alexametrics
30.5 C
Malang
Sunday, 3 July 2022

Kejar Target Setoran Pajak, Bapenda Kota Malang Pasang 500 E-Tax

MALANG KOTA – Masih belum optimalnya sejumlah sektor yang mendukung Pendapatan Asli Daerah (PAD) membuat Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang melakukan sejumlah inovasi. Salah satunya dilakukan dengan penggunaan e-Tax. Saat ini, ada 500 titik yang sedang dilakukan pemasangan sekaligus uji coba e-Tax.

Beberapa waktu lalum sektor pajak daerah sempat mendapat sorotan dari DPRD Kota Malang. Sebab, sektor pajak daerah menyumbang pendapatan terbesar hingga Rp 551 miliar. Namun realisasinya masih minim, berada di bawah 50 persen. Pemkot Malang didorong agar bisa berinovasi supaya mencapai target pendapatan yang dipatok.

Kepala Bapenda Kota Malang Handi Priyanto mengatakan menseriusi masukan dari para anggota dewan tersebut. “Jadi, untuk memudahkan wajib pajak dalam pembayaran, kami menginisiasi e-Tax. Jika sebelumnya tapping box, maka akan diubah ke card rider,” katanya saat dikonfirmasi kemarin (7/9).

Mantan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Malang itu menambahkan, untuk tahap uji coba bakal dilakukan di 15 titik lokasi. Sejumlah lokasi itu telah dilakukan sejak Juni hingga akhir September nanti. Uji coba dilakukan karena ada salah satu perusahaan yang mengajukan proposal untuk menjadi mitra Bank Jatim. Sebelum proposal disetujui, maka diminta untuk melakukan uji coba sistem yang ditawarkan.

Untuk target awal, terdapat 10 titik uji coba. Namun di lapangan berubah menjadi 15 lokasi. Titik usaha yang diuji coba e-Tax, antara lain seperti di beberapa kedai kopi. “Titiknya antara lain seperti di Kedai Kopi Vosco, Kopi 24, Baegopa, Hodai serta Pesan Kopi,” tambahnya. Jika uji coba itu berhasil, Handi menyatakan e-Tax akan dikembangkan ke tempat lain. Sehingga, penggunaan ke depan akan menggunakan card rider. Pihaknya pun diberi kuota oleh Bank Jatim sebanyak 500 titik.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika mengatakan, sektor PAD Kota Malang masih dinilai kurang. Bahkan cenderung masih kurang greget dalam pemasukan. Untuk itu, ada sejumlah catatan agar PAD dapat terdongkrak. “Salah satunya dengan memaksimalkan tagihan piutang pajak daerah dan retribusi daerah,” sarannya.

Pria kelahiran Jembrana Bali itu mengharapkan Bapenda Kota Malang membuat strategi optimalisasi penarikan pajak daerah. Tujuannya supaya penarikan pajak daerah sesuai dengan target. Dia melihat beberapa waktu lalu terkait penertiban penunggak pajak reklame bisa menjadi contoh. Meskipun nantinya ada relaksasi, Made optimis pemkot dapat memaksimalkan pendapatan pajak. (rmc/adn/mas)

MALANG KOTA – Masih belum optimalnya sejumlah sektor yang mendukung Pendapatan Asli Daerah (PAD) membuat Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang melakukan sejumlah inovasi. Salah satunya dilakukan dengan penggunaan e-Tax. Saat ini, ada 500 titik yang sedang dilakukan pemasangan sekaligus uji coba e-Tax.

Beberapa waktu lalum sektor pajak daerah sempat mendapat sorotan dari DPRD Kota Malang. Sebab, sektor pajak daerah menyumbang pendapatan terbesar hingga Rp 551 miliar. Namun realisasinya masih minim, berada di bawah 50 persen. Pemkot Malang didorong agar bisa berinovasi supaya mencapai target pendapatan yang dipatok.

Kepala Bapenda Kota Malang Handi Priyanto mengatakan menseriusi masukan dari para anggota dewan tersebut. “Jadi, untuk memudahkan wajib pajak dalam pembayaran, kami menginisiasi e-Tax. Jika sebelumnya tapping box, maka akan diubah ke card rider,” katanya saat dikonfirmasi kemarin (7/9).

Mantan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Malang itu menambahkan, untuk tahap uji coba bakal dilakukan di 15 titik lokasi. Sejumlah lokasi itu telah dilakukan sejak Juni hingga akhir September nanti. Uji coba dilakukan karena ada salah satu perusahaan yang mengajukan proposal untuk menjadi mitra Bank Jatim. Sebelum proposal disetujui, maka diminta untuk melakukan uji coba sistem yang ditawarkan.

Untuk target awal, terdapat 10 titik uji coba. Namun di lapangan berubah menjadi 15 lokasi. Titik usaha yang diuji coba e-Tax, antara lain seperti di beberapa kedai kopi. “Titiknya antara lain seperti di Kedai Kopi Vosco, Kopi 24, Baegopa, Hodai serta Pesan Kopi,” tambahnya. Jika uji coba itu berhasil, Handi menyatakan e-Tax akan dikembangkan ke tempat lain. Sehingga, penggunaan ke depan akan menggunakan card rider. Pihaknya pun diberi kuota oleh Bank Jatim sebanyak 500 titik.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika mengatakan, sektor PAD Kota Malang masih dinilai kurang. Bahkan cenderung masih kurang greget dalam pemasukan. Untuk itu, ada sejumlah catatan agar PAD dapat terdongkrak. “Salah satunya dengan memaksimalkan tagihan piutang pajak daerah dan retribusi daerah,” sarannya.

Pria kelahiran Jembrana Bali itu mengharapkan Bapenda Kota Malang membuat strategi optimalisasi penarikan pajak daerah. Tujuannya supaya penarikan pajak daerah sesuai dengan target. Dia melihat beberapa waktu lalu terkait penertiban penunggak pajak reklame bisa menjadi contoh. Meskipun nantinya ada relaksasi, Made optimis pemkot dapat memaksimalkan pendapatan pajak. (rmc/adn/mas)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/