alexametrics
22.6 C
Malang
Thursday, 19 May 2022

Masjid Jami Kota Malang Siapkan Satgas Ibadah Ramadan

MALANG KOTA – masjid Jami Kota Malang melakukan serangkaian persiapan pelaksanaan ibadah selama Ramadan menyusul turunnya izin untuk menggelar ibadah tarawih maupun salat Idul Fitri. Selain melakukan pembatasan jumlah jamaah, pengurus masjid tertua di Kota malang itu juga akan membentuk satgas untuk mengawasi kedisplinan protokol kesehatan.

“Kalau biasanya yang sholat disini (bagian dalam masjid) bisa 3000-an, nanti separuhnya saja. Nanti shafnya juga tidak rapat, berjarak,” jelas Ketua Takmir Masjid Agung Jami’ Malang, Mahmudi Muhith, Jumat (9/4).

Mahmudi mengimbau, bagi jamaah yang tidak kebagian tempat di dalam masjid, untuk beribadah di masjid di dekat rumah masing-masing. “Kan sekarang sudah dibuka semua, ada baiknya untuk mencegah kerumunan sebaiknya tarawih di lingkungan masing-masing,” imbuh Mahmudi.

Tidak hanya saat salat, jumlah jamaah yang akan melaksanakan itikaf pun dibatasi. Sebelum pandemi, jumlah jamaah yang melakukan itikaf bisa melonjak terutama di 10 hari terakhir Ramadan.

“Termasuk untuk itikaf juga tetap dilakukan pembatasan. Supaya physical distancing tetap terjaga,” imbuhnya.

Selain menerapkan protokol kesehatan, nantinya pengurus masjid juga akan membentuk satgas untuk mengantisipasi kemungkinan pelanggaran protokol kesehatan.

“Ya untuk membantu dan mengawasi, ada sekitar 40 orang dan nanti dibantu oleh Banser,” sebut Mahmudi.

Tidak hanya pembatasan jamaah, durasi juga demikian. “Imam itu kami anjurkan untuk tidak membaca surat yang panjang, sedang saja saat salat,” kata dia. Namun sebelum masuk, pengunjung diharuskan melewati bilik steril. “Cuci tangan lalu masuk ke bilik covid untuk disterilkan,” ujarnya.

Pewarta: Biyan Mudzaky

MALANG KOTA – masjid Jami Kota Malang melakukan serangkaian persiapan pelaksanaan ibadah selama Ramadan menyusul turunnya izin untuk menggelar ibadah tarawih maupun salat Idul Fitri. Selain melakukan pembatasan jumlah jamaah, pengurus masjid tertua di Kota malang itu juga akan membentuk satgas untuk mengawasi kedisplinan protokol kesehatan.

“Kalau biasanya yang sholat disini (bagian dalam masjid) bisa 3000-an, nanti separuhnya saja. Nanti shafnya juga tidak rapat, berjarak,” jelas Ketua Takmir Masjid Agung Jami’ Malang, Mahmudi Muhith, Jumat (9/4).

Mahmudi mengimbau, bagi jamaah yang tidak kebagian tempat di dalam masjid, untuk beribadah di masjid di dekat rumah masing-masing. “Kan sekarang sudah dibuka semua, ada baiknya untuk mencegah kerumunan sebaiknya tarawih di lingkungan masing-masing,” imbuh Mahmudi.

Tidak hanya saat salat, jumlah jamaah yang akan melaksanakan itikaf pun dibatasi. Sebelum pandemi, jumlah jamaah yang melakukan itikaf bisa melonjak terutama di 10 hari terakhir Ramadan.

“Termasuk untuk itikaf juga tetap dilakukan pembatasan. Supaya physical distancing tetap terjaga,” imbuhnya.

Selain menerapkan protokol kesehatan, nantinya pengurus masjid juga akan membentuk satgas untuk mengantisipasi kemungkinan pelanggaran protokol kesehatan.

“Ya untuk membantu dan mengawasi, ada sekitar 40 orang dan nanti dibantu oleh Banser,” sebut Mahmudi.

Tidak hanya pembatasan jamaah, durasi juga demikian. “Imam itu kami anjurkan untuk tidak membaca surat yang panjang, sedang saja saat salat,” kata dia. Namun sebelum masuk, pengunjung diharuskan melewati bilik steril. “Cuci tangan lalu masuk ke bilik covid untuk disterilkan,” ujarnya.

Pewarta: Biyan Mudzaky

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/