alexametrics
21.9 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Operasi 1 Jam di Malang, 35 kendaraan Balik Kucing

MALANG KOTA – Pemerintah melakukan kebijakan penyekatan di perbatasan wilayah untuk mengurangi mobilitas penduduk selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat. Dalam operasi penyekatan di depan Graha Kencana, Kecamatan Blimbing, petugas memaksa 35 pengendara dilarang masuk Kota Malang karena tidak memenuhi syarat seperti membawa surat sehat. Mulai bukti vaksinasi dan hasil swab test PCR negatif.

Wakasat Lantas Polresta Malang Kota AKP Suwarno mengatakan, penyekatan di depan Graha Kencana ini dalam rangka pengendalian selama PPKM darurat. Hal itu tentunya untuk membatasi mobilitas umum agar menekan penyebaran Covid-19. Dia menyebut, ada 35 kendaraan pelat luar kota Malang yang diminta putar balik. Di antaranya, Surabaya, Mojokerto, Bojonegoro, dan Jember.

”Karena mereka tidak bisa menunjukkan syarat sesuai ketentuan yang berlaku selama PPKM darurat ini,” ungkapnya.

Seperti diketahui, persyaratan masuk Kota Malang adalah harus menunjukkan surat keterangan vaksin dosis pertama, rapid test antigen H-2, dan swab test PCR H-1.

”Jadi mereka yang mau masuk Malang kami periksa dulu, kalau tidak punya ya kami minta putar balik,” paparnya.

Hal itu menurut dia, untuk menindaklanjuti perintah Dirlantas Polda Jatim. Yang mana, Kapolresta Malang Kota bekerja sama dengan instansi terkait. Misalnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, badan penanggulangan bencana daerah (BPBD), dinas perhubungan (dishub), dan satpol PP. Namun, pada sore harinya (kemarin), dia menambahkan, berdasarkan hasil koordinasi dengan Polres Malang titik penyekatan di depan Graha Kencana dipindahkan ke perempatan Karanglo.

”Jadi dilebur dengan Polres Malang dan dilakukan penyekatan di sana,” tukas dia.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Malang Heru Mulyono turut membantu pelaksanaan penyekatan tersebut. Pihaknya menyerahkan setidaknya 15 personel untuk membantu memperlancar arus lalu lintas. Heru menuturkan jika pihaknya memang mendapat instruksi dari Kapolresta Malang Kota untuk mengirim personel.

”Ya, itu (penyekatan) juga sesuai dengan arahan Polda untuk menyekat daerah perbatasan,” tuturnya.

Mantan Camat Klojen tersebut juga menjelaskan pihaknya mendapat instruksi mengawasi perbatasan di exit tol. Terutama di exit tol Madyopuro yang menurutnya juga perlu mendapat pengawasan.

Ke depan, dia juga akan berkoordinasi dengan Polresta Malang Kota untuk menyekat perbatasan. ”Jika tidak mematuhi ya konsekuensinya bisa putar balik,” tandasnya. (ulf/adn/c1/abm/rmc)

MALANG KOTA – Pemerintah melakukan kebijakan penyekatan di perbatasan wilayah untuk mengurangi mobilitas penduduk selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat. Dalam operasi penyekatan di depan Graha Kencana, Kecamatan Blimbing, petugas memaksa 35 pengendara dilarang masuk Kota Malang karena tidak memenuhi syarat seperti membawa surat sehat. Mulai bukti vaksinasi dan hasil swab test PCR negatif.

Wakasat Lantas Polresta Malang Kota AKP Suwarno mengatakan, penyekatan di depan Graha Kencana ini dalam rangka pengendalian selama PPKM darurat. Hal itu tentunya untuk membatasi mobilitas umum agar menekan penyebaran Covid-19. Dia menyebut, ada 35 kendaraan pelat luar kota Malang yang diminta putar balik. Di antaranya, Surabaya, Mojokerto, Bojonegoro, dan Jember.

”Karena mereka tidak bisa menunjukkan syarat sesuai ketentuan yang berlaku selama PPKM darurat ini,” ungkapnya.

Seperti diketahui, persyaratan masuk Kota Malang adalah harus menunjukkan surat keterangan vaksin dosis pertama, rapid test antigen H-2, dan swab test PCR H-1.

”Jadi mereka yang mau masuk Malang kami periksa dulu, kalau tidak punya ya kami minta putar balik,” paparnya.

Hal itu menurut dia, untuk menindaklanjuti perintah Dirlantas Polda Jatim. Yang mana, Kapolresta Malang Kota bekerja sama dengan instansi terkait. Misalnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, badan penanggulangan bencana daerah (BPBD), dinas perhubungan (dishub), dan satpol PP. Namun, pada sore harinya (kemarin), dia menambahkan, berdasarkan hasil koordinasi dengan Polres Malang titik penyekatan di depan Graha Kencana dipindahkan ke perempatan Karanglo.

”Jadi dilebur dengan Polres Malang dan dilakukan penyekatan di sana,” tukas dia.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Malang Heru Mulyono turut membantu pelaksanaan penyekatan tersebut. Pihaknya menyerahkan setidaknya 15 personel untuk membantu memperlancar arus lalu lintas. Heru menuturkan jika pihaknya memang mendapat instruksi dari Kapolresta Malang Kota untuk mengirim personel.

”Ya, itu (penyekatan) juga sesuai dengan arahan Polda untuk menyekat daerah perbatasan,” tuturnya.

Mantan Camat Klojen tersebut juga menjelaskan pihaknya mendapat instruksi mengawasi perbatasan di exit tol. Terutama di exit tol Madyopuro yang menurutnya juga perlu mendapat pengawasan.

Ke depan, dia juga akan berkoordinasi dengan Polresta Malang Kota untuk menyekat perbatasan. ”Jika tidak mematuhi ya konsekuensinya bisa putar balik,” tandasnya. (ulf/adn/c1/abm/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/