alexametrics
22.3 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Mahasiswa Muhammadiyah Malang Bikin Aksi di Depan DPRD Kota Malang

MALANG KOTA – Di hari terakhir pelaksanaan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Kota Malang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Malang Raya menggelar aksi turun jalan di depan gedung DPRD Kota Malang.

Dengan mengambil posisi merapat ke sisi kiri jalan, puluhan massa ber-outfit merah meneriakkan orasi-orasi yang berisi tuntutan keadilan masyarakat selama pandemi ini.

“Sekaligus kami untuk audiensi dengan DPRD, tema besar yang kami ambil ialah mendesak pemerintah tuntaskan kasus Covid-19 dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat,” terang Humas IMM Malang Raya, Roni Versal.

Ada sembilan tuntutan yang disampaikan oleh puluhan massa itu. Beberapa diantaranya ialah penerapan UU Karantina Kesehatan nomor 9 tahun 2018, pendidikan gratis, pemenuhan kebutuhan para buruh yang di PHK, jaminan kesehatan bagi tenaga kesehatan (nakes), dan pemberian fasilitas kesehatan yang layak.

“Itu mutlak selama pandemi, apalagi pemerintah ini tidak mengacu UU Karantina yang berlaku dalam penerapan kebijakannya. Masyarakat di PHK lalu tidak dibantu pemerintah akan menjadi beban,” kata Roni.

Tak ketinggalan ialah pengembalian fase New Normal. “Supaya kehidupan ekonomi masyarakat tetap hidup dan kami juga menolak adanya Tenaga Kerja Asing (TKA) datang ke Indonesia,” sebut dia.

Tidak ketinggalan pihaknya juga menuntut penghidupan lampu jalan umum. “Itu untuk Pemkot Malang, lampu jalan umum dihidupkan,” imbuh Roni.

Massa beranggapan bahwa apa yang dituntutkan sangat berdasar. Terlebih, data Covid-19 dan penerapan kebijakan yang sangat timpang penerapannya. “Khususnya di Kota Malang, adanya PPKM ini tetap tidak merubah keadaan karena angka Covid-19 juga tetap naik dari tanggal 5 sampai 8 Agustus, makanya kami mendesak tindakan serius pemerintah,” ujarnya. Hingga berita ini diturunkan, empat perwakilan mahasiswa sudah menghadap anggota dewan untuk audiensi.

Pewarta: Biyan Mudzaky

MALANG KOTA – Di hari terakhir pelaksanaan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Kota Malang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Malang Raya menggelar aksi turun jalan di depan gedung DPRD Kota Malang.

Dengan mengambil posisi merapat ke sisi kiri jalan, puluhan massa ber-outfit merah meneriakkan orasi-orasi yang berisi tuntutan keadilan masyarakat selama pandemi ini.

“Sekaligus kami untuk audiensi dengan DPRD, tema besar yang kami ambil ialah mendesak pemerintah tuntaskan kasus Covid-19 dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat,” terang Humas IMM Malang Raya, Roni Versal.

Ada sembilan tuntutan yang disampaikan oleh puluhan massa itu. Beberapa diantaranya ialah penerapan UU Karantina Kesehatan nomor 9 tahun 2018, pendidikan gratis, pemenuhan kebutuhan para buruh yang di PHK, jaminan kesehatan bagi tenaga kesehatan (nakes), dan pemberian fasilitas kesehatan yang layak.

“Itu mutlak selama pandemi, apalagi pemerintah ini tidak mengacu UU Karantina yang berlaku dalam penerapan kebijakannya. Masyarakat di PHK lalu tidak dibantu pemerintah akan menjadi beban,” kata Roni.

Tak ketinggalan ialah pengembalian fase New Normal. “Supaya kehidupan ekonomi masyarakat tetap hidup dan kami juga menolak adanya Tenaga Kerja Asing (TKA) datang ke Indonesia,” sebut dia.

Tidak ketinggalan pihaknya juga menuntut penghidupan lampu jalan umum. “Itu untuk Pemkot Malang, lampu jalan umum dihidupkan,” imbuh Roni.

Massa beranggapan bahwa apa yang dituntutkan sangat berdasar. Terlebih, data Covid-19 dan penerapan kebijakan yang sangat timpang penerapannya. “Khususnya di Kota Malang, adanya PPKM ini tetap tidak merubah keadaan karena angka Covid-19 juga tetap naik dari tanggal 5 sampai 8 Agustus, makanya kami mendesak tindakan serius pemerintah,” ujarnya. Hingga berita ini diturunkan, empat perwakilan mahasiswa sudah menghadap anggota dewan untuk audiensi.

Pewarta: Biyan Mudzaky

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/