungkapnya.

Namun dari data yang diajukan tersebut, yang disetujui menerima BPUM sekitar 14 ribu orang. Artinya masih ada sekitar 2.000 pelaku UMKM yang masih berharap bisa mendapatkan bantuan tersebut.

Disinggung tentang banyaknya UMKM yang tak lolos sebagai menerima program BPUM, dia menjelaskan hal itu sepenuhnya kewenangan pemerintah pusat. “Kami hanya memfasilitasi dan menyiapkan data saja,” tambahnya.

Meski begitu, pihaknya tetap mengupayakan agar pelaku UMKM yang belum menerima bantuan bisa kembali diajukan. Salah satu caranya dengan berkoordinasi dengan pemerintah pusat. “Kami terus berkomunikasi, karena ini menyangkut kelangsungan UMKM di Kota Malang,” tegasnya.

Menurut Noegroho, di masa pandemi banyak UMKM yang membutuhkan bantuan, khususnya untuk perputaran modal. Hal itu karena mereka termasuk kelompok yang sangat terdampak. Sementara sektor UMKM masih memberikan kontribusi yang cukup tinggi di era pandemi ini. Artinya, UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian masyarakat Indonesia. “Pemerintah Indonesia pun memandang penting keberadaan para pelaku UMKM,” ungkapnya

Menurut dia, perhatian tinggi yang diberikan kepada para pelaku UMKM tersebut tidak lain sebagai wujud pemerintah dalam menyangga ekonomi rakyat kecil. “Karena UMKM mampu memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat di sektor bawah,” tambahnya. (ulf/nay/rmc)

MALANG KOTA – Sebagian pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Malang telah menerima bantuan presiden (Banpres). Sayangnya, masih ada ribuan pelaku wirausaha yang belum menikmati Program Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) tersebut.

Kepala Bidang Usaha Mikro Diskopindag Kota Malang Noegroho Dwipoetranto mengatakan, ada sekitar 16 ribu UMKM yang telah diusulkan mendapatkan BPUM. Bantuan tersebut berupa uang tunai sebesar Rp 1,2 juta. “Paling banyak mereka didominasi pengusaha bergerak di bidang makanan dan minuman (mamin),”ungkapnya.

Namun dari data yang diajukan tersebut, yang disetujui menerima BPUM sekitar 14 ribu orang. Artinya masih ada sekitar 2.000 pelaku UMKM yang masih berharap bisa mendapatkan bantuan tersebut.

Disinggung tentang banyaknya UMKM yang tak lolos sebagai menerima program BPUM, dia menjelaskan hal itu sepenuhnya kewenangan pemerintah pusat. “Kami hanya memfasilitasi dan menyiapkan data saja,” tambahnya.

Meski begitu, pihaknya tetap mengupayakan agar pelaku UMKM yang belum menerima bantuan bisa kembali diajukan. Salah satu caranya dengan berkoordinasi dengan pemerintah pusat. “Kami terus berkomunikasi, karena ini menyangkut kelangsungan UMKM di Kota Malang,” tegasnya.

Menurut Noegroho, di masa pandemi banyak UMKM yang membutuhkan bantuan, khususnya untuk perputaran modal. Hal itu karena mereka termasuk kelompok yang sangat terdampak. Sementara sektor UMKM masih memberikan kontribusi yang cukup tinggi di era pandemi ini. Artinya, UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian masyarakat Indonesia. “Pemerintah Indonesia pun memandang penting keberadaan para pelaku UMKM,” ungkapnya

Menurut dia, perhatian tinggi yang diberikan kepada para pelaku UMKM tersebut tidak lain sebagai wujud pemerintah dalam menyangga ekonomi rakyat kecil. “Karena UMKM mampu memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat di sektor bawah,” tambahnya. (ulf/nay/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/