alexametrics
24.1 C
Malang
Tuesday, 15 June 2021

Anak Difabel Autosenang, Usai Nobar Lanjut Belanja Kebutuhan Lebaran

MALANG KOTA – Keceraian terpancar dari wajah anak-anak penyandang difabel peserta ’This Able Fun Day’. Dalam gelaran yang diinisiasi Ketua TP PKK Kota Malang Widayati Sutiaji itu, mereka tak hanya menerima voucher belanja gratis kebutuhan lebaran saja. Mereka juga autosenang berkesempatan nonton bareng (nobar) film ’Mekah I’m Coming’ di Cinepolis, Malang Town Square (Matos).

Acara nobar tersebut digelar sebelum mereka membelanjakan voucher Hypermart Matos senilai Rp 200 ribu. Tak hanya itu, Jawa Pos Radar Malang Peduli juga memberikan uang Rp 150 ribu untuk masing-masing anak difabel. Sementara Widayati Sutiaji juga menyiapkan uang pecahan baru senilai Rp 75 ribu untuk masing-masing peserta.

“Allah menciptakan manusia itu tidak melulu sempurna. Ada yang lengkap secara fisik dan ada yang tidak. Namun Allah tak pernah dholim, karena begitu banyak orang yang menyayangi mereka (para difabel),” terang Widayati Sutiaji.

Perempuan yang juga Pelindung Difabel Kota Malang juga mengajak seluruh pihak untuk berkomitmen agar lebih mendukung difabel. “Harus terjadi kolaborasi antara pemkot, orang tua serta semua warga yang peduli untuk membantu mereka dalam mengasah bakatnya,”tandas Widayati.

Bunda PAUD Kota Malang itu juga berharap agar kegiatan tersebut dapat terus dilakukan. “Di bulan Ramadan ini, sudah banyak yang memperhatikan anak yatim dan panti asuhan, dan saya kira difabel belum tersentuh. ”Karena itu saya mengarahkan voucher yang diberikan oleh Matos untuk anak-anakku difabel saja,” tambahnya.

Pewarta: Binti Rosida

MALANG KOTA – Keceraian terpancar dari wajah anak-anak penyandang difabel peserta ’This Able Fun Day’. Dalam gelaran yang diinisiasi Ketua TP PKK Kota Malang Widayati Sutiaji itu, mereka tak hanya menerima voucher belanja gratis kebutuhan lebaran saja. Mereka juga autosenang berkesempatan nonton bareng (nobar) film ’Mekah I’m Coming’ di Cinepolis, Malang Town Square (Matos).

Acara nobar tersebut digelar sebelum mereka membelanjakan voucher Hypermart Matos senilai Rp 200 ribu. Tak hanya itu, Jawa Pos Radar Malang Peduli juga memberikan uang Rp 150 ribu untuk masing-masing anak difabel. Sementara Widayati Sutiaji juga menyiapkan uang pecahan baru senilai Rp 75 ribu untuk masing-masing peserta.

“Allah menciptakan manusia itu tidak melulu sempurna. Ada yang lengkap secara fisik dan ada yang tidak. Namun Allah tak pernah dholim, karena begitu banyak orang yang menyayangi mereka (para difabel),” terang Widayati Sutiaji.

Perempuan yang juga Pelindung Difabel Kota Malang juga mengajak seluruh pihak untuk berkomitmen agar lebih mendukung difabel. “Harus terjadi kolaborasi antara pemkot, orang tua serta semua warga yang peduli untuk membantu mereka dalam mengasah bakatnya,”tandas Widayati.

Bunda PAUD Kota Malang itu juga berharap agar kegiatan tersebut dapat terus dilakukan. “Di bulan Ramadan ini, sudah banyak yang memperhatikan anak yatim dan panti asuhan, dan saya kira difabel belum tersentuh. ”Karena itu saya mengarahkan voucher yang diberikan oleh Matos untuk anak-anakku difabel saja,” tambahnya.

Pewarta: Binti Rosida

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru