alexametrics
26.7 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

Peringati Hari Pers Nasional, Begini Lontaran Wali Kota Malang

MALANG KOTA – Menyambut peringatan Hari Pers Nasional 2021 (9/2) sejumlah pihak memiliki harapan besar pers tetap mengambil peran strategisnya. Selain menyajikan informasi yang akurat dan mengedukasi, keberadaannya juga berkontribusi terhadap pembangunan.

Hal itu diungkapkan Wali Kota Malang Sutiaji jelang peringatan Hari Pers Nasional. Dia berharap pers dapat memberikan literasi sekaligus edukasi kepada masyarakat, terutama dalam menangkal berita hoax. “Pers masih tetap harus memiliki peran strategisnya. Kami beranggapan bahwa pers menjadi salah satu pilar pembangunan. Jadi kami berharap pers bisa memberikan literasi sekaligus edukasi. Contohnya bahwa vaksin Covid-19 itu tidak mematikan dan sebagainya,” ujarnya.

Selain itu, ia juga berharap pers juga bisa memberikan advokasi kepada masyarakat. “Sehingga ketika ada masyarakat yang harusnya mendapat bantuan kok tidak dapat bantuan, maka pers dapat menyampaikan ke publik tentang apa yang terjadi dan kenapa hal itu sampai terjadi,” terangnya.

Sutiaji menambahkan, pers juga diharapkan dapat mendorong terjadinya transparansi. “Karena kita punya UUD 1945 dan beberapa aturan terkait. Lalu kami juga berharap pers dapat memberikan berita yang berimbang. Kabar yang jelek ya diberitakan, juga yang bagus juga diberitakan. Jangan yang jelek saja yang diberitakan,” pungkasnya.

Pewarta: Errica Vannie

MALANG KOTA – Menyambut peringatan Hari Pers Nasional 2021 (9/2) sejumlah pihak memiliki harapan besar pers tetap mengambil peran strategisnya. Selain menyajikan informasi yang akurat dan mengedukasi, keberadaannya juga berkontribusi terhadap pembangunan.

Hal itu diungkapkan Wali Kota Malang Sutiaji jelang peringatan Hari Pers Nasional. Dia berharap pers dapat memberikan literasi sekaligus edukasi kepada masyarakat, terutama dalam menangkal berita hoax. “Pers masih tetap harus memiliki peran strategisnya. Kami beranggapan bahwa pers menjadi salah satu pilar pembangunan. Jadi kami berharap pers bisa memberikan literasi sekaligus edukasi. Contohnya bahwa vaksin Covid-19 itu tidak mematikan dan sebagainya,” ujarnya.

Selain itu, ia juga berharap pers juga bisa memberikan advokasi kepada masyarakat. “Sehingga ketika ada masyarakat yang harusnya mendapat bantuan kok tidak dapat bantuan, maka pers dapat menyampaikan ke publik tentang apa yang terjadi dan kenapa hal itu sampai terjadi,” terangnya.

Sutiaji menambahkan, pers juga diharapkan dapat mendorong terjadinya transparansi. “Karena kita punya UUD 1945 dan beberapa aturan terkait. Lalu kami juga berharap pers dapat memberikan berita yang berimbang. Kabar yang jelek ya diberitakan, juga yang bagus juga diberitakan. Jangan yang jelek saja yang diberitakan,” pungkasnya.

Pewarta: Errica Vannie

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/