alexametrics
22.6 C
Malang
Thursday, 19 May 2022

Besok PPKM Mikro, Sutiaji : Kita Penguatan Kampung Tangguh

MALANG KOTA – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diperpanjang mulai Selasa (9/2). Namun melalui Instruksi Mendagri Nomor 3 Tahun 2021 menjadi PPKM Mikro. Dalam PPKM mikro ini, peran masyarakat lebih banyak, sebab tiap-tiap kelurahan wajib bertanggung jawab dalam penerapan protokol kesehatan (prokes) masing-masing.

Walikota Malang, Sutiaji mengatakan, saat ini Pemkot Malang hanya perlu melakukan penguatan di sekitar 90 kampung tangguh.

“Kalau Kota Malang, kami tinggal penguatan saja. Karena selama ini di Kota Malang sudah punya kampung tangguh di masing-masing kelurahan. Yang punya inovasi kampung tangguh itu kan dari Kota Malang. Kita kerjasama dengan perguruan tinggi untuk bikin modul,” ujarnya.

Sehingga pihak Pemkot Kota Malang hanya tinggal melakukan sosialisasi aturan Inmendagri. “Saya nanti hanya tinggal woro-woro, bagaimana fungsi RT dan RW. Juga bagaimana masyarakat harus tunduk pada regulasi prokes covid-19, ” paparnya.

Seperti diketahui, sesuai Inmendagri 3 tahun 2021, Jatim termasuk yang akan menerapkan PPKM Mikro dengan daerah prioritas Malang Raya, Surabaya Raya, dan Madiun Raya. PPKM Mikro dilaksanakan 9-22 Februari 2021.

“Kami harapkan pelaksanaan PPKM Mikro ini nantinya bisa berjalan lancar di Jatim. Tentunya dengan dukungan seluruh elemen, baik TNI, POLRI, serta masyarakat,” terang Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.

“Utamanya, dengan terus memperkuat dan memberdayakan keberadaan Kampung Tangguh yang memang sudah kami terapkan di Jatim,” tambahnya.

Pewarta : Errica Vannie

MALANG KOTA – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diperpanjang mulai Selasa (9/2). Namun melalui Instruksi Mendagri Nomor 3 Tahun 2021 menjadi PPKM Mikro. Dalam PPKM mikro ini, peran masyarakat lebih banyak, sebab tiap-tiap kelurahan wajib bertanggung jawab dalam penerapan protokol kesehatan (prokes) masing-masing.

Walikota Malang, Sutiaji mengatakan, saat ini Pemkot Malang hanya perlu melakukan penguatan di sekitar 90 kampung tangguh.

“Kalau Kota Malang, kami tinggal penguatan saja. Karena selama ini di Kota Malang sudah punya kampung tangguh di masing-masing kelurahan. Yang punya inovasi kampung tangguh itu kan dari Kota Malang. Kita kerjasama dengan perguruan tinggi untuk bikin modul,” ujarnya.

Sehingga pihak Pemkot Kota Malang hanya tinggal melakukan sosialisasi aturan Inmendagri. “Saya nanti hanya tinggal woro-woro, bagaimana fungsi RT dan RW. Juga bagaimana masyarakat harus tunduk pada regulasi prokes covid-19, ” paparnya.

Seperti diketahui, sesuai Inmendagri 3 tahun 2021, Jatim termasuk yang akan menerapkan PPKM Mikro dengan daerah prioritas Malang Raya, Surabaya Raya, dan Madiun Raya. PPKM Mikro dilaksanakan 9-22 Februari 2021.

“Kami harapkan pelaksanaan PPKM Mikro ini nantinya bisa berjalan lancar di Jatim. Tentunya dengan dukungan seluruh elemen, baik TNI, POLRI, serta masyarakat,” terang Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.

“Utamanya, dengan terus memperkuat dan memberdayakan keberadaan Kampung Tangguh yang memang sudah kami terapkan di Jatim,” tambahnya.

Pewarta : Errica Vannie

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/