alexametrics
22.4 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

Residivis Pembobol Rumah Mewah di Malang Ini Masuk Bui Lagi

MALANG KOTA – Baru setahun menghirup udara bebas, kini Jupri, 40, warga Desa Talok, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, harus masuk bui lagi. Residivis itu ditangkap polisi setelah membobol sebuah rumah mewah di Jalan Lowokdoro, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sukun, Kota Malang, beberapa waktu lalu. Dalam aksinya itu, dia mengajak Satria, 35, warga Kelurahan Rampal Celaket, Kecamatan Klojen.

Peristiwa pembobolan itu dilakukan Jupri pada 17 November 2020 lalu. Sekitar pukul 00.00 Jupri yang menjadi eksekutor masuk ke rumah korban yang saat kejadian tengah terlelap. ”Jadi, tersangka inisial J ini merupakan eksekutor, dia yang mencongkel jendela rumah korban dengan obeng besar. Sementara yang satunya ini (Satria) hanya membantu memperhatikan situasi sekitar,” terang Kasatreskrim Polresta Malang Kota Kompol Tinton Yudha Riambodo kemarin (7/2).

Setelah pelaku merusak jendela, pelaku lantas menggasak Honda Beat nopol N 3643 AAB yang kuncinya masih menempel di sepeda motor. Pelaku dengan leluasa keluar dari rumah karena kunci pintu rumah juga tak dilepas di tempatnya. ”Itu memudahkan pelaku menjarah motor tersebut. Di meja juga ada handphone, juga mereka sikat,” tambahnya.

Kedua pelaku ditangkap terpisah. Didahului oleh penangkapan Satria pada 15 Januari 2021, dilanjut Jupri pada hari berikutnya. Jupri merupakan residivis kasus curanmor dan pembobol rumah yang baru keluar dari lapas tahun 2019. ”Eksekutor itu keluar dari lapas tahun 2019 lalu, tapi ngakunya setelah itu baru sekali melakukan lagi (mencuri). Kami masih dalami lagi ini,” kata dia. (rmc/biy/dan)

MALANG KOTA – Baru setahun menghirup udara bebas, kini Jupri, 40, warga Desa Talok, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, harus masuk bui lagi. Residivis itu ditangkap polisi setelah membobol sebuah rumah mewah di Jalan Lowokdoro, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sukun, Kota Malang, beberapa waktu lalu. Dalam aksinya itu, dia mengajak Satria, 35, warga Kelurahan Rampal Celaket, Kecamatan Klojen.

Peristiwa pembobolan itu dilakukan Jupri pada 17 November 2020 lalu. Sekitar pukul 00.00 Jupri yang menjadi eksekutor masuk ke rumah korban yang saat kejadian tengah terlelap. ”Jadi, tersangka inisial J ini merupakan eksekutor, dia yang mencongkel jendela rumah korban dengan obeng besar. Sementara yang satunya ini (Satria) hanya membantu memperhatikan situasi sekitar,” terang Kasatreskrim Polresta Malang Kota Kompol Tinton Yudha Riambodo kemarin (7/2).

Setelah pelaku merusak jendela, pelaku lantas menggasak Honda Beat nopol N 3643 AAB yang kuncinya masih menempel di sepeda motor. Pelaku dengan leluasa keluar dari rumah karena kunci pintu rumah juga tak dilepas di tempatnya. ”Itu memudahkan pelaku menjarah motor tersebut. Di meja juga ada handphone, juga mereka sikat,” tambahnya.

Kedua pelaku ditangkap terpisah. Didahului oleh penangkapan Satria pada 15 Januari 2021, dilanjut Jupri pada hari berikutnya. Jupri merupakan residivis kasus curanmor dan pembobol rumah yang baru keluar dari lapas tahun 2019. ”Eksekutor itu keluar dari lapas tahun 2019 lalu, tapi ngakunya setelah itu baru sekali melakukan lagi (mencuri). Kami masih dalami lagi ini,” kata dia. (rmc/biy/dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/