alexametrics
18.5 C
Malang
Wednesday, 29 June 2022

Agustus, RSI Unisma Punya 200 Bed dan Seluruh Layanan Pindah ke Gedung Baru

MALANG – Setelah memiliki gedung baru sembilan lantai, Rumah Sakit Islam Universitas Islam Malang (RSI Unisma) berupaya memacu kualitas pelayanan untuk masyarakat. Saat ini pembangunan gedung terus berjalan agar segera dimanfaatkan optimal.
”Saat ini, kami memiliki 117 bed. Adanya gedung baru ini diharapkan jumlah bed bertambah total 200 unit,” ujar dr H Tri Wahyu Sarwiyata, M.Kes, direktur RSI Unisma saat ditemui manajemen Radar Malang yang dipimpin General Manager Don Virgo. kemarin.
Total ada sembilan lantai, yang baru bisa digunakan sebanyak empat lantai. Dokter Wahyu, sapaan akrabnya mengatakan nantinya seluruh pelayanan rumah sakit berpusat di gedung baru ini. Mulai pelayanan administrasi, farmasi, rekam medik, laboratorium, dan ruang pertemuan.
”Bangunan lama (ruang rawat inap lama) akan dibongkar untuk lahan parkir. Kami memang membutuhkan lahan parkir yang luas. Nantinya, dengan 200 unit kamar, satu pasien membawa satu mobil berarti butuh lahan parkir yang luas. Belum lagi pasien rawat jalan di poli-poli,” jelas dia.
Menurut dokter Wahyu, diprediksikan pada Agustus atau awal September 2022 seluruh pelayanan pindah ke gedung baru. Hadirnya gedung baru ini agar pelayanan medis untuk masyarakat akan lebih cepat, optimal, dan profesional lagi. (*)

MALANG – Setelah memiliki gedung baru sembilan lantai, Rumah Sakit Islam Universitas Islam Malang (RSI Unisma) berupaya memacu kualitas pelayanan untuk masyarakat. Saat ini pembangunan gedung terus berjalan agar segera dimanfaatkan optimal.
”Saat ini, kami memiliki 117 bed. Adanya gedung baru ini diharapkan jumlah bed bertambah total 200 unit,” ujar dr H Tri Wahyu Sarwiyata, M.Kes, direktur RSI Unisma saat ditemui manajemen Radar Malang yang dipimpin General Manager Don Virgo. kemarin.
Total ada sembilan lantai, yang baru bisa digunakan sebanyak empat lantai. Dokter Wahyu, sapaan akrabnya mengatakan nantinya seluruh pelayanan rumah sakit berpusat di gedung baru ini. Mulai pelayanan administrasi, farmasi, rekam medik, laboratorium, dan ruang pertemuan.
”Bangunan lama (ruang rawat inap lama) akan dibongkar untuk lahan parkir. Kami memang membutuhkan lahan parkir yang luas. Nantinya, dengan 200 unit kamar, satu pasien membawa satu mobil berarti butuh lahan parkir yang luas. Belum lagi pasien rawat jalan di poli-poli,” jelas dia.
Menurut dokter Wahyu, diprediksikan pada Agustus atau awal September 2022 seluruh pelayanan pindah ke gedung baru. Hadirnya gedung baru ini agar pelayanan medis untuk masyarakat akan lebih cepat, optimal, dan profesional lagi. (*)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/