alexametrics
30.6 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Suarakan Aspirasi Saat Pandemi, Begini Saran Wali Kota Sutiaji

MALANG KOTA – Kembali munculnya aksi demo membuat Wali Kota Malang Sutiaji ikut angkat bicara. Menurutnya, untuk menyuarakan aspirasi, apalagi di tengah pandemi Covid-19, bisa tetap dilakukan dengan merubah strategi. Menurutnya, pengunjuk rasa bisa menyalurkan aspirasinya dengan cara kekinian.

”Sebetulnya menyuarakan pendapat itu dilindungi oleh Undang-Undang. Namun, ketika itu bertentangan dengan program pemerintah dengan terpaksa harus dibubarkan,” ujar Sutiaji saat memberi sambutan dalam Deklarasi Jaga NKRI Lawan Covid, Radikalisme, Terorisme dan Narkoba di Balai Kota Malang, Rabu (10/3).

“Seperti kemarin itu, saya telpon Pak Kapolresta, kok ini ada unjuk rasa. Pak Kapolresta bilang tidak apa selama menjaga protokol kesehatan. Tapi karena setelah dicermati di lapangan hal itu sulit dipatuhi, ya makanya harus kita bubarkan,” tambahnya.

Sutiaji menjelaskan, unjuk rasa yang tidak mematuhi protokol kesehatan bisa merugikan banyak pihak. ”Ini kan kita sedang melawan Covid-19 sudah banyak dana yang dikeluarkan, jangan hanya karena satu kasus demo uang dari rakyat sia-sia. Mungkin anak-anak selama demo tidak merasakan gejala, tapi mereka bisa menularkan Covid ke pedagang, warga yang melintas dekat lokasi demo dan lainnya,” jelas dia.

Untuk itu, politisi Partai Demokrat ini menghimbau aksi unjuk rasa bisa dilakukan secara virtual, agar meminimalkan penularan Covid-19. ”Kan kita menyuarakan pendapat bisa melalui apa saja. Ya mungkin di saat seperti ini, kalau mau demo secara virtual bisa. Adik-adik bisa menyampaikan pendapatnya secara virtual,” tandas orang nomor satu di Kota Malang itu.

Pewarta: Andika Satria Perdana

MALANG KOTA – Kembali munculnya aksi demo membuat Wali Kota Malang Sutiaji ikut angkat bicara. Menurutnya, untuk menyuarakan aspirasi, apalagi di tengah pandemi Covid-19, bisa tetap dilakukan dengan merubah strategi. Menurutnya, pengunjuk rasa bisa menyalurkan aspirasinya dengan cara kekinian.

”Sebetulnya menyuarakan pendapat itu dilindungi oleh Undang-Undang. Namun, ketika itu bertentangan dengan program pemerintah dengan terpaksa harus dibubarkan,” ujar Sutiaji saat memberi sambutan dalam Deklarasi Jaga NKRI Lawan Covid, Radikalisme, Terorisme dan Narkoba di Balai Kota Malang, Rabu (10/3).

“Seperti kemarin itu, saya telpon Pak Kapolresta, kok ini ada unjuk rasa. Pak Kapolresta bilang tidak apa selama menjaga protokol kesehatan. Tapi karena setelah dicermati di lapangan hal itu sulit dipatuhi, ya makanya harus kita bubarkan,” tambahnya.

Sutiaji menjelaskan, unjuk rasa yang tidak mematuhi protokol kesehatan bisa merugikan banyak pihak. ”Ini kan kita sedang melawan Covid-19 sudah banyak dana yang dikeluarkan, jangan hanya karena satu kasus demo uang dari rakyat sia-sia. Mungkin anak-anak selama demo tidak merasakan gejala, tapi mereka bisa menularkan Covid ke pedagang, warga yang melintas dekat lokasi demo dan lainnya,” jelas dia.

Untuk itu, politisi Partai Demokrat ini menghimbau aksi unjuk rasa bisa dilakukan secara virtual, agar meminimalkan penularan Covid-19. ”Kan kita menyuarakan pendapat bisa melalui apa saja. Ya mungkin di saat seperti ini, kalau mau demo secara virtual bisa. Adik-adik bisa menyampaikan pendapatnya secara virtual,” tandas orang nomor satu di Kota Malang itu.

Pewarta: Andika Satria Perdana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/