alexametrics
22.6 C
Malang
Thursday, 19 May 2022

98 Ribu Anak di Malang Tak Kantongi Kartu Identitas

MALANG KOTA – Sebanyak 98.290 anak usia 0-17 tahun di Kota Malang belum memiliki Kartu Identitas Anak (KIA), atau nyaris setengah dari total anak di Kota Malang yang berjumlah 223.709 jiwa. Padahal keberadaan kartu tersebut bisa menjamin pemenuhan hak-hak anak.

Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Malang G Raymond H Matondang menyebutkan, yang memiliki KIA masih 56 persen atau setara dengan 124.419 anak. Sedangkan yang lainnya, sebanyak 99.290 belum memiliki kartu identitas. “Masih ada sekitar 44 persen yang belum memiliki kartu identitas anak,” ungkapnya.

Menurut dia, penyebab belum maksimalnya penerbitan KIA lantaran masih banyak orang tua yang belum memahami pentingnya KIA. Namun, pihaknya akan mengupayakan hal tersebut semaksimal mungkin. “Paling tidak, tahun ini ditargetkan pembuatan KIA tembus 70 persen,” sebutnya.

Seperti diketahui, pemerintah menerbitkan KIA demi peningkatan pendataan sekaligus perlindungan terhadap anak. Selain sebagai data diri anak, KIA juga untuk mempermudah anak-anak mendapatkan pelayanan publik. “Misalnya seperti pelayanan kesehatan, pendidikan, transportasi, pembelian tiket dan vaksin Covid-19,”papar Raymond.

Selain itu, dia menambahkan, dengan memiliki KIA, ada manfaat tambahan yang bisa didapatkan. Seperti berhak atas diskon di sejumlah sektor dan juga perbankan. “Salah satu contohnya saat ke toko buku Toga Mas dan Bank CIMB Niaga,” katanya.

MALANG KOTA – Sebanyak 98.290 anak usia 0-17 tahun di Kota Malang belum memiliki Kartu Identitas Anak (KIA), atau nyaris setengah dari total anak di Kota Malang yang berjumlah 223.709 jiwa. Padahal keberadaan kartu tersebut bisa menjamin pemenuhan hak-hak anak.

Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Malang G Raymond H Matondang menyebutkan, yang memiliki KIA masih 56 persen atau setara dengan 124.419 anak. Sedangkan yang lainnya, sebanyak 99.290 belum memiliki kartu identitas. “Masih ada sekitar 44 persen yang belum memiliki kartu identitas anak,” ungkapnya.

Menurut dia, penyebab belum maksimalnya penerbitan KIA lantaran masih banyak orang tua yang belum memahami pentingnya KIA. Namun, pihaknya akan mengupayakan hal tersebut semaksimal mungkin. “Paling tidak, tahun ini ditargetkan pembuatan KIA tembus 70 persen,” sebutnya.

Seperti diketahui, pemerintah menerbitkan KIA demi peningkatan pendataan sekaligus perlindungan terhadap anak. Selain sebagai data diri anak, KIA juga untuk mempermudah anak-anak mendapatkan pelayanan publik. “Misalnya seperti pelayanan kesehatan, pendidikan, transportasi, pembelian tiket dan vaksin Covid-19,”papar Raymond.

Selain itu, dia menambahkan, dengan memiliki KIA, ada manfaat tambahan yang bisa didapatkan. Seperti berhak atas diskon di sejumlah sektor dan juga perbankan. “Salah satu contohnya saat ke toko buku Toga Mas dan Bank CIMB Niaga,” katanya.

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/