alexametrics
21.1 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

PPKM Mikro, Pemkot Malang Wacanakan Insentif Rp 500 Ribu Untuk RT/RW

MALANG KOTA – Saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro mulai Selasa (9/2) besok, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berencana memberikan insentif sebesar Rp 500 ribu untuk tiap RT/RW.

Insentif ini dipergunakan untuk penguatan kampung tangguh. Kebijakan insentif ini sejalan dengan Instruksi Mendagri Nomor 3 Tahun 2021, dimana dalam PPKM mikro , peran masyarakat lebih besar, sebab tiap-tiap kelurahan wajib bertanggung jawab dalam penerapan protokol kesehatan (prokes) masing-masing wilayah.

Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan bahwa hal ini akan segera dikaji oleh Pemkot Malang. “Nanti pak Sekda coba disimulasikan boleh atau tidak bantuan kita kepada RT. Insya Allah kita memberikan stimulasi untuk motivasi. Nanti Rp 500 ribu tiap RT dan RW per bulan itu diperbolehkan atau tidak, masih kita kaji,” ujarnya.

Ia menuturkan, selama ini sebenarnya sudah ada insentif dari Pemkot Malang. “Selama ini sudah ada insentif untuk RT. Kalau waktu PPKM atau selama covid-19 tidak ada. Dulu memang mengusulkan namun karena beberapa Ketua RT dan RW orang yang sudah status sosialnya tinggi, maka diurungkan,” jelasnya.

Sementara itu, Sutiaji juga beberapa kali mendapatkan sambatan dari Ketua RT dan RW. “Jadi mereka bilang, pak kalau gini kan saya tanggung jawabnya diminta RT dan RW, sementara kalau ada orang pindah saya tidak pernah diajak bicara. Ini nanti kebijakan dari pusat bagaimana,” ujarnya.

Sutiaji menuturkan, untuk PPKM Mikro Pemkot Malang hanya perlu melakukan penguatan di sekitar 90 kampung tangguh. Namun untuk rencana sosialisasi ke tiap RW, masih belum direncanakan tepatnya kapan.

Pewarta : Errica Vannie

MALANG KOTA – Saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro mulai Selasa (9/2) besok, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berencana memberikan insentif sebesar Rp 500 ribu untuk tiap RT/RW.

Insentif ini dipergunakan untuk penguatan kampung tangguh. Kebijakan insentif ini sejalan dengan Instruksi Mendagri Nomor 3 Tahun 2021, dimana dalam PPKM mikro , peran masyarakat lebih besar, sebab tiap-tiap kelurahan wajib bertanggung jawab dalam penerapan protokol kesehatan (prokes) masing-masing wilayah.

Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan bahwa hal ini akan segera dikaji oleh Pemkot Malang. “Nanti pak Sekda coba disimulasikan boleh atau tidak bantuan kita kepada RT. Insya Allah kita memberikan stimulasi untuk motivasi. Nanti Rp 500 ribu tiap RT dan RW per bulan itu diperbolehkan atau tidak, masih kita kaji,” ujarnya.

Ia menuturkan, selama ini sebenarnya sudah ada insentif dari Pemkot Malang. “Selama ini sudah ada insentif untuk RT. Kalau waktu PPKM atau selama covid-19 tidak ada. Dulu memang mengusulkan namun karena beberapa Ketua RT dan RW orang yang sudah status sosialnya tinggi, maka diurungkan,” jelasnya.

Sementara itu, Sutiaji juga beberapa kali mendapatkan sambatan dari Ketua RT dan RW. “Jadi mereka bilang, pak kalau gini kan saya tanggung jawabnya diminta RT dan RW, sementara kalau ada orang pindah saya tidak pernah diajak bicara. Ini nanti kebijakan dari pusat bagaimana,” ujarnya.

Sutiaji menuturkan, untuk PPKM Mikro Pemkot Malang hanya perlu melakukan penguatan di sekitar 90 kampung tangguh. Namun untuk rencana sosialisasi ke tiap RW, masih belum direncanakan tepatnya kapan.

Pewarta : Errica Vannie

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/