alexametrics
20.8 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Sosok Mendiang Rektor ITN Malang Prof Kustamar Di Mata Tetangga

MALANG KOTA – Kepergian Rektor ITN Malang, Prof Dr Ir Kustamar MT meninggalkan kesan mendalam tak hanya bagi keluarga besar ITN Malang, tetapi juga bagi warga RT 10 RW 05 Kelurahan Pandanwangi Kecamatan Blimbing Kota Malang. Diketahui, Kustamar pernah menjabat ketua RT di lingkungan tempat tinggalnya.

“Almarhum sosok yang penyabar dan bijaksana terutama saat menghadapi pro kotra warga,” cerita Aning, salah satu tetangga mendiang Prof Kustamar.

Ia menceritakan, beberapa tahun lalu, terjadi pro kontra terkait izin operasional salah satu rumah sakit di kawasan pemukiman tersebut. Sebagian warga menolak, dan sebagian lain mendukung rencana operasional fasilitas kesehatan tersebut.

“Bagaimana cara beliau mengedukasi warga terkait keberadaan rumah sakit itu bisa diterima warga yang kontra. Saat itu, almarhum mengatakan, rumah sakit dan warga sama-sama saling membutuhkan. Intinya harus ada simbiosis mutualisme antara kedua belah pihak,” kenang dia.

Hal senada juga disampaikan Wakil Rektor I ITN Malang, Dr Ir Yudi Limpraptono MT. Menurutnya, Prof Kustamar adalah tipe pimpinan yang penyabar dan mengayomi seluruh keluarga besar ITN Malang.

“Seluruh civitas akademika ITN sangat terkejut dan kehilangan beliau. Beliau adalah sosok yang sabar, dan merupakan bapak bagi kami,” kata yudi saat ditemui jawa Pos Radar Malang di rumah duka.

Pewarta: Errica Vannie

MALANG KOTA – Kepergian Rektor ITN Malang, Prof Dr Ir Kustamar MT meninggalkan kesan mendalam tak hanya bagi keluarga besar ITN Malang, tetapi juga bagi warga RT 10 RW 05 Kelurahan Pandanwangi Kecamatan Blimbing Kota Malang. Diketahui, Kustamar pernah menjabat ketua RT di lingkungan tempat tinggalnya.

“Almarhum sosok yang penyabar dan bijaksana terutama saat menghadapi pro kotra warga,” cerita Aning, salah satu tetangga mendiang Prof Kustamar.

Ia menceritakan, beberapa tahun lalu, terjadi pro kontra terkait izin operasional salah satu rumah sakit di kawasan pemukiman tersebut. Sebagian warga menolak, dan sebagian lain mendukung rencana operasional fasilitas kesehatan tersebut.

“Bagaimana cara beliau mengedukasi warga terkait keberadaan rumah sakit itu bisa diterima warga yang kontra. Saat itu, almarhum mengatakan, rumah sakit dan warga sama-sama saling membutuhkan. Intinya harus ada simbiosis mutualisme antara kedua belah pihak,” kenang dia.

Hal senada juga disampaikan Wakil Rektor I ITN Malang, Dr Ir Yudi Limpraptono MT. Menurutnya, Prof Kustamar adalah tipe pimpinan yang penyabar dan mengayomi seluruh keluarga besar ITN Malang.

“Seluruh civitas akademika ITN sangat terkejut dan kehilangan beliau. Beliau adalah sosok yang sabar, dan merupakan bapak bagi kami,” kata yudi saat ditemui jawa Pos Radar Malang di rumah duka.

Pewarta: Errica Vannie

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/