alexametrics
20.8 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Ada SE Pengurangan Sampah Plastik, Begini Pandangan Apkrindo Malang

MALANG KOTA – Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Malang meminta ada kajian lebih mendalam terkait kebijakan sampah plastik. Sehingga pelaksanaan Surat Edaran (SE) No 8 Tahun 2021 tentang Pengurangan Sampah Plastik bisa berjalan lebih optimal.

Ketua Apkrindo Malang Indra Setiyadi mengatakan, pihaknya sebenarnya mendukung penuh kebijakan pemerintah. “Tapi ya saya harapkan tidak hanya sekadar SE, tapi kebijakan ini harus berlanjut, tertata dengan baik, dan ada kajian yang betul,” ungkapnya Senin (8/3).

Kajian tersebut seperti adanya fokus pengurangan sampah plastik pada satu item dahulu, misalnya penggunaan kresek oxium. Kemudian jika hal tersebut sudah sukses terlaksana baru fokus pengurangan ke item sampah plastik yang lainnya. “Saya kira ini tidak bisa langsung semua sampah plastik berkurang, tidak akan mungkin. Harusnya ada penentuan item mana yang diprioritaskan lebih dulu, tidak mungkin serentak semua sampah plastik harus dibenahi. Misalnya plastik kresek, kita ganti dengan kresek oxium atau yang lebih dikenal dengan kresek go green,” paparnya.

Menurutnya, plastik kresek jenis ini tidak ditemukan di seluruh tempat usaha, karena harga yang cukup mahal dan pemesanannya memiliki angka minimal. “Kalau pemilik Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) belum tentu mereka sanggup membeli kresek oxium. Kalau Pemerintah Kota (Pemkot) Malang sudah memutuskan kajian harus pakai kresek go green, saya bisa membantu teman-teman dalam pembelian secara kolektif. Tapi kalau dari Pemkot hanya berupa SE tidak ada aturan tegas lebih lanjut, takutnya tidak jalan,” jelasnya.

Selain itu, Indra juga menekankan bahwa kebijakan ini akan berhasil jika adanya kesadaran dari masyarakat untuk menggunakan kresek yang ramah lingkungan. Oleh karena itu memang perlu adanya edukasi dan sosialisasi bagi masyarakat.

Seperti diketahui beberapa waktu lalu, Wali Kota Malang, Sutiaji mengeluarkan SE No 8 Tahun 2021. Dalam SE tersebut seluruh pelaku usaha, pengelola resto, hotel, cafe, warung, serta seluruh lapisan masyarakat Kota Malang harus turut berpartisipasi dalam upaya pengurangan sampah plastik.

Pewarta: Errica Vannie

MALANG KOTA – Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Malang meminta ada kajian lebih mendalam terkait kebijakan sampah plastik. Sehingga pelaksanaan Surat Edaran (SE) No 8 Tahun 2021 tentang Pengurangan Sampah Plastik bisa berjalan lebih optimal.

Ketua Apkrindo Malang Indra Setiyadi mengatakan, pihaknya sebenarnya mendukung penuh kebijakan pemerintah. “Tapi ya saya harapkan tidak hanya sekadar SE, tapi kebijakan ini harus berlanjut, tertata dengan baik, dan ada kajian yang betul,” ungkapnya Senin (8/3).

Kajian tersebut seperti adanya fokus pengurangan sampah plastik pada satu item dahulu, misalnya penggunaan kresek oxium. Kemudian jika hal tersebut sudah sukses terlaksana baru fokus pengurangan ke item sampah plastik yang lainnya. “Saya kira ini tidak bisa langsung semua sampah plastik berkurang, tidak akan mungkin. Harusnya ada penentuan item mana yang diprioritaskan lebih dulu, tidak mungkin serentak semua sampah plastik harus dibenahi. Misalnya plastik kresek, kita ganti dengan kresek oxium atau yang lebih dikenal dengan kresek go green,” paparnya.

Menurutnya, plastik kresek jenis ini tidak ditemukan di seluruh tempat usaha, karena harga yang cukup mahal dan pemesanannya memiliki angka minimal. “Kalau pemilik Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) belum tentu mereka sanggup membeli kresek oxium. Kalau Pemerintah Kota (Pemkot) Malang sudah memutuskan kajian harus pakai kresek go green, saya bisa membantu teman-teman dalam pembelian secara kolektif. Tapi kalau dari Pemkot hanya berupa SE tidak ada aturan tegas lebih lanjut, takutnya tidak jalan,” jelasnya.

Selain itu, Indra juga menekankan bahwa kebijakan ini akan berhasil jika adanya kesadaran dari masyarakat untuk menggunakan kresek yang ramah lingkungan. Oleh karena itu memang perlu adanya edukasi dan sosialisasi bagi masyarakat.

Seperti diketahui beberapa waktu lalu, Wali Kota Malang, Sutiaji mengeluarkan SE No 8 Tahun 2021. Dalam SE tersebut seluruh pelaku usaha, pengelola resto, hotel, cafe, warung, serta seluruh lapisan masyarakat Kota Malang harus turut berpartisipasi dalam upaya pengurangan sampah plastik.

Pewarta: Errica Vannie

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/