alexametrics
21.8 C
Malang
Thursday, 26 May 2022

Dua Aksi Demo Warnai Depan Balai Kota Malang Pagi Ini

MALANG KOTA – Aksi demo mewarnai bundaran depan Balai Kota Kota Malang pagi ini (8/3). Tak hanya satu aksi, ada dua kelompok yang menyuarakan aspirasinya. Namun karena ada yang tak mengantongi izin dan tak mematuhi protokol kesehatan (prokes), aksi demo akhirnya dibubarkan.

Aksi pertama dilakukan puluhan perempuan yang menggelar aksi untuk memperingati International Womens Day. Aksi ini dimulai pukul 09.00 WIB, dengan titik mulai Stadion Gajayana, mereka lantas berjalan kaki hingga Balai Kota Malang. Sementara aksi lainnya dilakukan oleh sejumlah aktivis mahasiswa Papua. Namun karena tidak ada izin, petugas langsung melakukan penertiban dengan menaikkan para peserta aksi mahasiswa Papua ke atas truk.

Kasatlantas Polresta Malang Kota, AKP Ramadhan Nasution mengatakan, aksi demo tersebut tetap dalam pengawalan petugas Polresta Malang Kota. “Kami lakukan penutupan jalur di bundara depan Bali Kota agar tak sampai memicu kemacetan,” ujarnya ketika dihubungi melalui whatsapp.

Aksi Aliansi Gerakan Perempuan Bersama Rakyat (Gempur) dilakukan sebagai bentuk spirit perjuangan perempuan yang tak terlepas dengan perjuangan rakyat. Siska, salah seorang peserta demo menyatakan, aksi tersebut sekaligus memberikan edukasi kepada keseluruhan elemen masyarakat terkait kesetaraan gender. “Aksi ini disuarakan terkait momentum international womens day, ” ujar wanita yang akrab disapa Icha itu.

Pewarta: Errica Vannie

MALANG KOTA – Aksi demo mewarnai bundaran depan Balai Kota Kota Malang pagi ini (8/3). Tak hanya satu aksi, ada dua kelompok yang menyuarakan aspirasinya. Namun karena ada yang tak mengantongi izin dan tak mematuhi protokol kesehatan (prokes), aksi demo akhirnya dibubarkan.

Aksi pertama dilakukan puluhan perempuan yang menggelar aksi untuk memperingati International Womens Day. Aksi ini dimulai pukul 09.00 WIB, dengan titik mulai Stadion Gajayana, mereka lantas berjalan kaki hingga Balai Kota Malang. Sementara aksi lainnya dilakukan oleh sejumlah aktivis mahasiswa Papua. Namun karena tidak ada izin, petugas langsung melakukan penertiban dengan menaikkan para peserta aksi mahasiswa Papua ke atas truk.

Kasatlantas Polresta Malang Kota, AKP Ramadhan Nasution mengatakan, aksi demo tersebut tetap dalam pengawalan petugas Polresta Malang Kota. “Kami lakukan penutupan jalur di bundara depan Bali Kota agar tak sampai memicu kemacetan,” ujarnya ketika dihubungi melalui whatsapp.

Aksi Aliansi Gerakan Perempuan Bersama Rakyat (Gempur) dilakukan sebagai bentuk spirit perjuangan perempuan yang tak terlepas dengan perjuangan rakyat. Siska, salah seorang peserta demo menyatakan, aksi tersebut sekaligus memberikan edukasi kepada keseluruhan elemen masyarakat terkait kesetaraan gender. “Aksi ini disuarakan terkait momentum international womens day, ” ujar wanita yang akrab disapa Icha itu.

Pewarta: Errica Vannie

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/