alexametrics
24.5 C
Malang
Friday, 20 May 2022

Pemkot Malang Beri Kelonggaran ASN untuk WFH

MALANG KOTA – Sebanyak 8 ribu aparatur sipil negara (ASN) di Pemkot Malang mulai kembali kantor pagi kemarin (9/5). Sesuai dengan perintah awal, para ASN tetap diminta work from office (WFO) meski Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenpanRB) Tjahjo Kumolo mengimbau ASN untuk work from home (WFH) selama sepekan.

Alasan dilakukan WFO juga cukup mendasar karena masa libur Lebaran para ASN terbilang lama, yakni sampai 10 hari. Tak hanya itu saja, para ASN dituntut WFO karena sudah mendapat vaksinasi booster seluruhnya. Dengan itu mereka tak ada alasan untuk bolos atau pun izin tidak masuk kerja. Hasilnya pun bisa terlihat seluruh ASN Pemkot Malang masuk 100 persen. ”Sudah saya cek dan semuanya masuk tanpa ada yang izin,” kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Malang Totok Kasianto.

Totok menambahkan jika kebijakan WFO memang lebih memudahkan pekerjaan. Sebab dengan WFO seluruh layanan untuk masyarakat bisa terkendali dengan mudah. Berbeda jika menggunakan WFH justru membuat pelayanan kepada masyarakat sedikit terganggu. Meski demikian, Totok memberikan sejumlah kelonggaran untuk ASN yang memilih WFH. Kelonggaran itu diberikan jika ASN sakit dan tak bisa untuk ngantor. Tentunya Totok meminta ASN bisa melengkapi berkas seperti surat dokter agar memudahkan pemantauan. ”Jadi ada kelonggaran ini bukan untuk dimanfaatkan sebagai ajang malasmalasan, kalau ketahuan pasti ada sanksi sesuai regulasi,” tegas mantan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang itu.

Hal yang sama juga diungkapkan Wali Kota Malang Sutiaji. Pemilik kursi N1 itu menjelaskan memilih WFO demi memudahkan pelayanan kepada masyarakat. Sebab jika menerapkan WFH, maka pelayanan kepada masyarakat tidak bisa optimal. Apalagi seluruh ASN di Pemkot Malang menurutnya sudah 100 persen mendapat vaksin booster. ”Sudah booster tentu punya kekebalan imun, kalau misal sakit ya harus ada izin,” tegasnya. Namun Sutiaji juga menjelaskan ada kelonggaran bagi para ASN yang ingin WFH. Kelonggaran itu dilakukan jika ASN memang sakit dan bukan alasan belum pulang dari kampung. (adn/nay)

MALANG KOTA – Sebanyak 8 ribu aparatur sipil negara (ASN) di Pemkot Malang mulai kembali kantor pagi kemarin (9/5). Sesuai dengan perintah awal, para ASN tetap diminta work from office (WFO) meski Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenpanRB) Tjahjo Kumolo mengimbau ASN untuk work from home (WFH) selama sepekan.

Alasan dilakukan WFO juga cukup mendasar karena masa libur Lebaran para ASN terbilang lama, yakni sampai 10 hari. Tak hanya itu saja, para ASN dituntut WFO karena sudah mendapat vaksinasi booster seluruhnya. Dengan itu mereka tak ada alasan untuk bolos atau pun izin tidak masuk kerja. Hasilnya pun bisa terlihat seluruh ASN Pemkot Malang masuk 100 persen. ”Sudah saya cek dan semuanya masuk tanpa ada yang izin,” kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Malang Totok Kasianto.

Totok menambahkan jika kebijakan WFO memang lebih memudahkan pekerjaan. Sebab dengan WFO seluruh layanan untuk masyarakat bisa terkendali dengan mudah. Berbeda jika menggunakan WFH justru membuat pelayanan kepada masyarakat sedikit terganggu. Meski demikian, Totok memberikan sejumlah kelonggaran untuk ASN yang memilih WFH. Kelonggaran itu diberikan jika ASN sakit dan tak bisa untuk ngantor. Tentunya Totok meminta ASN bisa melengkapi berkas seperti surat dokter agar memudahkan pemantauan. ”Jadi ada kelonggaran ini bukan untuk dimanfaatkan sebagai ajang malasmalasan, kalau ketahuan pasti ada sanksi sesuai regulasi,” tegas mantan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang itu.

Hal yang sama juga diungkapkan Wali Kota Malang Sutiaji. Pemilik kursi N1 itu menjelaskan memilih WFO demi memudahkan pelayanan kepada masyarakat. Sebab jika menerapkan WFH, maka pelayanan kepada masyarakat tidak bisa optimal. Apalagi seluruh ASN di Pemkot Malang menurutnya sudah 100 persen mendapat vaksin booster. ”Sudah booster tentu punya kekebalan imun, kalau misal sakit ya harus ada izin,” tegasnya. Namun Sutiaji juga menjelaskan ada kelonggaran bagi para ASN yang ingin WFH. Kelonggaran itu dilakukan jika ASN memang sakit dan bukan alasan belum pulang dari kampung. (adn/nay)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/