alexametrics
18.5 C
Malang
Wednesday, 29 June 2022

Kampung Tematik Masih Merana, Meski Saat PPKM Boleh Buka

MALANG KOTA – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM) akan berlangsung mulai Senin (11/1) besok. Namun, berbeda dengan PSBB tahun lalu, kampung-kampung tematik tetap boleh buka di masa PPKM yang akan berlangsung selama 14 hari itu.

“Kampung tematik tetap buka, tapi untuk kunjungan wisata tetap dengan protokol kesehatan yang ketat. Misalnya jadi ada pembatasan kapasitas sekalipun, pengunjung yang datang tak lebih dari 25 hingga 35 persen dibandingkan sebelum pandemi,” ujar Ketua Kelompok Sadar Wisata ( Pokdarwis) Isa Wahyudi di sela-sela Rembuk Anggota Pokdarwis membahas persiapan PPKM di Kampung Budaya Polowijen hari ini (10/1).

Menurut Isa, banyak diantara pengelola kampung tematik khawatir, adanya PPKM membuat kunjungan wisatawan malah kian menurun. “Karena kami juga belum tahu apakah boleh menerima paket wisata rombongan. Sebab untuk kunjungan harian saja yang sepertinya masih boleh. Di Kota Malang saja hanya ada empat kampung saja yang menerima kunjungan harian. Seperti Kampung Warna-warni Jodipan, Kampung Biru Arema, Kampung Tridi, serta Kampung Heritage Kajoetangan. Sedangkan di luar itu, sebanyak 33 kampung hanya menerima kunjungan wisata saja,” terang pria yang akrab disapa Ki Demang itu.

Hingga Januari ini, kampung wisata masih belum ada yang menerima paket kunjungan rombongan. Padahal akhir 2020 lalu cukup banyak orang yang datang untuk melakukan studi banding. “Walau hanya 10 hingga 20 orang tetap kami layani, ” ungkap Ki Demang.

Terkait jam malam, mayoritas kampung tematik di Kota Malang tak masalah karena umumnya tidak ada kegiatan di malam hari. “Kecuali di Kampung Budaya Polowijen, kadang ada pembacaan tembang-tembang macapat di malam hari. Kalau dilakukan hanya warga sekitar sendiri selepas magrib, “kata pendiri Kampung Budaya Polowijen itu.

Selain itu, selama berlangsungnya PPKM masing-masing kampung tematik tidak diperbolehkan menyelenggarakan event. ” Tetapi kegiatan rutin seperti latihan tari, produksi batik, dan olah sampah tetap jalan,”pungkasnya.

Pewarta : Errica Vannie

MALANG KOTA – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM) akan berlangsung mulai Senin (11/1) besok. Namun, berbeda dengan PSBB tahun lalu, kampung-kampung tematik tetap boleh buka di masa PPKM yang akan berlangsung selama 14 hari itu.

“Kampung tematik tetap buka, tapi untuk kunjungan wisata tetap dengan protokol kesehatan yang ketat. Misalnya jadi ada pembatasan kapasitas sekalipun, pengunjung yang datang tak lebih dari 25 hingga 35 persen dibandingkan sebelum pandemi,” ujar Ketua Kelompok Sadar Wisata ( Pokdarwis) Isa Wahyudi di sela-sela Rembuk Anggota Pokdarwis membahas persiapan PPKM di Kampung Budaya Polowijen hari ini (10/1).

Menurut Isa, banyak diantara pengelola kampung tematik khawatir, adanya PPKM membuat kunjungan wisatawan malah kian menurun. “Karena kami juga belum tahu apakah boleh menerima paket wisata rombongan. Sebab untuk kunjungan harian saja yang sepertinya masih boleh. Di Kota Malang saja hanya ada empat kampung saja yang menerima kunjungan harian. Seperti Kampung Warna-warni Jodipan, Kampung Biru Arema, Kampung Tridi, serta Kampung Heritage Kajoetangan. Sedangkan di luar itu, sebanyak 33 kampung hanya menerima kunjungan wisata saja,” terang pria yang akrab disapa Ki Demang itu.

Hingga Januari ini, kampung wisata masih belum ada yang menerima paket kunjungan rombongan. Padahal akhir 2020 lalu cukup banyak orang yang datang untuk melakukan studi banding. “Walau hanya 10 hingga 20 orang tetap kami layani, ” ungkap Ki Demang.

Terkait jam malam, mayoritas kampung tematik di Kota Malang tak masalah karena umumnya tidak ada kegiatan di malam hari. “Kecuali di Kampung Budaya Polowijen, kadang ada pembacaan tembang-tembang macapat di malam hari. Kalau dilakukan hanya warga sekitar sendiri selepas magrib, “kata pendiri Kampung Budaya Polowijen itu.

Selain itu, selama berlangsungnya PPKM masing-masing kampung tematik tidak diperbolehkan menyelenggarakan event. ” Tetapi kegiatan rutin seperti latihan tari, produksi batik, dan olah sampah tetap jalan,”pungkasnya.

Pewarta : Errica Vannie

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/