alexametrics
26.9 C
Malang
Wednesday, 25 May 2022

Lagi PPKM, Wali Kota Malang Sarankan Demo Virtual

MALANG KOTA – Walikota Malang, Sutiaji menanggapi aksi demo yang dilakukan beberapa organisasi pada Senin lalu (8/3). Ia mengatakan, sebaiknya pengunjuk rasa bisa menyalurkan pendapatnya secara virtual, dikarenakan saat ini masih dalam masa pandemi.

“Sebetulnya menyuarakan pendapat itu dilindungi oleh Undang-Undang. Namun, ketika itu bertentangan dengan program pemerintah dengan terpaksa harus dibubarkan,” ujar Sutiaji, pada sambutannya dalam Deklarasi Jaga NKRI Lawan Covid, Radikalisme, Terorisme dan Narkoba, Rabu (10/3).

“Seperti kemarin itu, saya telpon Pak Kapolresta, kok ini ada unjuk rasa. Pak Kapolresta bilang tidak apa selama menjaga protokol kesehatan. Tapi kemarin dilihat sulit, ya maka harus kita bubarkan.” tambahnya.

Sutiaji menjelaskan, bahwa unjuk rasa yang tidak mematuhi protokol kesehatan bisa merugikan banyak pihak ke depannya. “Ini kan kami melawan Covid sudah banyak dana yang dikeluarkan, jangan hanya karena satu kasus demo, uang dari rakyat itu sia-sia. Mungkin anak-anak selama demo tidak merasakan gejala, tapi mereka bisa menularkan Covid ke pedagang, ojek online, dan lainnya,” jelas dia.

Untuk itu, politisi Partai Demokrat mengimbau aksi unjuk rasa bisa dilakukan secara virtual, agar meminimalkan penularan Covid-19. “Kan kita menyuarakan pendapat bisa melalui apa saja. Ya mungkin di saat seperti ini, kalau mau demo secara virtual bisa. Adik-adik bisa menyampaikan pendapatnya secara virtual,” tandas orang nomor satu di Malang itu.

Pewarta: Andika Satria Perdana

MALANG KOTA – Walikota Malang, Sutiaji menanggapi aksi demo yang dilakukan beberapa organisasi pada Senin lalu (8/3). Ia mengatakan, sebaiknya pengunjuk rasa bisa menyalurkan pendapatnya secara virtual, dikarenakan saat ini masih dalam masa pandemi.

“Sebetulnya menyuarakan pendapat itu dilindungi oleh Undang-Undang. Namun, ketika itu bertentangan dengan program pemerintah dengan terpaksa harus dibubarkan,” ujar Sutiaji, pada sambutannya dalam Deklarasi Jaga NKRI Lawan Covid, Radikalisme, Terorisme dan Narkoba, Rabu (10/3).

“Seperti kemarin itu, saya telpon Pak Kapolresta, kok ini ada unjuk rasa. Pak Kapolresta bilang tidak apa selama menjaga protokol kesehatan. Tapi kemarin dilihat sulit, ya maka harus kita bubarkan.” tambahnya.

Sutiaji menjelaskan, bahwa unjuk rasa yang tidak mematuhi protokol kesehatan bisa merugikan banyak pihak ke depannya. “Ini kan kami melawan Covid sudah banyak dana yang dikeluarkan, jangan hanya karena satu kasus demo, uang dari rakyat itu sia-sia. Mungkin anak-anak selama demo tidak merasakan gejala, tapi mereka bisa menularkan Covid ke pedagang, ojek online, dan lainnya,” jelas dia.

Untuk itu, politisi Partai Demokrat mengimbau aksi unjuk rasa bisa dilakukan secara virtual, agar meminimalkan penularan Covid-19. “Kan kita menyuarakan pendapat bisa melalui apa saja. Ya mungkin di saat seperti ini, kalau mau demo secara virtual bisa. Adik-adik bisa menyampaikan pendapatnya secara virtual,” tandas orang nomor satu di Malang itu.

Pewarta: Andika Satria Perdana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/